Selasa, 08 Maret 2016

Naik Kereta Api Cuma Bayar Rp 10.000


Kapan terakhir kalinya kamu ke stasiun?
Kalau aku, mungkin sekitar awal tahun 2012. Waktu itu, masih jamannya Long Distance Relationship (LDR) Semarang – Cilegon dengan si ‘dia’ yang tak perlulah kusebutkan namanya karena sudah jadi suami orang. Aku selalu bersemangat ketika menjemputnya di stasiun saat pulang kampung, dan menjadi bermuram hati saat mengantarnya kembali ke stasiun untuk merantau.

Stasiun seolah paham bagaimana hidup semestinya dijalani. Ada orang-orang yang datang dan pergi. Stasiun hanyalah sebagai persinggahan sementara, seperti hubunganku dengan dia yang hanya sementara.  “Stasiun Tawang ninggal janji”, begitu kataku. Sama seperti bandara, stasiun  pun beraroma perpisahan, kerinduan, dan kesempatan untuk kembali lagi.

Stasiun Semarang Poncol

Dan kini, sampailah aku pagi-pagi sekali di Stasiun Semarang Poncol pukul 05.30 untuk melakukan perjalanan bersama 3 orang teman. Cuma pakai kereta lokal sih, habisnya murah gitu. Okay, sudah 15 menit aku menunggu ketiga temanku dan mereka belum datang-datang juga. Kebiasaan ngaretnya emang kayaknya udah jadi nama tengah dia kali ya? Hehee :D

Dan akhir penantian panjangku, datanglah mereka dengan tanpa dosa tanya “tiketnya ambil di mana? Kata temenku suruh ambil di loket”.
Gila! Gue langsung bete! Mana udah jam 6.00 pula dan kereta akan berangkat 15 menit lagi. Iya, temenku pesan tiket di temennya yang kerja di Stasiun Poncol. Kirain dia udah bawa tiketnya, eh ga taunya belum. Panik. Panik. Panik. Dan tanyalah kami di bagian Customer Service yang baru saja buka. Alhamdulillah, ternyata tiket kami dititipin di situ.


Setelah memperoleh 4 tiket, masing-masing dari kami mengeluarkan KTP untuk dicocokkan oleh petugas pintu masuk stasiun. Pukul 6.10 kami sudah memasuki peron dan langsung menuju jalur 1 dimana Kereta Api Kedungsepur sudah menunggu dengan cantik untuk segera diberangkatkan. Tak berapa lama ketika kami mendapatkan tempat duduk, kereta pun berjalan menuju ke timur Semarang. Aku sudah beberapa kali menggunakan kereta api untuk menuju ke Jakarta dan Jogja (iya, dulu ada kereta Semarang – Jogja lewat Solo). Sementara ketiga temanku yang lain, ini adalah pengalaman pertama mereka naik kereta api.

Kereta Api Kedungsepur

Interior dan eksterior rangkaian KA Kedungsepur berwarna krem-biru. Kereta ini adalah kereta api komuter kelas eksekutif satu-satunya yang dioperasikan oleh Daop 4 Semarang, melayani rute Semarang – Ngrombo dan sebaliknya. Stasiun pemberhentian KA Kedungsepur yaitu Semarang Poncol, Semarang Tawang, Alastua, Brumbung, Tegowanu, Gubug, Karangjati, Sedadi, Ngrombo. Untuk waktu keberangkatan yaitu pagi dan sore. Dulunya, tarif sekali jalan berkisar Rp 15.000 – Rp 25.000 dan kini mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga hanya bertarif Rp 10.000 saja. Murah banget, mengingat ada AC di dalamnya serta tempat duduk yang lumayan nyaman, bisa diputar berhadap-hadapan.



Rangkaian KA Kedungsepur menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD). Terdapat 4 gerbong penumpang beserta 1 gerbong yang isinya diesel. Di balik kenyamanan dan kemurahan yang ditawarkan, adapun kelemahan dari KRD yaitu getarannya lebih terasa dan suaranya lebih bising.

KA Kedungsepur dulunya melayani rute Weleri – Semarang – Gubug. Diresmikan menyambut HUT PT. KAI pada tanggal 28 September 2014. Kemudian mulai 1 Februari 2015, KA Kedungsepur pindah rute melayani Semarang – Ngrombo. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 1,5 jam. Melewati sawah-sawah dengan tanaman padi yang sudah menguning.



Sampailah kami di Stasiun Ngrombo tepat waktu. Stasiun Ngrombo (NBO) adalah stasiun kereta api yang terletak di jalan raya utama Purwodadi – Solo, Depok, Toroh, Grobogan. Dari hasil browsing, akhirnya aku tahu bahwa di Stasiun Ngrombo ini terdapat 2 bangunan yaitu baru dan lama. Di sisi barat, ruang tunggu berada di lantai 1 dan lantai 2. Pintu masuk juga berada di sini. Sedangkan bangunan sisi timur lebih kecil, digunakan sebagai pintu keluar. Toilet dan mushola yang berada di area dalam stasiun juga cukup bersih.

Peron Stasiun Ngrombo


Menuju ruang tunggu lantai 2 Stasiun Ngrombo

Sebelah utara Stasiun Ngrombo

Antusias penumpang KA Kedungsepur sangat tinggi. Adapun orang-orang yang hanya menyempatkan diri sekedar jalan-jalan pulang-pergi dengan kereta api ini. Jadi, jika ia berangkat dari Semarang pukul 06.15 maka akan sampai di Ngrombo sekitar pukul 7.44. Kalau ia sudah punya tiket, tinggal pindah tempat duduk aja sesuai yang tertera di tiket untuk kembali lagi menuju Semarang.

Kami? Tentu saja nggak mau melewatkan momen dong, jadi tidak langsung kembali ke Semarang. Jalan-jalan adalah solusinya. Seharian jadi anak desa dulu, tanpa sepeda motor pula. Salah satu objek wisata yang terkenal dan gampang dilalui angkutan umum adalah Bledug Kuwu (next posting ya). Ini pun jaraknya lumayan jauh dari Stasiun Ngrombo. Kami menghabiskan sebagian siang di Bledug Kuwu sebelum kembali ke Semarang dengan KA Kedungsepur pukul 18.15.


Jadi, apakah kamu pernah kurang kerjaan jalan-jalan doang naik kereta lokal? Boleh dong di share pengalamannya :D

2 komentar:

  1. Saya pernah kurang kerjaan jalan-jalan, tapi naik commuter line. :D
    tujuhrupa.com

    BalasHapus
  2. Aku pernah tahun 2014, 10ribu ke JKT hahahaha. sampe sana langsung valik ke Jogja *kurang kerjaan haahhahah

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)