Selasa, 02 September 2014

Dari yang Jadul, Ada di Pasar Kangen Jogja


Hari sudah menjelang sore ketika aku menginjakkan kaki keluar dari GOR Klebengan. Dengan sedikit gontai dan sedikit suntikan semangat yang di dapat disini, maka aku memutuskan untuk melanjutkan jalan-jalan ke Taman Budaya Yogyakarta yang dikenal dengan singkatan TBY.

Untuk mengetahui lebih lengkapnya perjalananku di tanggal 24 Agustus 2014, kamu bisa buka Jalan-jalan ke #FKY26 dan Dari Bantul Expo hingga GOR Klebengan Sleman.

Setelah parkir di depan ruko Taman Pintar yang jual buku, aku masuk melalui gerbang TBY. Oh ya Taman Budaya Yogyakarta beralamat di Jl. Sriwedari No. 2 Yogyakarta. Pokoknya persis di deketnya Taman Pintar.
Sambutan tulisan “Pasar Kangen Jogja 2014” bikin heboh dalam hati. Akhirnya bisa keturutan juga ke tempat ini, di hari terakhir pula. Seneng iya, sedih iya juga. Nggak berani minta dipotoin orang asing di depan sini nih, sendirian soalnya :D


Tanpa banyak waktu, aku memutuskan untuk masuk ke gedung yang digunakan untuk pameran potensi daerah. Jadi di gedung ini digunakan untuk ajang kebolehan daerah-daerah di Jogja seperti contohnya kampong wisata Tahunan. Yang dipamerkan juga beraneka ragam, ada makanan khas daerah tersebut, seni batik, kerajinan tangan dan ada juga kerajinan topeng.





Tak hanya di dalam gedung, di halaman TBY juga didirikan panggung hiburan yang setiap harinya digunakan untuk pentas seni. Kebetulan sore ini ada penari dari mana ya? Entahlah lupa, hehee. 


Katanya, Pasar Kangen Jogja dihadirkan untuk membawa pengunjung bernostalgia ke suasana Jogja tempo dulu, nyatanya aku sendiripun tidak merasakan hal tersebut. Yupp, memang ada beberapa penjual yang menawarkan dagangan barang-barang tempo dulu seperti perangko, uang jaman dulu, bahkan buku-buku bekas yang Cuma terbit di jaman dulu. Tetapi ada juga yang menjual kesenian modern seperti jam dari flannel dan hiasan-hiasan yang bisa ditemukan pada jaman sekarang. Bagus sih, tapi kesan “Kangen Jogja Tempo Dulu” nya nggak terasa di hati.



Selain barang-barang, adapun stand kuliner yang bisa kamu nikmati kalau lapar atau haus. Disini pun ada yang menjual makanan tradisional seperti gethuk, tiwul, dll. Sayang nggak bisa ambil foto karena ramai banget. Juga ada kulineran jaman kini. Yang bikin nggak terasa Jogja jaman dulunya menurutku dicampur stand-standnya. Mungkin lebih asik kali ya kalau bagian tradisional dikelompokkan jadi satu, begitu pula yang modern. Biar terlihat rapi.



Eitss. Disini aku nemu satu stand unik. Dia buka jasa ramalan pakai tarot. Mau nyobain sih, tapi yang jaga stand lagi nggak di tempatnya. Yaudah, lewatin aja.


Sebagai oleh-oleh di Pasar Kangen Jogja 2014 aku beli flower crown, bentuknya kayak head band tapi menyerupai mahkota sih. Terbuat dari bunga-bungaan imitasi yang dirangkai. Beraneka warna unyu, harganya mulai Rp 10.000,-


Akhirnya kesampaian juga ngendon cantik di seputaran TBY. Pengennya sih menikmati es krim yang dijual disono, tapi pengen aja sih nggak beli. 



Keluar dari area parkir Taman Budaya Yogyakarta, aku langsung berniat pulang ke rumah Semarang. Rasanya belum puas, seperti ada yang tertinggal di kota ini. Ah, hatiku…

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
*Yogyakarta by Kla Project

Sampai jumpa di lain waktu lagi ya, my beloved city



2 komentar:

  1. Dulu saya ke Pasar Kangen beli mainan kodok-kodokan. Kalau saya cari di Beringharjo pas hari-hari biasa nggak nemu yang jual, hahaha.

    BalasHapus
  2. Wah, lain kali bisa ajak2 saya kalau mau foto-foto. Tenang harga bersahabat, hehe.. Enggak becanda, gratis kok. Kayanya enak tuh wedang kulit manggis-nya, itu Mastin apa Garcia? :)

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)