Sabtu, 03 September 2016

Banyak Tempat Menarik Di Sepanjang City Walk Solo


Beberapa kali saya pernah berkunjung ke Solo dengan menggunakan Kereta Api Kalijaga. Cukup murah untuk kereta api lokal kelas ekonomi AC dari Semarang menuju Solo dengan biaya Rp 10.000,- saja, mengingat kalau naik bus AC bisa bayar Rp 18.000 – 25.000 ,-


Salah satu hal paling menyenangkan yang saya temui ketika berada di kota Solo adalah city walk-nya. City Walk adalah sebuah jalan khusus pejalan kaki yang berada di sisi selatan Jl. Slamet Riyadi. Jalan ini membentang sepanjang kurang lebih 4 kilometer dari Stasiun Purwosari hingga bundaran Gladag.

Perjalanan dimulai dari sini!

City Walk Solo menawarkan kenyamanan bagi siapa saja yang lewat di sana. Banyak pepohonan besar yang rimbun ditanam di pinggir jalan, membuat suasana pejalan kaki menjadi adem. Jalannya lumayan luas dan menyenangkan deh pokoknya. Di beberapa tempat juga disediakan kursi-kursi taman bagi siapa saja yang ingin beristirahat.



Berangkat dari stasiun Semarang Poncol, saya turun di Stasiun Purwosari kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri city walk Slamet Riyadi. Dari berjalan kaki saja, banyak tempat-tempat menarik yang ada di sepanjang city walk.

·         Omah Lowo
Lowo dalam bahasa Jawa berarti kelelawar. Bangunan ini terletak tak jauh dari Stasiun Purwosari. Bau semerbak tercium dari luar pagar karena bangunan tersebut dihuni oleh ribuan kelelawar. Sekilas rumah itu terlihat besar dan megah, tapi sayang catnya sudah kusam dan kondisinya memprihatinkan. Bangunan tua tersebut konon peninggalan Belanda abad ke-19 yang sampai saat ini dimiliki oleh pihak swasta.


·         Rel Bengkong
Rel kereta api seperti ini sangat jarang ditemui. Saya pun baru pertama kali lihat di Solo kalau ada kereta api yang lewat di sepanjang jalan utama Slamet Riyadi. Apalagi rel ini bentuknya bengkong (tidak lurus), menyeberang jalan raya pula. Akan tetapi satu-satunya kereta yang lewat di rel ini adalah Rail Bus Batara Kresna, yang hanya melaani perjalanan dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Wonogiri. Dalam sehari, ada 4 kali jadwal kereta yang lewat. Dua kali menuju Wonogiri, dan dua kali menuju Purwosari.


·         Solo Grand Mall
Capek jalan kaki, bisa mampir ngadem sebentar di salah satu pusat perbelanjaan modern di Jl. Slamet Riyadi. Di mall ini ada bioskopnya juga lho!


·         Loji Gandrung
Gedung ini sekarang digunakan sebagai rumah dinas walikota Solo. Loji Gandrung menjadi saksi bisu berbagai peristiwa di masa lalu. Salah satunya yaitu menjadi tempat bersejarah disaat Jenderal Gatot Soebroto melakukan perundingan untuk menyusun taktik bagaimana menyerang Belanda yang telah membonceng NICA di tahun 1948-1949. Dan untuk mengenang jasa Jenderal Gatot Sebroto, maka di di halaman depan gedung Loji Gandrung dibangun patung sang jenderal.


·         Sriwedari
Stadion Sriwedari sempat berganti nama menjadi Stadion R. Maladi. Stadion ini merupakan salah satu stadion tertua di Indonesia yang menjadi stadion tempat dilangsungkannya Pekan Olahraga Nasional (PON) I pada tanggal 9 September 1946. Terkadang, stadion ini kini digunakan sebagai acara konser musik.


Di dalam kawasan Taman Sriwedari biasanya digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian. Di bagian depan, terdapat pendapa yang digunakan sebagai tempat pertunjukan tari. Adapun patung Rama dan Sinta di depan pendapa.
Tempat lain di kawasan ini yang sering digunakan sebagai tempat pertunjukan adalah gedung wayang orang.


Di sisi lainnya, terdapat Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari. Tempat ini menyediakan berbagai wahana permainan anak-anak. Adapun panggung hiburan di dalamnya.

·         Museum Radya Pustaka
Saya pribadi tertarik untuk mengunjungi museum ini, tapi sayang sekali beberapa kali saya ke sana selalu pada kondisi tutup.
Museum ini didirikan pada tanggal 28 Oktober 1890 pada masa pemerintahan Pakubuwono IX. Di halaman depan depan, terdapat patung dada R. Ng. Ranggawarsita, seorang pujangga keraton Surakarta. Patung ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1953.


·         Museum Batik Danar Hadi
Seperti namanya, tempat ini mempunyai banyak koleksi batik. Berbagai jenis batik bisa ditemukan di museum ini. Tidak hanya batik lokal tetapi dari berbagai negara. Tiket masuknya sendiri untuk umum sebesar Rp 25.000,-


Beberapa tempat di atas bisa ditemukan di sisi selatan city walk Slamet Riyadi Solo sepanjang 2,5 kilometer. Itu artinya masih ada sekitar 1,5 kilometer lagi untuk sampai di ujung city walk yang disambut dengan gagahnya patung Brigadir Jenderal (Anumerta) Slamet Riyadi.


Sungguh kota yang nyaman bagi pejalan kaki.


5 komentar:

  1. Tiap hari lewat, tapi nggak begitu merhatiin. Hwhehehe.
    Kulineran di mana aja mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuma pernah makan selat di vien's sama timlo sastro. Nyobain es dawet telasih :D

      Hapus
  2. Wah, ada kereta ya dari Semarang ke Solo. Apakah ada kereta Semarang ke Jogja ? Jadi penasaran.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu ada KA Banyubiru rute Semarang-Solo-Jogja cuma Rp 4.000 tapi sejak 2013 udah ditutup.

      Hapus
  3. Mbak ajak aku ke sana, ayo kapan :D

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)