Tampilkan postingan dengan label wisata sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2018

Surabaya Heritage Track Special Route 'Surabaya Melawan'


Tahu nggak, apa yang paling dirindukan dari Kota Surabaya?
Surabaya Heritage Track, salah satunya.

Bulan lalu, tepatnya tanggal 14 November 2018, saya mendapatkan promo tiket kereta api eksekutif Argo Bromo Anggrek Semarang - Surabaya PP. Tanpa mengurangi hawa-hawa ingin pamer, akan lebih berfaedah jika langsung saja menuliskan maksud utama dari blog post ini.


Kebetulan kedatangan saya di hari Rabu itu bertepatan dengan tematik tur Surabaya Heritage Track (SHT). Nggak pakai mikir panjang langsung deh daftar trip 1 yang dimulai pukul 10.00.
Sebelumnya saya juga sudah pernah mengulas tentang Surabaya Heritage Track dengan tema yang berbeda pada link berikut ini.

Selasa, 25 September 2018

Beragam Cerita di Balik Pemukiman Padat Kampung Mataram


Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah sekaligus menjadi kota terbesar kelima di Indonesia, Semarang tak lepas dari peran perkampungan-perkampungan yang sudah ada sejak zaman Hindia Belanda.


Minggu pagi, 2 September 2018, bersama Bersukaria diajak untuk jelajah seputar Mataram. Bersukaria adalah semacam tour & travel di Kota Semarang yang salah satu programnya yaitu walking tour / tur jalan kaki. Setiap weekend mereka mengadakan walking tour dengan rute yang berbeda-beda dengan story teller yang bergantian.

Jumat, 07 September 2018

Tur Jalan Kaki Menelusuri Peradaban Multicultural di Kota Semarang



Semarang adalah sebuah kota pelabuhan yang tidak begitu besar dengan sejarah yang menarik.
Pada awal abad ke-18, Semarang terbagi dalam beberapa bagian menurut etnis. Masyarakat Eropa yang kecil jumlahnya menetap di benteng VOC (sekarang kawasan kota lama Semarang) di sisi timur muara Kali Semarang. Pada sisi barat terdapat sebuah kampung campuran, tempat tinggal para nelayan, anak buah kapal, pedagang pribumi, Melayu, dan Banjar (sekarang kampung Melayu). Serta kawasan pecinan yang terletak di tikungan sisi barat Kali Semarang.


Selasa, 29 Agustus 2017

Candi Baru; Lantai Dua Kota Semarang


Minggu pagi (2 April 2017) sebelum pukul 08.00 saya sudah berada di Taman Gajah Mungkur Semarang untuk ikut jalan-jalan pagi bersama Bersukariawalk. Karena dirasa masih terlalu pagi dan peserta lain belum ada yang datang, maka saya manfaatkan fasilitas internet gratis dari Pemerintah Kota Semarang yang disediakan di Taman Gajah Mungkur. FYI, Kota Semarang sedang menerapkan program Semarang Smart City, dimana untuk mendukung program tersebut, Pemkot memasang wifi di taman-taman kota serta fasilitas publik untuk digunakan masyarakat dalam mengakses internet secara gratis.


Senin, 21 Agustus 2017

Mengenal Kawasan Cagar Budaya Jogjakarta di Festival Jogjakarta Tempo Doeloe


Setelah sukses menggelar Pasar Kangen Jogja (PKJ) dengan tema tempo dulu-nya, Yogyakarta kembali menggelar event yang hampir serupa yaitu Festival Jogjakarta Tempo Doeloe (FJTD). Bertempat di Benteng Vredeburg Jl. A. Yani No. 6 Yogyakarta pada tanggal 10 - 14 Agustus 2017. Kegiatan ini gratis, tiket masuk Benteng Vredeburg saat itu pun gratis.


Senin, 08 Mei 2017

Mengenal Radja Goela dan Salah Satu Asetnya di Kota Semarang


Sebenarnya agak kurang tepat kalau rute walking tour ini disebut Radja Goela, karena kita hanya diajak mengitari salah satu aset bekas peninggalan Oei Tiong Ham yaitu rumahnya. Namun, jika dilihat dari judulnya saja "Radja Goela" tentunya bikin penasaran dong. Saya akui, saya cukup tertarik untuk mengikuti walking tour dari Bersukariawalk ini pada tanggal 19 Maret 2017. Sebelum mengikuti walking tour ini saya sempat bertanya-tanya siapa sih Oei Tiong Ham ini? Kenapa bisa dijuluki Radja Goela?



