Senin, 26 Desember 2016

Getuk Marem, Oleh-oleh dari Kota Magelang


Hari sudah semakin siang, matahari mulai memancarkan teriknya. Setelah menyaksikan pentas seni di Alun-alun Magelang dalam rangka Festival Tidar 2016, kami rombongan peserta One Day Tour pada hari Sabtu, 10 Desember 2016 diajak ke pabrik pembuatan salah satu kuliner khas Magelang. Apakah itu?


Getuk adalah makanan tradisional yang berbahan dasar ketela atau singkong. Salah satu yang terkenal dan diminati adalah Getuk Marem Magelang. Selain menjadi salah satu kuliner tersohor di Kota Magelang, Getuk Marem juga pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai getuk terpanjang.

 
Selain mendatangi pabrik pembuatan Getuk Marem, kami juga berkesempatan untuk mengintip proses produksi dari bahan baku hingga menjadi makanan yang siap jual. Kebetulan sekali, kedatangan kami bersamaan dengan pemasok bahan baku singkong ke pabrik. Singkong yang digunakan didapatkan langsung dari petani, sehingga kualitasnya bagus dan masih fresh.


Proses pembuatannya dimulai dengan singkong dikupas dan dikukus dengan panci besar dalam waktu tertentu. Setelah mendapatkan tekstur yang diinginkan, singkong ditumbuk kasar dan dicampur dengan komposisi bahan-bahan seperti gula, perasa, pewarna, dan lain-lain.


Kami juga diperkenankan mengintip produksi di ruangan paling besar. Singkong yang sudah dikukus dan dicampur komposisi bahan-bahan kemudian digiling hingga lembut. Terdapat 3 alat penggiling yang digunakan sesuai fungsinya masing-masing, supaya warna dan rasa yang dihasilkan tidak bercampur.



Setelah digiling, proses selanjutnya adalah pendinginan terlebih dahulu. Selanjutnya getuk dibentuk dan diiris sesuai dengan yang diinginkan. Dalam proses ini, getuk sudah nampak menarik dengan 4 lapis diantaranya 2 lapis rasa susu dan masing-masing rasa cokelat dan strawberry.



Tidak lupa pula getuk yang sudah jadi dilapisi plastik sebelum dimasukkan ke dalam kemasan. Dalam satu kemasan terdapat 16 buah getuk yang siap santap. Menurut pemilik, pabrik Getuk Marem ini bisa memproduksi 200 box dalam satu harinya, namun jika bertepatan dengan libur panjang seperti natal dan tahun baru kali ini, mereka bisa memproduksi hingga berkali-kali lipat sesuai permintaan.



Karena tidak menggunakan bahan pengawet, Getuk Marem bisa tahan hingga 5 hari di suhu ruangan / di luar lemari pendingin. Jangankan menunggu hingga 5 hari, sehari saja bisa ludes 1 box karena memang getuknya enak, kenyal pula. Cocok sebagai buah tangan jika bepergian ke luar kota ataupun ke luar pulau.

Dari segi kemasan, menarik. Gambar dua buah stupa menghiasi setiap sisinya, mungkin menegaskan bahwa Magelang tidak hanya terkenal Candi Borobudurnya, tetapi juga getuknya *ini saya yang ngarang, yaa...* :D
Informasi yang tertera di kemasan Getuk Marem pun cukup lengkap. Jadi, bagi para calon pembeli tidak perlu meragukan apakah makanan ini halal atau tidak, kadaluarsa atau tidak, dan lain sebagainya.




Sudah puas menyambangi dan melihat-lihat proses produksi Getuk Marem, kami bisa langsung membelinya di outlet yang berada di bagian depan pabrik, tepatnya di Jalan Beringin 2, Tidar, Krajan, Magelang. Tak hanya Getuk Marem saja, berbagai makanan khas oleh-oleh juga tersedia di sini.


Jadi kalau kamu berkunjung atau sekedar singgah ke Magelang, pastikan membawa oleh-oleh Getuk Marem yang tagline-nya Manis, Gurih, Harum, Lezat. Dengan harga Rp 20.000,- an per box nya, cukup terjangkau kan?

1 komentar:

  1. mau donk getuk maremnya ... blm pernah nyobain

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)