Senin, 18 November 2013

Nge-trip (dadakan) ke Candi Borobudur


Pagi ini semerbak bau tanah masih bisa terhirup oleh indera penciuman. Baru saja hujan reda, dan masih menyisakan genangan air di sepanjang jalan. Aku disini, di tempat yang jauh dari keramaian. Sebuah desa yang pernah menjadi korban gempa bumi tahun 2006. Jogja.

Pagi ini juga aku rencana untuk pulang ke Semarang setelah menikmati liburan di Jogja. Melewati sebuah tempat bernama Watu Amben. Aku nggak pernah bosan memotret pemandangan gunung Merapi (kalau udara cerah dan gunungnya kelihatan) dari tempat ini. Pemandangan yang nggak beda jauh kalau dilihat dari Bukit Bintang atau nama aslinya Bukit Hargo Dumilah.
 

Aku janjian di terminal Jombor dengan 2 orang teman (Atik dan Handoyo) untuk pulang bersama. Tak lupa membeli oleh-oleh terlebih dahulu. Sesampainya  di Muntilan, entah bagaimana bisa kami punya tujuan lain sebelum pulang ke rumah. Mau tau?? Yuk tongkrongin terus sampai selesai ya…

Dan rencana dadakan kami adalah….


Yak betul. CANDI BOROBUDUR.

*Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat lauut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monument Buddha terbesar di dunia.
*(dikutip dari Wikipedia.com)

Bagiku sendiri, ini adalah ketiga kalinya aku ke tempat ini. Tapi dulu masih buta arah, nggak tahu jalan, apalagi udah masuk luar kota. Nah kali ini kami bertiga modal nekat aja, kalau kesasar ya balik. Alhamdulillah sampai, nggak pakai nyasar karena banyak petunjuk jalan, hehee. Waktu itu kami sampai di parkiran candi Borobudur sekitar jam setengah 11 siang. Kebayang nggak panasnya kayak apa?

Harga tiket masuk Candi Borobudur hari Senin, 18 November 2013 adalah Rp 30.000. setelah memasuki area candi, pengunjung wajib mengenakan kain batik bercorak Candi Borobudur yang dipinjamkan pihak pengelola. Kain batik yang digunakan berwarna dominan biru tua, kalau di Candi Prambanan sih warnanya dominan putih. Tujuannya adalah wujud turut serta melestarikan budaya batik di Indonesia.

 
Sewa payung, mau? :D



Tak lama setelah mencapai puncak, kami memutuskan untuk turun dan shalat Dhuhur di kawasan candi Borobudur. Lalu melanjutkan perjalanan pulang dengan kelaparan dan kehausan. Semangat go to hometown :D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)