Rabu, 22 Februari 2017

Jelajah Jalur Kereta Api di Semarang


 
“Semarang itu potensinya bagus lho, kenapa sih wisatawan jarang yang melirik?” kata mas Dimas selaku tour guide Bersukaria Tour.
Sebagai kota tempat saya dilahirkan sekaligus dibesarkan, saya merasa tergugah dengan kegiatan walking tour yang digagas oleh Bersukaria Tour. Mungkin sebelum-sebelumnya juga pernah ada kegiatan serupa, tetapi saya baru pertama kali tahu ketika Bersukaria Tour memposting jadwal kegiatannya di instagram mereka – @bersukariawalk

Sabtu, 18 Februari 2017

Asyiknya Berjalan Kaki Menyusuri Pecinan Semarang


Masih dalam rangka Imlek dan hujan melulu setiap hari, bikin mager. Termasuk nyelesaiin tulisan ini yang seharusnya terbit di akhir Januari tapi molor sampai pertengahan Februari. Gapapa kan ya? Nggak ada deadline-nya juga :D

Jadi ceritanya pas Imlek kemarin tanggal 28 Januari 2017 saya ikut gabung dengan @bersukariawalk yang mengadakan walking tour sekitar Pecinan Semarang. Kapan lagi coba tahu lebih banyak mengenai Pecinan kalau nggak ikut kegiatan yang seru ini?

Image : pecinansemarang

Senin, 31 Oktober 2016

Pura Mangkunegaran, Istana Kecil yang Megah


Di Surakarta atau yang lebih dikenal dengan Kota Solo, selain ada Keraton Kasunanan Surakarta, berdiri sebuah istana yang lebih kecil, dikenal dengan nama Pura Mangkunegaran. Meskipun lebih kecil, tetapi bangunan di dalamnya tak kalah mewah dibandingkan dengan Keraton Kasunanan Surakarta.


Jumat, 21 Oktober 2016

Surabaya Heritage Track (SHT) Bikin Nagih


Surabaya!
Antara mimpi atau nyata sih sebenarnya kalau saya bisa menginjakkan kaki di kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta ini. Apalagi dengan biaya transportasi yang murah banget, cukup Rp 56.000,- untuk pulang pergi dari Semarang. Semua itu berkat keberuntungan dapat harga promo dari PT. KAI yang saat itu sedang berulang tahun :)


Sabtu, 13 Februari 2016

Keraton Surakarta, Kemegahan pada Masanya


Katanya, jalan-jalan di kota Solo belum lengkap tanpa mengunjungi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Baiklah, saat kunjungan sehari tanggal 7 Februari 2016 yang lalu, akhirnya saya menyempatkan diri berkeliling Keraton Surakarta agak pagi sekitar pukul 09.30 setelah mampir sebentar di Pasar Gedhe.

Sepeda motor langsung saya arahkan menuju Gapura Gladak melewati Alun-alun Lor (Utara) yang digunakan untuk pasar sementara Pasar Klewer yang kebakaran beberapa waktu yang lalu. Jalan terus ke selatan, masuk melalui Kori Brojonolo Lor. Karena banyak yang parkir di area depan Kori Kamandungan, saya pun ikut memarkirkan sepeda motor di sana. Tepat di depan loket pembelian tiket masuk keraton. Untuk memasuki keraton, membayar tiket sebesar Rp 10.000,- jika ingin menggunakan jasa pemandu nambah bayar Rp 50.000,- belum termasuk tips-nya lho.

Kori Kamandungan

Sabtu, 16 Januari 2016

'Speechless' dari Goa Jepang Berbah


Bagi saya, blog merupakan salah satu media untuk curhat. Sebagaimana kamu curhat dengan orang-orang yang akan mendengarkanmu. Bedanya, di sini kamu nggak bisa maksa orang-orang buat dengerin baca curhatan kamu. Kamu cuma bisa nulis, mengeluarkan uneg-uneg atau kebahagiaan kamu. Dikomentarin ya syukur, dilihat doang ya udah gpp :D

Kali ini, selain mau membagikan tempat mana yang yang pernah saya kunjungi, saya juga mau curhat. Boleh kan? Iya boleh (jawabin sendiri :P)

Pagi-pagi di awali dengan semangat tinggi berangkat dari Semarang via Jatinom menuju Jogjakarta. Setelah sarapan di dekat Ratu Boko, sekitar pukul 10.00 petualangan dimulai menuju Kabupaten Gunung Kidul, melihat-lihat kebun bunga amaryllis yang mendadak terkenal itu. Sayangnya, waktu saya ke sana sudah agak layu dan rusak. Setelah itu, lanjut ke Mangol Kencana, Museum Anak Kolong Tangga, Candi Abang, Lava Bantal, Goa Sentono, dan terakhir di tempat yang akan saya ceritakan ini.

