Jumat, 19 Agustus 2016

Satu Hari di Jakarta, Ngapain?


Urusan kerja mah bisa cuti, luar kota kapan lagi? :D

Ceritanya hari Kamis tanggal 21 Juli 2016, Atik ada panggilan interview kerja di daerah Jakarta Pusat. Nah, dia kan belum pernah dan takut nyasar di Jakarta, jadinya saya didaulat untuk menemaninya dengan iming-iming transportasi pulang – pergi ditanggung dirinya. Rejeki anak baik hati yah… Alhamdulillah.


Sedari subuh, saya sudah bersiap-siap dan nungguin Atik yang katanya mau jemput. Dengan ngebut karena udah mepet banget jamnya, sepeda motor langsung diparkir (dititipin gitu) di Stasiun Tawang. Karena sudah nge-print tiket sekaligus check in di malam harinya, kami langsung masuk ke peron satu setelah menunjukkan tiket beserta KTP. Tak lama setelah kami duduk di bangku yang tertera di tiket, kereta pun berangkat pukul 06.00.
Rasanya saya mau berterima kasih sekali sama temenku yang baik hati ini. Baru pertama kali ini cuy naik kelas eksekutif, biasanya mah ekonomi atau paling banter kelas bisnis. Dibayarin pula, alangkah senangnya.

Argo Sindoro

Perjalanan pun diwarnai dengan ngoceh segala hal sampai laper. Belum sempat sarapan, Atik mengajukan diri untuk pesan makan di mas-mas pramugari yang menawarkan makanan dan minuman di kereta. 2 kotak nasi goreng parahyangan pun dengan cepat ludes. Entah doyan atau kelaperan heheee :D


Selepas dari Stasiun Cirebon, Atik memutuskan untuk tidur dan saya terjaga. Pukul 12.00 kereta api Argo Sindoro mulai memasuki Jakarta. Beberapa kali berpapasan dengan kereta rel listrik (KRL) yang mendadak bikin aku pengen nyobain naik kereta itu. Tak lama kemudian, kereta pun berhenti di pemberhentian terakhir yaitu Stasiun Gambir.

Kereta Khusus Wanita

Di dalam stasiun yang saat itu sedang ada pembangunan di pintu barat, kami mencari mushola terlebih dahulu untuk menunaikan sholat dzuhur. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke daerah Jl. Jenderal Sudirman Jakarta Pusat. Alih-alih dibujuk naik TransJakarta tapi Atik nggak mau, dia malah memanfaatkan jasa taksi yang sopirnya nggak paham jalan (padahal deket aja jaraknya). Alhasil saya harus membuka google maps untuk menunjukkan jalan yang benar *tsaaah*.

Gedung BNI 46 - tempat interview

Jakarta always crowded, right?

Waktu yang diperlukan untuk interview nggak lama-lama. Pukul 14.00 kami sudah meninggalkan gedung perkantoran tempat interview dan saatnya REFRESHING!!!


Tapi sebelum jalan-jalan, kami beli tiket untuk kepulangan ke Semarang malam itu juga di Stasiun Gambir. Dilanjut dengan makan siang sambil bersantai di sebuah minimarket.

Dari Stasiun Gambir, puncak emas Monas sudah menyapa minta disamperin. Dan saat itulah kami memutuskan untuk ke MONAS! Saya sendiri sudah beberapa kali masuk halaman Monas, tapi belum diberi kesempatan untuk naik sampai puncak tugu. Sewaktu tahun 2011, untuk memasuki halaman Monas bisa masuk lewat pintu sebelah Stasiun Gambir, lebih dekat. Sayangnya, sekarang kalau mau masuk ke pelataran Monas harus lewat pintu yang berada di depan Balaikota, dan itu lumayan jauh kalau harus jalan kaki.

Untuk mendekat ke Tugu Monas, pengunjung harus lewat pintu bernama Lenggang Jakarta terlebih dahulu. Semacam kumpulan warung-warung yang menjajakan makanan beserta minuman. Ada pula yang menjual cinderamata dan pernak-pernik lainnya.


Bagi pengunjung yang berminat untuk masuk ke museum, disediakan kereta-keretaan yang bisa ditumpangi tanpa membayar alias gratis. Sayangnya, kami sudah terlalu kesorean untuk masuk ke dalam museum. Sehingga kami hanya memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk berfoto. Mungkin lain kali saya akan sangat berminat masuk ke museum dan naik ke puncak tugu Monas, seandainya diberi kesempatan ke Jakarta lagi :D



Hari sudah mulai maghrib, dan kami memutuskan untuk pulang. Karena Atik janjian dengan temannya di Plaza Atrium, kami naik TransJakarta turun di halte Senen. Alhamdulillah, kami diajak sekaligus dibayarin makan malam di mall sama temennya Atik.

Salah satu sudut Plaza Atrium

Menjelang pukul 21.00 kami bertiga jalan kaki dari Plaza Atrium sampai Stasiun Pasar Senen karena kereta akan berangkat dari sana pukul 23.00. Satu-satunya kendaraan yang bisa dipakai ya kaki. Walaupun kaki sebelah kiri masih sakit (luka habis kecelakaan di daerah Pantai Krakal Jogja) dan makin bengkak karena lupa bawa obat kebanyakan jalan, dinikmati aja. Kapan lagi ke Jakarta? *menghibur diri sendiri*

Dan perjalanan satu hari ditutup dengan tidur di kereta ekonomi yang akan tiba di Semarang keesokan harinya pukul 06.00. 


Sampai jumpa lagi, Jakarta. Mungkin suatu saat saya akan merindukanmu kembali :)

2 komentar:

  1. Benera cuma sehari di Jakarta? Apa nggak capek hehehhehehe

    BalasHapus
  2. Huwa kok gak nginep gitu? emang gak capek mba? Hahahaha aku tiap hari naik tuh gerbong wanita T_T, yakin mau coba mba? sadis >.<

    Sekarang aku follower kamu yang ke 30 ^_^
    Keep Blogging....

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)