Selasa, 22 Desember 2015

[Review Film] : "Single"


Bulan Desember kali ini emang bikin bangkrut. Gimana enggak coba? Film-film yang (kayaknya) keren tayang berbarengan. Kayak waktu itu hari Kamis (17/12/2015) setelah nonton ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’ jam 7 malam, sekalian beli tiket nonton ‘Single’ jam 10 malam itu juga. Keren nggak? Aslinya sih biar lebih murah, kan kalau hari Jumat harga tiketnya lebih mahal. Hihii *tetep perhitungan* :D

  
Waktu beli tiket ‘Single’ sebelum nonton ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’, bangku kosongnya masih banyak banget. Langsung aja pilih kursi nomor dua dari belakang. Itung-itung peregangan otot leher karena dapat kursi paling depan waktu nonton ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’. Kirain sepi penontonnya karena jam terakhir tayang di bioskop, ga taunya gilaaa rame banget sampai penuh. Dan walaupun nonton film judulnya ‘Single’, gue nggak nonton sendirian dong. Nonton bertiga sama temen, tapi temen yang berdua itu pacaran. Lah?

Eh maaf maaf kepanjangan intronya. Mumpung lagi sempet nulis, baiklah kali ini mau bikin sedikit review film ‘Single’ semoga nggak spoiler ya! Oh ya, untuk synopsis bisa dibaca-baca dulu di link ini.
Film ini dimulai dengan semacam perkenalan atas persahabatan antara Ebi (Raditya Dika) dengan Wawan (Pandji Pragiwaksono) dan Victor (Babe Cabiita). Wawan dan Victor punya pacar masing-masing tapi nggak lagi Malam Mingguan bareng pacarnya. Keduanya nebeng di mobil Ebi yang akan kencan dengan seorang cewek bernama Vina (Elvira Devinamira). Vina adalah teman SMA yang udah lama ditaksir Ebi. Sementara Ebi yang jomblo berharap Malam Mingguannya bersama Vina akan berjalan lancar. Alih-alih sukses seperti yang diharapkan, Vina malah kasih undangan resepsi pernikahannya dengan pemilik restoran tempat dimana ia janjian dengan Ebi. Ebi pun hatinya patah, hancur berkeping-keping, berserakan, terbuang (eh lebay ya? :D)

Ajarkan aku tuk bisa dapat ungkapkan rasa
Agar kamu kan percaya begitu ku butuh cinta
Ajarkan aku tuk bisa dapat merangkai kata
Agar kamu kan dengarkan bibirku katakan cinta
(Geisha – Sementara Sendiri)

Seperti film-film Raditya Dika sebelumnya, Radit memerankan seorang laki-laki yang jomblo (lebih tepatnya sih single forever) bernama Ebi. Ebi ini selalu gagal kalau deketin cewek. Maka dari itu, dua sahabatnya di kos, Wawan yang sok tahu dan Victor yang diciptakan buat diketawa-ketawain penonton, membantu Ebi untuk mendapatkan seorang cewek biar nggak jomblo mulu.
Saat beberapa kali gagal, bertemulah Ebi dengan Angel (Annisa Rawles), anak kos baru. Angel yang cantik membuat Ebi berusaha mendekatinya. Sayangnya, belum sukses Ebi dekat dengan Angel, ia mendapat saingan abang ketemu gede-nya Angel bernama Joe (Chandra Liow). Angel nggak tahu kalau selama ini Joe menyimpan perasaan untuknya. Setelah tahu kalau Ebi berusaha mendekati Angel, Joe makin menghalang-halangi usaha Ebi. Persaingan Joe dan Ebi pun tak terelakkan lagi. Lalu, siapakah yang akan memenangkan hatinya Angel?
BTW, ini film komedi romantis kan? Kenapa ada adegan mobil terbang segala? Hahaa :D
Dari film ini pula, jadi tahu apa itu skydiving. Itu beneran loncat dari pesawat?

Disamping sebuah persaingan untuk mendapatkan cinta, film ini mengingatkan kita bahwa bahagia datangnya nggak cuma dari pasangan. Sahabat pun bisa jadi orang yang bisa bikin kamu bahagia. Sahabat adalah orang yang selalu ada untukmu (selain keluarga tentunya), siap membantumu ketika kamu sedang tertimpa masalah. Sahabat pula lah yang mengingatkanmu ada sebuah kesalahan yang harus kamu benahi di hidupmu. Meski kadang itu memicu sebuah pertengkaran di antaranya.

Kadang aku lupa
Aku punya sahabat dan juga keluarga
Yang membuatku bahagia

Aku yakin suatu saat nanti
Cinta kan berlabuh di tempat yang tepat
Ku percaya setiap insan di dunia
Diciptakan Tuhan berpasang-pasangan
(D’masiv – Single)

Jujur, saya lebih suka 15 menit terakhir dari film ini. Ya benar, saya suka ending-nya. Berikut kutipan yang bisa banget kamu pahami buat yang single, atau yang pacaran juga boleh...


·         Single itu nggak selamanya harus dipaksain jadi pacaran.
·         Mending mana, single atau pacaran tapi dipaksain?
·         Single itu juga bisa bikin kita bahagia kok, ya kecuali kalau lo single nya kelamaan. 3 kehidupan misalnya.
·         Yang salah itu kalau single maksa pacaran.
·         Kadang kebahagiaan bisa datang nggak hanya dari pacaran, sayang-sayangan, mesra-mesraan. Tapi kebahagiaan juga bisa datang dengan membuat temen-temen lo bahagia. Bahagia dengan membuat orang yang lo suka terkejut.
·         Gue bahagia karena gue nggak mikirin kebahagiaan gue doang. Tapi juga kebahagiaan orang yang gue suka, orang yang gue sayang.
·         Jujur, kita kadang ngerasa kalau kita suka sama orang, IQ kita bisa turun 10 poin. Bodohnya-bodohnya kita kalau suka sama seseorang paling nggak kita harus pinter di satu hal. Kita harus tahu itu penasaran atau suka beneran.

Buat kamu yang punya pasangan, beneran itu suka beneran atau cuma rasa penasaran di awal-awal doang? Coba di cek lagi, siapa tahu ntar salah pilih. Eh, bercanda bercanda :D

Jadi, kapan kamu mau nonton film ‘Single’ yang katanya bisa ngalahin Star Wars? Jangan cuma baca review-nya doang. Bisa aja apa yang kamu rasain setelah nonton film itu beda sama yang saya tulis di sini. Mumpung masih tayang di bioskop lho, kabarnya besok (Rabu, 23/12/2015) ada 2 film Indonesia yang tayang lagi.

1 komentar:

Terima kasih dan selamat datang kembali :)