Selasa, 22 Agustus 2017

Pawai Pembangunan Memperingati HUT ke-72 RI di Kota Solo


Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia yang baik, sudah pasti kita mengibarkan bendera merah putih di halaman rumah masing-masing selama bulan Agustus. Selain itu, di kampung-kampung, instansi pemerintah, swasta, bahkan di lingkungan perusahaan menggelar berbagai macam perlombaan — yang identik ketika menjelang HUT Kemerdekaan RI. Tak ketinggalan pula, perayaan HUT Kemerdekaan juga diperingati di tingkat kota / kabupaten dengan melibatkan ratusan hingga ribuan peserta. Seperti di Semarang, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 RI digelar Kirab Merah Putih yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2017 yang lalu.


Lain halnya dengan Kota Semarang, di Kota Surakarta juga menggelar karnaval yang bertajuk Pawai Pembangunan. Pawai ini diselenggarakan satu hari setelah peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 RI yaitu pada tanggal 18 Agustus 2017. Acara ini melibatkan 750 orang yang terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 17, kelompok 8, dan kelompok 45. Hal itu berdasarkan pada kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17-8-1945.

Para peserta terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti Dinas / OPD Kota Surakarta, instansi swasta, perbankan, perhotelan, ikatan pengusaha, perguruan tinggi, hingga lembaga masyarakat. Mereka akan memulai pawai dari Stadion Sriwedari di Jl. Bhayangkara melewati Jl. Slamet Riyadi menuju panggung utama di depan Kantor Pos Indonesia dan mengakhiri pawai di depan kantor Balaikota Surakarta di Jl. Jenderal Sudirman.

Rencananya pawai akan dimulai pukul 14.30 namun baru berangkat dari Stadion Sriwedari pada pukul 15.00 diawali oleh pemberangkatan Walikota Surakarta, Wakil Walikota Surakarta, serta anggota TNI dengan menaiki kendaraan militer dan disusul oleh sejumlah komunitas jip.

Sumber: @pemkot_solo

Para peserta pawai ini ada yang berjalan kaki dan menaiki mobil hias. Diantaranya yang berjalan kaki adalah peserta dari kelompok 17. Salah satunya yaitu Marching Band Gita Pamong Praja. Disusul di belakangnya pasukan pembawa Garuda Pancasila dan pasukan pembawa bendera merah putih.



Pawai pembangunan ini juga menjadi ajang promosi terselubung sebuah event tahunan yang ada di Kota Surakarta yaitu Festival Payung Indonesia yang nantinya akan diselenggarakan pada tanggal 15 - 17 September 2017.


Sejujurnya, kami sebagai penonton tak begitu memahami mana saja yang termasuk dalam kelompok 17, kelompok 8, atau kelompok 45. Sepertinya sama saja, hanya bedanya para peserta ada yang berjalan kaki dan ada yang menaiki mobil hias. Selain itu, adapun peserta yang menaiki sepeda, sepeda motor, hingga vespa.





Pawai kian meriah dengan ikut sertanya beberapa mobil pemadam kebakaran juga sirinenya meraung-raung sepanjang rute kirab. Beberapa mobil Basarnas turut serta dalam Pawai Pembangunan, tak ketinggalan sebanyak 3 atau 4 kereta kencana juga ikut dikirab.





Suasana Pawai Pembangunan semakin sore semakin ramai. Para penonton memadati sepanjang Jl. Slamet Riyadi. Yang saya salut adalah beberapa anak sekolah yang bertugas menjaga kebersihan di sepanjang rute pawai. Mereka masing-masing membawa tas plastik untuk diisi sampah-sampah yang berserakan di jalan usai pawai. Sungguh, mulia sekali aktivitas tersebut, salut juga untuk penggagasnya. Jadi usai pawai tidak meninggalkan sampah di jalan.

Sumber: @pemkot_solo

Melalui Pawai Pembangunan, harapannya semoga masyarakat Kota Surakarta lebih merekatkan persatuan. Sesuai dengan tema pawai yaitu "Membangun Solo Menuju Masyarakat Waras, Wasis, Wareg, Mapan, dan Papan dalam Kebhinnekaan".

Usai Pawai Pembangunan, masyarakat bisa menyaksikan Apresiasi Musik Kebangsaan yang digelar di Benteng Vastenburg pada pukul 19.00 - 23.00. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)