Selasa, 23 Agustus 2016

Nostalgia di Museum Anak Kolong Tangga


Museum Anak Kolong Tangga, merupakan museum pendidikan dan mainan pertama di Indonesia. Nama “Kolong Tangga” merupakan makna literal dari lokasi museum yang terletak di bawah concert hall Taman Budaya Yogyakarta (gedung TBY lantai 2), Jl. Sriwedari No. 1 Yogyakarta.


Berdiri pada tahun 2008, diawali inisiatif dari seorang seniman asal Belgia, Rudi Corens, yang juga adalah seorang kolektor mainan dan permainan dari berbagai negara. Hingga kini, koleksi yang dimiliki lebih dari 10.000 buah mainan, permainan, dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan koleksi yang ada. Akan tetapi pihak museum tidak bisa memamerkan seluruh koleksi yang mereka punya dalam satu waktu, namun sudah menjadi tradisi Museum Anak Kolong Tangga untuk mengganti benda yang dipamerkan setahun sekali.

Seperti ketika saya berkunjung ke Museum Anak Kolong Tangga pada 29 November 2015, tema yang sedang diangkat oleh museum tersebut adalah semua hal yang berhubungan dengan perkembangan anak mulai dari lahir hingga memasuki masa sekolah. Jam buka museum pada hari Selasa – Minggu pukul 09.00 hingga 16.00. Tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp 4.000 dan anak-anak dibawah usia 15 tahun gratis. Jika pengunjung ingin memotret akan dikenakan biaya lagi sebesar Rp 5.000.


Karena letaknya yang berada di kolong tangga, tentu saja museum ini tidaklah luas. Bisa dibilang sempit tapi padat koleksi. Waktu itu hanya saya sendiri yang tertarik melihat-lihat koleksi di Museum Anak Kolong Tangga. Bahkan hingga satu jam lebih saya berada di dalam museum itu, tidak ada satu pun pengunjungnya. Apakah kunjungan ke museum memang tidak senikmat jalan-jalan ke alam terbuka? Ah, nggak juga!

Apakah permainan yang pernah kamu mainkan dan kamu sukai? Temukan di museum ini!


Namanya aja museum mainan, jadi isinya tak jauh-jauh dari beraneka macam mainan. Tak hanya berasal dari Indonesia saja, ada beberapa mainan dari luar negeri. Di museum ini, kamu bisa bernostalgia mainan apa saja yang pernah kamu tahu bahkan yang pernah kamu mainkan. Berasa udah tua ya? Hehee :D

Sebagai anak perempuan, mainan yang sering kalian mainkan adalah masak-masakan. Betul tidak? Mainan-mainan tersebut juga dipamerkan di museum ini.


Atau kalian suka main boneka? Bahkan boneka-boneka yang dipamerkan juga berasal dari berbagai negara.


Untuk anak laki-laki, sudah jelas mereka lebih tertarik dengan permainan semacam tentara-tentaraan, mobil-mobilan, dan semacamnya.


Kalau anak perempuan dan laki-laki lagi akur main bareng, biasanya mereka akan memilih permainan seperti ular tangga, monopoli, puzzle. Iya nggak sih?


Waaah, nostalgia banget kan ya? Yang bikin berasa kita udah “nggak muda lagi” adalah koleksi makanan yang hits jaman dulu.


Alat transportasi tradisional biasanya juga dibuat replika untuk mainan anak-anak. Seperti misalnya becak, gerobak, sepeda, truk, kapal, dan lain sebagainya. Biasanya mainan-mainan itu terbuat dari kayu atau bambu.


Ketika anak-anak memasuki usia sekolah, maka mereka (anak jaman dulu) akan familiar dengan benda-benda di bawah ini. Termasuk menulis dengan papan tulis hitam, jangan lupakan masa-masa itu :D


Koleksi-koleksi mainan yang ada di museum ini banyak yang tidak ada namanya. Hanya tersedia nomor urutnya saja. Pengunjung bisa mendapatkan keterangan gambar-gambar melalui katalog yang disediakan pihak museum. Kayaknya sih katalog ini nggak gratis. Waktu itu saya mau beli, namun sayang stoknya lagi nggak ada.

Saya inget, waktu main ke Museum Sonobudoyo dan ngobrol-ngobrol dengan pemandunya, mbaknya bilang kalau di Museum Anak Kolong Tangga serem. Saya sih nggak percaya, buktinya satu jam di sini sendirian nggak terjadi apa-apa. Sampai saya lihat sendiri dengan sekilas, boneka panggung yang ditempel di tempat semacam lemari. Kalau sekilas sih emang kelihatan serem, nggak ada penerangan lebih soalnya. Tapi kalau dilihat betul-betul, biasa aja kok.


Tak hanya mengenang masa lalu, di museum ini pengunjung juga mendapatkan pengetahuan lebih. Banyak sekali mainan dipajang yang nggak familiar buat saya. Nah, kalau udah dari museum sini kan jadi tahu atau minimal pernah lihat. Berguna banget kan? Museum BUKAN gudang penyimpanan barang-barang, melainkan tempat belajar nyata hal-hal dari masa lalu yang belum kita kenal sebelumnya.

Jadi, kamu kapan akan ke museum?

3 komentar:

  1. Huwaaa museum isinya mainan semua, pasti anakku seneng kalau diajak kesini. Di Jogya ya?

    Terima kasih review nya ^_^

    BalasHapus
  2. hihi..pertanyaan terakhirnya mbak... Belum bisa menjawab...

    Museum ini tempat refreshing ++ dapat ilmu juga ^^

    BalasHapus
  3. benar2 bernostalgia, museum yang unik

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)