Rabu, 24 September 2014

Festival Kota Lama Semarang - Pasar Sentiling


Tahun ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan Festival Kota Lama Semarang – Pasar malam Sentiling sejak 2012 silam. Acara ini diselenggarakan di kawasan Kota Lama Semarang, seputaran gereja Blenduk dan sekitar lorong-lorongnya. Tujuannya untuk mengingat kembali kota Semarang di masa lalu. Event ini berlangsung sejak tanggal 19 – 21 September 2014.

Selain pameran mengenai barang-barang di masa lalu, ada juga panggung pertunjukan yang menampilkan musik. Oh ya, di kawasan ini, bagi pengunjung yang ingin bertransaksi jual beli, harus menggunakan uang lama. Kalau nggak punya? Bisa kok ditukarkan di tempat yang sudah disediakan.

Untuk lebih jelasnya, bisa dibuka link ini. Di link tersebut ada penjelasan yang lebih detail mengenai event ini.

Gerbang Festival Kota Lama 2014

Aku sendiri mengunjungi festival kota lama di hari Jumat, 19 September 2014. Simple sih, biar nggak terlalu membludak pengunjung. Eh nggak taunya masih ramai juga. Hehee…
Masih bersama 2 orang teman yang kuajak sebelumnya di Jateng Fair 2014. Kami memilih parkir yang dekat dengan gereja Blenduk. Kaget banget, nggak nyangka aja sekali parkir sepeda motor bayarnya Rp 5.000,- Harganya nggak bersahabat banget!

Selanjutnya kami berkeliling kawasan Kota Lama untuk melihat-lihat ada event apa sih sebenarnya. *maklum ya baru pertama kali, hihiii :p* Ada stand-stand yang menawarkan produk dan makanan, ada sekumpulan motor-motor lama dan vespa jadul, dan mobil antik. Di ujung jalan yang lain, berjajar-jajar orang yang menjajakan dagangannya. Jangan salah, barang-barang yang dijual itu berasal dari jaman dulu. Ya hampir mirip lah sama Pasar Kangen Jogja.

Terlihat di kejauhan ada sekumpulan orang sedang mendengarkan sayup-sayup lagu lama. Setelah diteliti lebih dekat, ternyata ada 6 orang sedang memainkan alat musik. Drum, biola, bass betot, dan harmonika. Mereka memainkan alat musik sambil menyanyi lagu lama sih kayaknya. Aku juga nggak ngerti soalnya. Keren aja sih anak muda sekarang punya bakat yang begitu mengagumkan.

Ngamen kreatif

Tanpa ragu, kami melangkahkan kaki menuju sebuah gedung baru. Kayaknya sih baru direnovasi. Namanya adalah Semarang ContemporaryArtGalery. Di depan pintu, sudah disambut dengan patung warna merah yang posenya sedang melamun. Untuk mengetahui lebih jelasnya, silakan baca sejarah gedung ini :D

Semarang ContemporaryArtGalery

Sejarah bangunan

Ruangan yang cukup luas, dengan penerangan secukupnya. Memberi kesan hangat dan suasana tempo dulu. Ya memang, sebagian besar karya seni disini menampilkan sejarah Koloniale Tentoonstelling serta memaknai peran dan aktivitas para perempuan dalam konteks budaya pada masa kuno, kini dan nanti. Secara khusus, tokoh perempuan Semarang dan Jawa Tengah dihadirkan dalam foto dan narasi tentang siapa dan peran mereka, yaitu RA Kartini, Nyonya Meneer, NH Dhini, Anne Avantie.

Potret Kota Lama tempo dulu
Batik Anne Avantie

Nyonya Meneer

R.A. Kartini



Berhubung sudah agak larut, kami memutuskan untuk pulang. Mungkin, lain kali aku ingin mengeksplor lebih banyak lagi di gedung ini. Semarang ContemporaryArtGalery beralamat di Jl. Srigunting No. 5-6 Semarang. 
 


Bagaimana dengan Festival Kota Lama yang berlangsung? Cukup meriah, dan tahun depan semoga ada lagi.

Gereja Blenduk

3 komentar:

  1. Tokoh perempuan dari jawa tengah banyak yg keren yah
    btw, pengamennya niat banget sampai pakaiannya nuansa dulu

    BalasHapus
  2. Ini Semarang Contemporary Art Galery buka hanya pas festical saja atau tidak? Jam bukanya juga sampai malam ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hari biasa juga buka mas, tapi kayaknya cuma sampai sore aja.

      Hapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)