Jumat, 26 Februari 2016

Private Waterfall "Grenjengan Kembar"


Setelah sekian lama kami berempat (sebut saja T.N.P.A) tidak saling bersosialisasi, akhirnya Malam Minggu kami sempatkan  kumpul-kumpul sambil hura-hura makan es krim saat hujan deras tiba-tiba mengguyur. Maka, tersebutlah kalimat “jalan-jalan yuk, lama nggak maen bareng” yang kemudian pada Minggu pagi (21/02/2016) menuntun kami berempat berkendara menuju Kopeng.

Aslinya sih ada perdebatan alot mengenai tempat mana yang akan dituju. Mau ke Pulau Panjang, nyeberang laut naik kapal, takut ombaknya gede. Mau ke kebun teh Pagilaran yang ada air terjunnya, takut kesasar nggak tahu rutenya (aslinya sih aku bisa nunjukin rute kalau udah lihat peta, cuma ya males aja kalau dikit-dikit buka google maps, hehee :D). Eh ada yang usul ke Pantai Sendang Sekucing, yaelah bro ngapain? Dan akhirnya kami berempat menggunakan 2 sepeda motor melaju lumayan kencang dari Semarang kota menuju sebuah air terjun yang berada di Kabupaten Magelang.

Tempat yang kami tuju adalah Air Terjun Grenjengan Kembar. Aku cuma bilang sama temen-temen kalau air terjunnya di daerah Kopeng (iya, dari Kopeng masih lurus terus arah Magelang hahaa). Salahnya mereka yang mengandalkan saya jadi peta berjalan :P


Baru 3 kilometer perjalanan, hujan deras sudah mengguyur Kota Semarang. Tapi kami tidak pantang menyerah. Perjalanan kembali dilanjutkan dengan masing-masing orang memakai jas hujan. Sesampainya di Bawen, kami sempat bernapas lega karena tidak ada jejak hujan sedikitpun. Eh sampai di Salatiga hujan lagi. Daerah Kopeng hingga Getasan nggak hujan. Hingga akhirnya kami tiba di tempat parkir Air Terjun Grenjengan Kembar (tempat parkirnya berada persis di depan masjid), hujan deras mengguyur. Apakah kami menyerah lalu pulang? Apakah kami menunggu hujan reda? Tentu saja tidak.

Jauh-jauh dicapai dari Semarang, hujan deras tidak sedikitpun menyurutkan niat kami berburu air terjun. Gimana caranya? Seorang teman menyarankan memakai jas hujan. Iya! Jalan kaki pakai jas hujan menuju air terjun. Gila? Banget! Tapi dengan patuhnya, kami 3 orang lainnya juga ikut-ikutan. Pada dasarnya kami berempat kalau udah bareng-bareng kayaknya emang nggak punya urat malu. Setelah membayar retribusi sebesar Rp 3.000,- per orang dan Rp 2.000,- untuk parkir sepeda motor, kami melanjutkan dengan jalan kaki.


Melewati sebuah jalan yang mirip lorong, karena atasnya dibangun undakan menuju ke makam. Di tengah perjalanan kami menjumpai gazebo yang digunakan pengunjung lain untuk berteduh. Kami tetep aja jalan kaki pakai jas hujan, sebodo amat lah apa kata orang. Melewati jembatan yang terbuat dari bambu. Di depannya ada pertigaan, kami ambil ke kiri melewati jalan yang sudah dibeton. Ikuti terus jalan tersebut hingga memasuki hutan pinus.



Ujung jembatan ada pertigaan, belok kiri

Abaikan orangnya!

Di sekitar hutan pinus ini ada kamar mandi yang luarnya di-cat unik. Polkadot gitu. Bagus juga buat poto-poto, sayangnya selalu ada tangan-tangan jahil yang merusak keindahannya dengan mencoret-coret tembok tersebut. Setelah mampir sebentar, kami lanjutkan perjalanan menuju air terjun. Ternyata banyak juga pengunjungnya, tapi mereka semua berteduh di gazebo-gazebo yang sudah dibangun.

Latarnya bangunan kamar mandi :D

Sudah terlihat dari namanya “Grenjengan Kembar”, maka air terjun ini memiliki 2 aliran yang saling berdekatan. Jika di Curug Kembar Baladewa Kecamatan Banyubiru, aliran airnya tertutup salah satu, maka di Grenjengan Kembar ini kedua aliran air terjunnya sangat jelas kelihatan.


Air terjun yang pertama, seperti bertingkat. Tingginya mungkin lebih dari 10 meter. Musim hujan seperti ini, airnya cukup deras. Di ujungnya ada batu yang seolah membelah aliran air yang akan jatuh menuju sungai. Semoga batu itu kokoh dan jangan sampai ada bencana longsor. Amin.




Air terjun yang kedua berada di sebelahnya, hanya dibatasi dengan tebing yang penuh tanaman. Air terjun yang ini lebih tinggi dibandingkan dengan yang pertama, namun aliran airnya lebih sedikit.



Berasa private waterfall gitu deh, karena cuma kami berempat yang bermain-main di air terjun. Tetep pakai jas hujan! Hehee :D

Oh ya, di sekitar genangan tempat jatuhnya air terjun yang bertingkat, terdapat pasir yang halus. Nggak luas sih, tapi berasa kayak di pinggir pantai.

Belakang kami kayak di pinggir pantai

Air Terjun Grenjengan Kembar terletak di Dusun Citran, Desa Munengwarangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Keberadaan air terjun ini masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu.



Rute di atas adalah perjalanan dari rumah

Jadi, kapan kamu akan berkunjung ke sini? Misalnya saja kalian berkunjung ke Gardu Pandang Ketep Pass, bisa lho mampir ke Air Terjun Grenjengan Kembar :D

2 komentar:

  1. Momentnya pas, ujan-ujan ke curug hahhahahhahha. seru banget :-D

    BalasHapus
  2. magelang??? ahhh maaaauu kesanaaaa

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)