Senin, 28 September 2015

Candi Ijo ; Candi Tertinggi di DIY


Jogja lagi! Lagi-lagi Jogja!
Kawasan Prambanan merupakan tujuan utama saya jalan-jalan kali ini (27 September 2015). Apa sih yang ditawarkan di sini? Apalagi kalau bukan Candi Ijo. Tujuan pertama, yang sebetulnya di bulan Agustus lalu sudah pernah ke sini tapi cuma numpang lewat. Hanya dengan menuliskan identitas nama dan alamat di buku tamu, pengunjung sudah diizinkan memasuki kawasan candi. Alias gratis.

Candi Induk dan 3 Candi Perwara

Penamaan sebuah candi didasarkan pada 3 hal. Pertama, berdasar legenda yang dikenal masyarakat. Kedua, berdasar penyebutan yang ada di dalam prasasti. Dan ketiga berdasar lokasi candi itu berada.
Kenapa diberi nama Candi Ijo?
Kompleks percandian bercorak Hindu ini dinamakan sesuai lokasinya yakni berada di lereng bukit padas yang bernama Gunung Ijo.

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Berada 4 kilometer arah tenggara dari Istana Ratu Boko, atau sekitar 18 kilometer arah timur kota Yogyakarta.
Situs Candi Ijo sendiri berada di ketinggian 375 dpl dan merupakan candi tertinggi yang berada di Kawasan Prambanan.

Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi di sisi timur.
Kompleks candi utama menempati bagian di sisi timur dengan candi induk menghadap ke arah barat.

Candi Induk

Pintu Candi Induk

(Seperti) Jendela di Candi Induk

Di depannya berjajar 3 candi perwara yang menghadap ke timur. Candi perwara yang di tengah melindungi arca lembu Nandini, kendaraan Dewa Syiwa.

Candi Perwara

Arca Lembu Nandini

Sedangkan di sisi barat, masih banyak terdapat reruntuhan candi yang belum selesai dipugar. Diperkirakan reruntuhan itu berasal dari sekumpulan candi perwara. 


 
Untuk mengunjungi Candi Ijo, lebih baik menggunakan kendaraan roda dua karena jalan menuju candi cenderung sempit. Cek kesehatan kendaraan yang akan digunakan, karena selain sempit, medan yang harus ditempuh juga sangat menanjak dan berlubang di sana-sini.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Ijo adalah saat matahari terbenam. Karena di bagian barat, akan disuguhi sebuah pemandangan bentang alam Yogyakarta dari ketinggian. Katanya sih Bandara Adi Sucipto juga terlihat dari sini.

No pic = Hoax :P

Setelah cukup puas dengan Candi Ijo, berbekal informasi dari security saya melanjutkan perjalanan menuju Candi Banyunibo. Tunggu posting selajutnya yaa.. :)


Teks : Wikipedia dan papan nama di Candi Ijo

4 komentar:

  1. Kalao pas musim kemarau namanya jadi gunung coklat dong, nggak gunung ijo lagi, wekekek. Eh, tapi bener itu runway-nya bandara Adisucipto keliatan kok dari sana. Persisnya dari puncak tangga masuk ke kompleks candi utama.

    BalasHapus
  2. heheh bener kata mas wijna gunung coklat hehehe

    BalasHapus
  3. Wah saya baru tau mengenai keberadaan candi ini mbak :D
    semangat besok kalau ada rejeki saya kunjungi ..

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)