Rabu, 02 Agustus 2017

Mudahnya Meminjam Buku dan Membaca Gratis dengan iJateng


Menyusul Jakarta dan Kalimantan Timur, Provinsi Jawa Tengah turut meluncurkan aplikasi perpustakaan digital bernama iJateng. Oleh Gubernur Jawa Tengah – Bapak Ganjar Pranowo aplikasi iJateng dilaunching secara resmi pada tanggal 18 Juli 2017, bertepatan dengan Pameran Perpustakaan dan Arsip se-Jawa Tengah 2017 yang bertempat di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Jalan Sriwijaya No. 29A Semarang.

 

Aplikasi iJateng bisa diakses oleh siapapun dengan menggunakan ponsel Android atau desktop. Dengan begitu, masyarakat yang ingin meminjam buku tak perlu jauh-jauh datang ke perpustakaan, cukup membuka aplikasi yang ada di gadget masing-masing. Pengguna hanya perlu registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan username dan password ketika akan login. Gratis. Hanya membayar biaya internetnya saja :)


Hal menarik yang saya tangkap dari iJateng adalah icon-nya. Ketika perpustakaan digital lain hanya menggunakan icon nama (seperti iJak, iKaltim, iJogja, dan lain-lain), iJateng tampil beda dengan icon bergambar pakaian adat Jawa Tengah.

 
Cara menggunakan aplikasi ini pun sangat mudah.
·         Jika Anda sudah login, bisa mencari buku bacaan berdasarkan genre (misal fiksi, novel, agama, kesehatan, dll).
 

·         Anda bisa mencari buku berdasarkan kategori ePustaka (misal koleksi milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov Jateng). Anda pun bisa menambah ePustaka milik sendiri, namun hal ini baru berlaku di iJak.


·         Beranda berisi aktivitas para pengguna iJateng seperti ketika mereka meminjam buku, memberikan ulasan, mengikuti ePustaka, dll.


·         Rak buku adalah tempat menyimpan buku-buku yang sedang Anda pinjam, antrian buku yang akan dipinjam, serta riwayat buku apa saja yang telah dipinjam.


·         Notifikasi memuat buku-buku yang telah tersedia untuk dipinjam jika Anda masuk ke dalam antrian peminjam. Serta fasilitas kotak masuk yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama pengguna iJateng.


·         Adapun tombol pencarian / search yang bisa membantu pengguna untuk mencari koleksi buku yang dimiliki iJateng. Namun terakhir saya akses (2/8/2017) tombol search belum banyak berfungsi.

·         Layaknya sebuah buku pada umumnya, ada fitur bookmark (layaknya pembatas buku) yang bisa digunakan ketika Anda belum selesai membaca sebuah buku. Supaya tidak kesulitan untuk mencari halaman terakhir yang Anda baca.

Dengan aplikasi ini, para pembaca yang sudah mempunyai akun iJateng bisa membaca buku secara gratis. Batas peminjaman maksimal untuk setiap akun adalah 3 buku dalam waktu masing-masing 6 hari. Jika lebih dari 6 hari belum selesai dibaca, maka buku yang Anda pinjam akan dikembalikan otomatis oleh sistem.

Bagi saya pribadi, perpustakaan digital sangat membantu sekali jika haus akan buku bacaan. Mudah diakses dan bisa dipinjam kapanpun. Keuntungan yang telah saya dapatkan dari perpustakaan digital adalah saya bisa membaca buku-buku yang tidak ada koleksinya di Gedung Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
Namun, adanya gedung perpustakaan juga tak kalah bermanfaat. Buku-buku konvensional tidak akan pernah ada yang mampu mengalahkan bau khas kertasnya jika dibandingkan ebook manapun :D

Semoga pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggarap maksimal aplikasi iJateng ini. Jangan hanya punya saja, tetapi juga melengkapi koleksi-koleksinya, terlebih menggandeng beberapa penerbit untuk membuat ePustaka. Saran saya, koleksi yang tidak ada di perpustakaan digital lain, disediakan di iJateng. Jadi kan bisa menarik minat baca masyarakat banget tuh :)

1 komentar:

  1. kalo diliat dari foundernya sih masih sama dengan perpus online dengan awalan i :D
    bisa jadi alternatif bacaan nih, disaat males beli buku wkwkwk

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)