Senin, 14 Maret 2016

Pengalaman Pertama Naik Rail Bus Batara Kresna


Tanggal 9 Maret 2016 di saat Indonesia dihebohkan dengan penampilan Gerhana Matahari Total yang bersamaan dengan perayaan Nyepi umat Hindu di Bali, saya pun tak kalah heboh untuk jalan-jalan. Apalah arti libur kerja kalau nggak dipakai untuk jalan-jalan? Hehee :D

Pukul 04.00 WIB saya sudah mandi, sudah siap-siap buat perjalanan. Rencana kali ini adalah Kota Solo! Maka setelah mesin sepeda motor sudah cukup dipanasi, saya buru-buru tancap gas sebelum adzan subuh berkumandang. Sudah jelas, jalan raya masih lengang dan gelap. Sesekali berpapasan dengan sepeda motor lain dan lebih banyak mobil atau truk. Ada sedikit rasa takut kenapa-kenapa, tapi cuek aja lah. Fokus pada tujuan, menuju Stasiun Solo Purwosari!

Stasiun Purwosari


Menurut Google Maps, jarak dari rumah sampai Stasiun Purwosari adalah 92,5 km. Dan sampailah saya di Stasiun Purwosari pukul 05.38 menurut jam di tiket parkir. Jangan tanya seberapa cepat saya memacu sepeda motor matic kesayangan.

Kok ke stasiun?
Iya, rencananya saya mau nyobain Kereta Api Batara Kresna paling pagi. Nah, sepeda motor dititipin di tempat parkir Stasiun Purwosari. Setelah dirasa aman, saya langsung lari menuju loket untuk memesan tiket pukul 06.00. Antrian sekitar 3 orang di depan saya berasa lama banget. Syukurlah tiket KA Batara Kresna masih tersedia di menit-menit terakhir. Saya pun bergegas menuju jalur 1 dimana KA Batara Kresna akan segera diberangkatkan.

Setiap tiket memang tidak diberi nomor tempat duduk. Jadi untuk memilih tempat duduk menggunakan sistem “siapa cepat dia dapat”. Mau duduk di manapun terserah. Penumpang KA Batara Kresna dari Stasiun Purwosari hanya beberapa orang. Masih banyak bangku yang kosong.


Perlahan kereta berjalan melewati sela-sela rumah warga yang sangat mepet dan seperti hampir bersinggungan. Melewati rel bengkong yang melintas Jalan Slamet Riyadi Solo. KA Batara Kresna adalah satu-satunya kereta yang melewati jalan protokol kurang lebih sepanjang 4 km.

Melintas jalan raya

Bersinggungan dengan Jl. Slamet Riyadi

Rail Bus Batara Kresna


Bus rel / rail bus milik PT. KAI yang beroperasi di rute Solo Purwosari – Wonogiri merupakan proyek kerja sama Pemerintahan Kota Surakarta dengan PT. KAI. Rail bus ini dioperasikan setelah diresmikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada tangal 11 Maret 2015 dengan tarif Rp 4.000. (sumber : Wikipedia)

Dalam satu rangkaian terdapat 3 gerbong penumpang. Masing-masing gerbong dengan tempat duduk sekitar 26 – 28 kursi. Dengan harga Rp 4.000 kereta ini cukup nyaman dengan adanya AC di dalamnya serta kebersihan yang dijaga.


Stasiun Solo Kota


Setelah menyusuri jalan protokol, KA Batara Kresna berhenti di Stasiun Solo Kota. Dinamakan juga Stasiun Sangkrah karena letaknya berada di Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta. Di stasiun ini, penumpang rail bus lebih banyak lagi.

