Senin, 10 Oktober 2016

Hujan Mengguyur Para Peserta Karnaval Batik Pekalongan 2016


Pekan Batik Nusantara 2016 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Dengan mengambil tema “Kibar Budaya jelajah Pesona Wastra”, acara ini berpusat di Kawasan Budaya Jetayu pada tanggal 4 – 9 Oktober 2016. Berbagai kegiatan digelar dengan meriah salah satunya yaitu Karnaval Batik Pekalongan atau Arak-arakan Batik.


Saya berkesempatan untuk menonton karnaval di hari Sabtu, 8 Oktober 2016. Pagi itu saya berangkat kerja seperti biasa, namun pada pukul 10.30 memutuskan untuk pulang dan langsung menuju ke Stasiun Semarang Poncol untuk mengejar kereta api Kamandaka tujuan Pekalongan yang akan diberangkatkan pada pukul 11.15. Setelah mendapatkan tiket seharga Rp 45.000,- saya langsung check in dan masuk ke gerbong yang sudah ditentukan dalam tiket. Rencananya kereta ini akan sampai di Stasiun Pekalongan pada pukul 12.56.

Karnaval Batik Pekalongan akan dilaksanakan pada pukul 14.00 dengan rute: Alun-alun Pendopo – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Pemuda – Jl. Diponegoro – dan finish di Kawasan Budaya Jetayu. Di atas red carpet yang sudah disediakan, para peserta nantinya akan unjuk diri di depan tamu undangan.

Dengan berbekal google maps, saya jalan kaki dari Stasiun Pekalongan menuju Jl. Pemuda (kurang lebih 500 meter) untuk menunggu karnaval lewat. Saya memutuskan untuk berhenti di Monumen Pekalongan, yang saat itu sudah banyak warga yang menunggu. Pedagang yang berjualan minuman dan makanan ringan pun tak ketinggalan untuk menjajakan dagangannya. Lumayan dapat rezeki.

Monumen Pekalongan

Sudah pukul 14.00 lebih dan peserta karnaval tak kunjung sampai di Monumen Pekalongan. Maka dari itu, saya memutuskan untuk jalan kaki lagi menuju Jl. Diponegoro, melewati simpang lima. Saya pikir simpang lima di Pekalongan layaknya alun-alun di Semarang, tetapi dugaan saya salah. Simpang lima di Pekalongan itu hanya sebuah bundaran saja.

Bundaran Simpang Lima Pekalongan

Lama-lama gerimis pun mengguyur, saya memutuskan untuk berhenti dan menonton karnaval di depan BCA Jl. Diponegoro. Harapannya semoga hujan tidak turun, kalaupun hujan deras bisa numpang berteduh di depan ATM :D

Setelah sempat bosan menunggu, akhirnya peserta karnaval pun mulai berdatangan. Diawali dengan penampilan marching band dari Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Jauh-jauh ke Pekalongan ketemunya Taruna Semarang :D




Dimeriahkan pula oleh paguyuban penggemar dan pelestari tosan aji Kota Pekalongan. Mas Jateng serta Mas dan Mbak Duta Wisata Kota Pekalongan juga ikut serta dalam arak-arakan ini.


Dan tentu saja yang paling ditunggu-tunggu adalah peserta arak-arakan batik. Arak-arakan ini terbagi menjadi lima kategori yaitu SD, SMP, SMA, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Umum.

Kategori SD

Kategori SMP

Kategori SMA

Kategori SKPD

Kategori Umum

Kostum para peserta tak hanya asal-asalan tetapi harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Dengar-dengar sih dinilai juga oleh juri. Menggunakan bahan kain batik, mereka dengan kreatifnya membentuk kostum aneka rupa. Ada yang berbentuk mangrove, merak, kupu-kupu, bunga-bunga, dan lain sebagainya. Ukurannya pun beraneka ragam, ada yang sederhana dan ada pula yang besar dan terlihat sangat berat.

Selain itu juga di barisan belakang ada komunitas Kesatuan Gerak Positif (KGP) yang anggotanya ikut karnaval buanyaaak banget, Team Hore, dan Kesenian Bamboe Berisik (kalau ada yang kesebut, saya minta maaf :D). dan yang paling terakhir ada marching band dari SMK Medika.


Antusias warga sangat besar. Sering kali para peserta arak-arakan di-stop untuk diajak selfie. Saya nggak banyak mengabadikan foto, apalagi yang di barisan belakang. Hujan mengguyur semakin deras dan sudah menjadi kewajiban saya untuk berteduh. Nggak bawa baju ganti, apalagi harus perjalanan pulang ke Semarang dengan kereta pukul 20:41. Nggak mau ambil resiko banyak lah :D


Karena hujan deras ini juga (dan nggak bawa payung), saya nggak sempat explore banyak mengenai kegiatan yang sedang berlangsung di Pekan Batik Nusantara. Nggak sempat mampir ke Museum Batik juga. Mungkin suatu saat nanti saya ada kesempatan untuk berkunjung ke Pekalongan lagi. Doakan ya! :D

Good bye, Stasiun Pekalongan

2 komentar:

  1. Wah berarti sampean datang saya pulang mbak. Hahaha..
    Ane aja pulange keguyur hujan, kopoh-kopoh sampai rumah :D

    BalasHapus
  2. Kayaknya mbak Nhe ini penggemar berat karnaval,,, blognya selalu ramai oleh acara karnaval,,, :-)
    Yang kategori SD unyu-unyu,,,
    Eh yang kategori SMA ada No. Hapenya nggak mbak? hahahaha pizzzz dah

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)