Jumat, 22 Januari 2016

Siapa Tahu Ketemu Jodoh di Pantai Jodoh


Apa yang terlintas pertama kali ketika mendengar kata jodoh? Pasangan hidup? Seseorang yang ketika bertemu dengannya, kita merasa lebih lengkap? Seseorang yang ingin kita ajak bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga?

Kalian udah ketemu jodohnya belum? Hehee :D

Eh, tapi kali ini lagi nggak mau ngomongin jodoh yang itu. Saya mau ngomongin tentang pantai aja. Kenapa tiba-tiba sampai di kata ‘jodoh’? Karena tempat tersebut namanya Pantai Jodoh. Menurut cerita, pantai itu dulunya bernama Pantai Buntu karena terletak di Dukuh Buntu, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Seiring perkembangan waktu, entah kenapa namanya diganti menjadi Pantai Jodo / Jodoh.


Mungkin untuk “menjual” tempat wisata itu kali ya? Biar dikunjungi banyak orang. Mungkin juga karena yang datang kebanyakan pasangan muda-mudi.

Sebelum dilanjut bahas tentang pantai, saya mau cerita gimana bisa kesasar sampai tempat ini. Boleh kan?

Jadi waktu itu hari Sabtu tanggal 26 Desember 2015, saya kerja setengah hari. Pulang kerja sekitar pukul 13.00 saya pengen ke pantai. Siang-siang ke pantai, gila aja! Maka dipilihlah Pantai Jodoh (kurang lebih 55 km dari tempat kerja di Semarang Barat) yang mungkin perkiraan saya akan sampai di sana agak sore. Nggak tahunya sejam lebih dikit udah sampai. Matahari masih semangat memancarkan cahayanya. Panas bangeet!

Melewati hamparan sawah

Sebelum masuk ke kawasan pantai, pengunjung akan ditarik tiket masuk. Saya sendirian dan naik sepeda motor cuma bayar Rp 3.000,- murah kan?


Meskipun sama-sama di pesisir utara Pulau Jawa, jangan samakan Pantai Jodoh ini dengan pantai-pantai di Jepara seperti Pantai Bandengan karena jelas beda. Apalagi jika dibandingkan dengan pesisir selatan seperti pantai-pantai di Gunung Kidul, jelas beda banget! :D
Pantai Jodoh berpasir cokelat. Bukan pasir hitam seperti yang ada di Pantai Maron Semarang, bukan pula pasir putih seperti di Pantai Bandengan. Pantai ini pun sangat luas, memanjang ke timur dan barat.


 
Di pantai ini, sepanjang mata memandang hanya ada hamparan pasir di bibir pantai. Saya kok nggak lihat ada karang layaknya karang-karang yang eksotis di Pantai Benteng Portugis ya? Atau ada di sisi lain dari pantai ini yang kebetulan belum terjamah sama saya?


Yang paling menarik bagi pengunjung? Tentu saja berpose di depan icon “PANTAI JODO”
Demi mendapatkan tulisan ‘PANTAI JODO’  yang sepi dari orang-orang yang berfoto, saya rela nunggu agak lama. Banyak juga yang berminat selfie berlatar tulisan, saling silih berganti.


Udara di sekitar pantai terasa segar. Di bawah pohon-pohon cemara yang tumbuh berjajar, telah disediakan beberapa tempat duduk. Bisa banget tuh menikmati semilir angin di bawah pohon sambil melihat hamparan pasir dan pantai.



Meskipun jauh dari peradaban (jauh dari jalan raya, maksudnya) sudah ada warung-warung menjajakan makanan serta minuman. Banyak juga pedagang kaki lima yang bergerobak. Fasilitas lainnya sudah tersedia kamar mandi dan musholla.
Di dekat icon “PANTAI JODO” ada mainan untuk anak-anak seperti perosotan dan ayunan. Mungkin balita akan senang jika diajak jalan-jalan ke tempat ini.

Fasilitas

Akan tetapi, sebelum menikmati segala pesona yang ditawarkan oleh Pantai Jodoh, tentu saja pengunjung harus tahu jalan ke sana. Nggak susah sih, cuma ribet. Apa bedanya ya? Hehee :D
Untuk menuju ke Pantai Jodoh hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi. Dan nggak ada satu pun petunjuk arah dari jalan raya.

Jika dari Semarang, ambil arah ke barat menuju Kendal. Setelah sampai di perbatasan Kabupaten Kendal, akan melewati sungai Kuto dan gapura (yang bentuknya seperti daun) selamat datang Kabupaten Batang. Dari situ masih lurus hingga ketemu traffic light pertama. Belok kanan di pertigaan tersebut, masuk ke Jl. Kebondalem. Dari sini kurang lebih 11 km lagi untuk bisa sampai ke pantai, melewati rumah penduduk, hamparan sawah, menyeberang rel kereta api, melewati rumah penduduk lagi, hamparan sawah lagi, hingga bertemu lagi dengan rel kereta api tapi di sisi kiri jalan.

Kalau nemu beginian, berarti nggak kesasar :D

Nah, kalau udah ketemu sama rel kereta api di sisi kiri jalan, maka pantai tak jauh dari situ. Kondisi jalanan sih sudah beraspal, walaupun di beberapa tempat masih berlubang dan ada juga yang parah banget rusaknya. Mungkin masukan buat Pemkab setempat untuk memperbaiki jalan sekaligus bikin rute menuju lokasi wisata.

Sudah saya kasih tahu kalau dari jalan raya nggak ada petunjuk arah sama sekali kan? Memang susah sih, mengingat jalan yang berbelok-belok dan banyak gang. Untuk yang bisa baca peta menggunakan google maps, bisa tuh dipraktekkan. Atau lebih amannya sih nanya penduduk lokal.

Satu-satunya petunjuk

Tempat wisata di daerahmu ada yang namanya ‘lucu’ juga nggak sih?

2 komentar:

  1. pantai jodoh :)))) bagi para jomblo sangat disarankan untuk datang ke tempat ini :D

    BalasHapus
  2. Wahah aku baru tau lho kalau ada nama pantai seperti ini ^^

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)