Tidak lama setelah meninggalkan stasiun, rail bus mulai menyeberangi Sungai Bengawan Solo. Pada musim penghujan seperti ini sungai terlihat berwarna cokelat mirip coffeemix gitu :D

Sungai Bengawan Solo | Telat jepret -_-

Stasiun Sukoharjo


Stasiun yang berada di Sukoharjo ini letaknya dekat dengan pusat kota. Dari pemberhentian terakhir (Stasiun Solo Kota) menuju Stasiun Sukoharjo, diwarnai oleh pemandangan hamparan sawah yang maha menghijau.
KA Batara Kresna adalah satu-satunya yang singgah di stasiun ini.


Stasiun Pasar Nguter


Pemberhentian berikutnya adalah Stasiun Pasar Nguter yang terletak di Nguter, Sukoharjo. Stasiun ini berada di ketinggian +105 M. Di sini hanya terdapat dua jalur, dan KA Batara Kresna juga merupakan satu-satunya yang singgah di stasiun ini.

Berangkat dari Stasiun Pasar Nguter, di sepanjang mata memandang bisa disaksikan bukit-bukit kecil. Dan jika beruntung, penumpang rail bus bisa melihat burung bangau putih yang sedang bermain-main dan terbang di sawah.


Stasiun Wonogiri


Setelah jalan yang menanjak, rail bus akhirnya sampai di pemberhentian terakhir yaitu Stasiun Wonogiri. Total perjalanan selama 1 jam 45 menit karena KA Batara Kresna hanya mampu berjalan dengan kecepatan maksimal 30 km per jam.

Pemukiman penduduk Wonogiri

Stasiun Wonogiri berada di belakang Pasar Kota Wonogiri dan terminal angkot. Jadi, jika turun di stasiun ini dan ingin berjalan-jalan, cukup mudah mendapatkan angkutan umum.



Rail bus atau KA Batara Kresna bisa dibilang kereta wisata yang menghubungkan Solo dengan Wonogiri. Kenapa? Karena kebanyakan penumpangnya hanya ingin berwisata murah dengan kereta api. Itu pun hanya di hari libur saja rail bus penuh penumpang, kata petugas.

Yang sangat disayangkan adalah jadwal keberangkatan rail bus dari Solo Purwosari – Wonogiri dan sebaliknya hanya ada 2 kali dalam sehari. Sudilah kiranya Pemerintah menambah 1 kali perjalanan di sore hari. Mungkin antusias masyarakat lebih meningkat. Dan penumpang yang ingin berwisata diuntungkan dengan jalan-jalan mereka yang tidak diburu waktu keberangkatan kereta.


Karena KA Batara Kresna ini adalah kereta lokal, jadi tiket tidak bisa dibeli secara online. Tiket hanya bisa dibeli di stasiun-stasiun yang yang disinggahi. Itu pun baru boleh dibeli 3 jam sebelum keberangkatan. Kecuali untuk keberangkatan pagi pukul 06.00, loket baru buka pukul 04.30.

Sesampainya di Wonogiri, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berjalan-jalan di daerah yang baru pertama kali ini dikunjungi. Cerita selengkapnya next posting yaa :)

5 komentar:

  1. keren .. solo punya KA seperti ini ... mungkin kedepannya kalau peminatnya memang banyak jadwalnya bisa bertambah dan bisa di beli online .. penerapan sistem online sih tinggal kemauan saja

    BalasHapus
  2. Pengen juga nyobain naik kereta api ini :-)

    BalasHapus
  3. Asyem,,, pantesan mbak aku pernah sampai di Solo pukul setengah 3 sore dan ingin sekali naik ini,,,, eh katanya sudah tidak menjual tiket ini lagi,,,, terus pindah haluan ingin naik bus bertingkat, tapi nggak sedang beroperasi,,, akhirnya cuman nyantai - nyantai aja di sekitar Alun - alun,,,,
    wah kapan - kapan musti di coba lagi nieh naik kereta ini, :-)

    BalasHapus
  4. Belum kesampaian mencoba naik KA ini.. Semoga suatu saat terlaksana..

    BalasHapus
  5. Wuih seru kayaknya nih di cobain klw pas ke solo..

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)