Sabtu, 16 Januari 2016

'Speechless' dari Goa Jepang Berbah


Bagi saya, blog merupakan salah satu media untuk curhat. Sebagaimana kamu curhat dengan orang-orang yang akan mendengarkanmu. Bedanya, di sini kamu nggak bisa maksa orang-orang buat dengerin baca curhatan kamu. Kamu cuma bisa nulis, mengeluarkan uneg-uneg atau kebahagiaan kamu. Dikomentarin ya syukur, dilihat doang ya udah gpp :D

Kali ini, selain mau membagikan tempat mana yang yang pernah saya kunjungi, saya juga mau curhat. Boleh kan? Iya boleh (jawabin sendiri :P)

Pagi-pagi di awali dengan semangat tinggi berangkat dari Semarang via Jatinom menuju Jogjakarta. Setelah sarapan di dekat Ratu Boko, sekitar pukul 10.00 petualangan dimulai menuju Kabupaten Gunung Kidul, melihat-lihat kebun bunga amaryllis yang mendadak terkenal itu. Sayangnya, waktu saya ke sana sudah agak layu dan rusak. Setelah itu, lanjut ke Mangol Kencana, Museum Anak Kolong Tangga, Candi Abang, Lava Bantal, Goa Sentono, dan terakhir di tempat yang akan saya ceritakan ini.

Sudah seharian penuh saya jalan-jalan di kota – yang selalu bikin saya susah move on – ini.
Sorenya, sekitar pukul 16.30 saya berniat mengakhiri single travelling di seputar Berbah, tepatnya Goa Jepang. Ada apakah di sana? Ya ada goa, emangnya ada pantai di tengah perkampungan penduduk?

Saya melihat papan petunjuk arah (di bawah ini) mengarahkan ke Gua Jepang sekitar 500 m lagi.

Salahkan dia saja :(

Setelah dilihat-lihat kok jalannya lewat sawah, apa nggak ada jalan lain? Udah gitu belum beraspal, alias masih jalan tanah. Sempat ragu-ragu dan akhirnya nekat lanjutin perjalanan daripada penasaran. Iya, saya mah orangnya gampang penasaran.
Tepat setelah saya mengumpulkan niat penuh untuk menerabas jalanan tanah yang alhamdulillahnya kering, tersajilah halang rintangan lain berupa pohon bambu yang rantingnya rubuh di tengah jalan.


Dari arah depan ada bapak-bapak bersepeda motor nerabas lewat samping-samping ranting pohon tersebut. Yaudah, saya ikutin aja cara itu, ternyata berhasil! Gila, mau mengunjungi satu tempat aja udah gini banget tantangannya -__-


Setelah melewati jalan setapak, akhirnya sampai juga di jalanan beraspal. Tanya-tanya orang dari situ karena udah nggak ada petunjuk arah lagi, sampai akhirnya nemu papan nama Goa Jepang. Menurut Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, Goa Jepang terletak di Sentonorejo, Jogotirto, Berbah, Sleman. Tetapi beda dengan appan nama yang saya temukan di bawah ini.


Goa Jepang berada di bawah bukit kapur yang di bagian atasnya tertutupi tumbuh-tumbuhan. Mirip dengan semak-semak kalau saja di bagian bawah tidak terlihat adanya semacam pintu-pintu. Goa ini terdiri atas 4 buah pintu yang berjajar dan berbentuk persegi panjang. Katanya, keempatnya saling berhubungan satu sama lain. Saya cuma bisa bilang ‘katanya’ karena saya nggak membuktikan sendiri untuk masuk ke goa itu. Sendirian sih, nggak berani ambil resiko.


Karena di papan keterangan tempat wisata masih kosong, jadi saya nggak bisa baca apa-apa sekaligus nggak tahu apa fungsinya goa ini pada jaman dulu. Kalau menurut sumber dari yogyes, goa ini dibuat pada masa Jepang menguasai Yogyakarta dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan amunisi.



Meskipun tempat tersebut adalah goa, tapi kesan angker tidak terlalu terasa. Sebab, Goa Jepang ini bertetangga langsung dengan rumah-rumah penduduk. Di halaman depan sekitar goa juga bersih, mungkin ada petugas yang berkewajiban membersihkan area goa. Hanya saja, ada bau-bau seperti kelelawar atau apalah namanya. Ya wajar kan? Namanya juga goa. Peninggalan jaman dulu pula.


Setelah puas melihat-lihat dan mengambil beberapa gambar, saatnya pulang. Saya ambil jalur yang berbeda dari waktu berangkat. Saya ikutin jalan beraspal. Lurus terus sampai ketemu….

Lah, kok udah di Candi Abang? Tahu gitu lewat jalan beraspal aja. Ngapain tadi berangkatnya susah-susah nerabas pohon bambu yang tumbang segala? Hahaha! Saya merasa bego sendiri :’D

Yah, namanya juga asal jalan. Keblasuk dikit gpp lah, bisa buat cerita di masa yang akan datang :)

2 komentar:

  1. Hahahahhahah nggak ngajak sih akakkakakak.
    Urutannya kalau dari Ringroad Blok O itu Lava Bantal - Goa Sentono - Candi Abang - turun langsung Goa Jepang :-D :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kan cuma ngikutin papan petunjuk di pinggir jalan aja mas, eh ternyata menyesatkan. Kemarin sih lewatnya Jl. Prambanan-Piyungan.
      Pengen ke lava bantal lg, udah ada jembatan barunya ya katanya?

      Hapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)