Sudah seharian penuh saya jalan-jalan di kota – yang selalu bikin saya susah move on – ini.
Sorenya, sekitar pukul 16.30 saya berniat mengakhiri single travelling di seputar Berbah, tepatnya Goa Jepang. Ada apakah di sana? Ya ada goa, emangnya ada pantai di tengah perkampungan penduduk?

Saya melihat papan petunjuk arah (di bawah ini) mengarahkan ke Gua Jepang sekitar 500 m lagi.

Salahkan dia saja :(

Selasa, 17 November 2015

Candi Banyunibo ; Terselip di antara Sawah dan Ladang


Masih dalam rangkaian wisata kurang kerjaan Semarang – Jogja – Semarang sendirian (27/11/2015). Setelah puas menikmati Candi Ijo dan pemandangan sekitar yang gersang di musim kemarau panjang, saya menuruni bukit dan sampailah di tujuan berikutnya yang tak jauh dari Candi Ijo yaitu Candi Banyunibo.

Kata Banyunibo sendiri dalam bahasa Jawa berarti air jatuh / menetes.
Secara administratif, Candi Banyunibo berada di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Letaknya pun tidak jauh dari Kompleks Ratu Boko.
Untuk mengunjungi Candi Banyunibo, tidaklah sulit. Dari Candi Prambanan ke arah barat sampai di pertigaan ambil kiri / ke selatan menuju Jl. Raya Piyungan. Sekitar kurang lebih 3 km sampai di pertigaan arah Ratu Boko, belok kiri. Lurus saja ke timur hingga perempatan pertama (ke kiri arah Ratu Boko, ke kanan arah Candi Ijo) masih lurus ke arah Candi Banyunibo. Di perempatan berikutnya belok kanan (sudah ada petunjuk menuju candi kok).


Senin, 28 September 2015

Candi Ijo ; Candi Tertinggi di DIY


Jogja lagi! Lagi-lagi Jogja!
Kawasan Prambanan merupakan tujuan utama saya jalan-jalan kali ini (27 September 2015). Apa sih yang ditawarkan di sini? Apalagi kalau bukan Candi Ijo. Tujuan pertama, yang sebetulnya di bulan Agustus lalu sudah pernah ke sini tapi cuma numpang lewat. Hanya dengan menuliskan identitas nama dan alamat di buku tamu, pengunjung sudah diizinkan memasuki kawasan candi. Alias gratis.

Candi Induk dan 3 Candi Perwara

Penamaan sebuah candi didasarkan pada 3 hal. Pertama, berdasar legenda yang dikenal masyarakat. Kedua, berdasar penyebutan yang ada di dalam prasasti. Dan ketiga berdasar lokasi candi itu berada.
Kenapa diberi nama Candi Ijo?
Kompleks percandian bercorak Hindu ini dinamakan sesuai lokasinya yakni berada di lereng bukit padas yang bernama Gunung Ijo.

Senin, 18 November 2013

Nge-trip (dadakan) ke Candi Borobudur


Pagi ini semerbak bau tanah masih bisa terhirup oleh indera penciuman. Baru saja hujan reda, dan masih menyisakan genangan air di sepanjang jalan. Aku disini, di tempat yang jauh dari keramaian. Sebuah desa yang pernah menjadi korban gempa bumi tahun 2006. Jogja.

Pagi ini juga aku rencana untuk pulang ke Semarang setelah menikmati liburan di Jogja. Melewati sebuah tempat bernama Watu Amben. Aku nggak pernah bosan memotret pemandangan gunung Merapi (kalau udara cerah dan gunungnya kelihatan) dari tempat ini. Pemandangan yang nggak beda jauh kalau dilihat dari Bukit Bintang atau nama aslinya Bukit Hargo Dumilah.
 

Minggu, 19 Mei 2013

Gedong songo part II

Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
persahabatan bagai kepompong
hal yang tak mudah berubah jadi indah
persahabatan bagai kepompong
maklumi teman hadapi perbedaan
persahabatan bagai kepompong
nananana nanananana…