Sabtu, 20 Februari 2016

Ada Pelangi di Air Terjun Regunung


Musim hujan gini paling enak ya main ke air terjun.
Entahlah, akhir-akhir ini sedang tergila-gila untuk menelusuri dan menemukan air terjun yang sekiranya belum banyak terjamah orang. Setelah terakhir kalinya sukses keblusuk di Curug Jeglong Kabupaten Kendal, kali ini saya dan kedua teman saya merencanakan wisata ke air terjun seputar Kopeng.

Tapi sebelum kami bertiga berangkat, Ayahnya seorang teman suruh nganterin ke Terminal Tingkir. Yaudah lah, kami sekalian ngikut aja. Sesampainya di Terminal Tingkir, saya mikir-mikir lagi, kok kayaknya mau ke Kopeng jauh banget. Berhubung pagi-pagi ngubek-ubek instagram dan nemu air terjun di daerah Salatiga, aku tawarin aja ke dua teman yang lain. Mereka pun ngikut aja, asal sampai tujuan. Nah, masalahnya saya juga nggak tahu rutenya ke tempat tersebut. Hahaa :D Asal jalan dan nanya-nanya penduduk setempat aja. Pokoknya ancer-ancer dari Alfamart Klero ke timur.


Sampailah kami di pintu masuk Air Terjun Regunung. Terletak di Dusun Krajan, Desa Regunung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Air terjun ini mempunyai banyak nama, ada yang menyebut Jurang Grawah, Curug Belondo, dan yang paling familiar adalah Curug Regunung.

Yang namanya air terjun, pada umumnya terletak di dataran tinggi, daerah pegunungan, atau di dalam hutan. Tetapi uniknya dari Air Terjun Regunung ini adalah letaknya yang berdekatan dengan areal persawahan. Bahkan untuk mendekat di bawah guyuran air terjunnya, harus melewati pematang sawah yang sedang menguning dan siap dipanen.

Tetapi sebelum menyusuri sawah, pengunjung harus menakhlukkan jalanan menurun yang lumayan menguras tenaga kalau pulangnya. Hati-hati licin, karena sebagian jalan tersebut masih berupa tanah liat dan belum dibeton.  Di tengah perjalanan akan melewati sebuah pohon Belanda (yang katanya) berusia 110 tahun. Pohon tersebut batangnya dililit oleh kain batik. Di bagian tengahnya seperti berlubang, nggak seperti pohon-pohon pada umumnya. Dan di dekat pohon ini ada yang menawarkan jasa ojek. Kali aja ada yang nggak sanggup nanjak, bisa telpon ojek. Dijamin bakalan merinding disko. Lah, jalannya aja menanjak bebatuan gitu masa’ mau ngojek?




Dari sini, air terjun sudah terlihat. Iya, kelihatan deket banget, tetapi aslinya masih lumayan jauh juga.


Setelah menggunakan rem kaki (karena jalanan turunan tadi), pengunjung akan disambut oleh pemandangan yang ‘ajegile’. Hijau sepanjang mata memandang. Adem bener dah pokoknya. Tempat itu adalah sawah! Beberapa petani terlihat sedang menggarap sawah mereka.
Untuk mendekat di air terjun, harus melewati sungai. Nggak dalam kok sungainya, paling sebatas betis. Tapi kalau sampai kepeleset kayak temen saya, ya basahnya se-celana hehee :D




Saya kira tempat ini masih sepi dan belum cukup terkenal. Mengingat masih sedikit yang mengulas tentang wisata Air Terjun Regunung. Nggak tahunya sudah banyak pula pengunjung yang datang. Sebagian adalah remaja dan ada pula yang datang dengan membawa keluarga.




Toilet sudah ada di area dekat air terjun, meskipun masih seadanya. Beberapa warung kecil juga sudah dibangun dekat dengan air terjun, lumayanlah untuk mengusir haus dan lapar. Dan yang menarik adalah sebuah kolam buatan yang bisa digunakan anak-anak kecil untuk berenang. Bisa menyewa pelampung. Di tulisannya sih cukup bayar Rp 5.000,-
Adapun petunjuk arah ke Sendang Mojopait, tetapi saya nggak mampir ke tempat tersebut.


Perjalanan ini saya lakukan pada tanggal 17 Januari 2016. Masuk ke lokasi air terjun gratis. Hanya bayar parkir sepeda motor sebesar Rp 3.000,-


4 komentar:

  1. Sedang menunggu liburan nih, baru bisa jalan-jalan :D

    BalasHapus
  2. Kalo dikelola lebih serius lagi (misal ditambah sarana dan prasarana), pasti tambah rame ya Mbak pengunjungnya :)

    BalasHapus
  3. Tempatnya kelihatan menarik, jadi pengen kesana.....

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)