Rabu, 06 Januari 2016

Museum Ranggawarsita Semarang


Kamu suka wisata sejarah? Enggak? Kenapa? Mengingatkan pada masa lalu yang sudah seharusnya ditinggalkan berlalu? Pengen cepet move on? *eh.
Tapi nggak ada salahnya kan kalau menyambangi museum paling lengkap di Kota Semarang?

Tempat itu bernama Museum Ranggawarsita, tetapi lidah Jawa biasa menyebutnya Ronggowarsito. Nama ini diambil dari nama salah satu pujangga Indonesia, Raggawarsita, yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan. Museum Ranggawarsita atau Museum Negeri Propinsi Jawa Tengah diresmikan pada tanggal 5 Juli 1989.



Sebelum mengunjungi Museum Mandala Bhakti, hari itu Selasa 15 Desember 2015 saya menyempatkan diri pagi-pagi sekitar jam 8.30 berkunjung ke Museum Ranggawarsita.


Museum Ranggawarsita beralamat di Jl. Abdulrahman Saleh No. 1 Kalibanteng Kulon, Semarang, Jawa Tengah. Lokasi ini sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, karena tepat di seputar bundaran Kalibanteng yang sekarang ini sudah dibangun flyover.

Tampak depan, Museum Ranggawarsita bergaya Joglo. Di sebelah kiri terdapat sebuah kereta yang ditarik empat ekor kuda dengan warna berbeda-beda, dimana kereta itu ditumpangi sais dan seorang ksatria yang memanah. Di sisi kanan kiri pintu masuk museum, terdapat sepasang arca dwarapala. Lebih masuk ke dalam lagi, pengunjung bisa menemukan Patung R. Ng. Ronggowarsito yang diresmikan pada tanggal 22 Mei 1992.
Adapun gedung pertemuan yang biasanya digunakan untuk berbagai acara seperti Museum Mart 2015.





Museum ini dibuka setiap hari, termasuk hari Minggu. Namun, masing-masing hari memiliki jam buka yang berbeda. Saya sempat bertanya kepada petugasnya, tapi lupa. Hehee, maaf :D
Biaya masuk sangat murah, untuk orang dewasa hanya membayar Rp 4.000,- saja.

Bangunan museum ini memiliki 4 gedung (gedung A, B, C, dan D) yang masing-masing terdiri dari 2 lantai. Sangat luas, bukan?

Gedung A lantai 1 
Memasuki gedung, langsung disuguhi beraneka macam kaset-kaset lawas. Tahu kaset kan? Iya, kaset yang itu. Tahu? Kalau tahu, berarti fix, Anda tua! :D


Ruangan ini namanya Museum Musik Musik Indonesia Ranggawarsita. Baru dibuka tanggal 2 November 2015. Berisi barang-barang yang berhubungan dengan musik pada jaman dulu, seperti gitar, CD, pemutar CD, serta banyak sekali koleksi kaset. Selain itu juga ada radio dan kamera. Sayangnya, belum ada penjelasan detail mengenai nama-nama koleksi itu. Jadi saya bingung menyebutnya gimana, lha wong nggak tahu namanya :D



Berjalan lagi ke ruangan selanjutnya, terdapat beraneka macam batuan. Batu di sini berbagai macam bentuk, mulai dari yang besar yang dibiarkan menghampar di lantai hingga yang kecil-kecil yang disimpan di dalam sebuah etalase.



Di ruangan ini juga terdapat sebuah goa buatan. Bisa tembus kok (tembus di ruangan yang sama), tapi ya nggak panjang, paling cuma berapa meter aja.


Yang paling menarik di sini adalah sebuah meteorit yang ditemukan di Mojogedang, Kabupaten Karanganyar tahun 1984.


Di dekat goa buatan terdapat tangga untuk naik ke lantai 2, akan tetapi ditutup sebuah meja. Kemungkinan pengunjung dilarang naik ke lantai atas. Kenapa? Ya saya kurang tahu juga, nggak nanya sih, hehe.


Tenang, penelusuran museum ini masih jauh dari kata selesai.

Dari gedung A, ada sebuah lorong yang menghubungkan ke gedung selanjutnya. Persis di depan lorong tersebut muncullah kedua sosok seperti ini…



Gedung B lantai 1

Ada sekitar 11 jenis gajah yang pernah hidup di dunia. Namun demikian, sekarang hanya tinggal 2 jenis gajah yaitu gajah Asia dan gajah Afrika. Ukuran gajah Asia lebih kecil daripada gajah Afrika.

Rangka gajah modern  ini merupakan salah satu gajah Asia yang pernah hidup di kebon binatang Tinjomoyo sekitar tahun delapan puluhan. Ia direkonstruksi kembali oleh IKIP Jurusan Biologi dan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita.

Koleksi lain berupa fosil gading stegodon. Ditemukan pada tahun 1982 di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Gajah Stegodon diperkirakan hidup sekitar 1.5 juta tahun yang lalu. Matinya hewan ini karena letusan gunung Muria Purba.


Selain mamalia, ada juga fosil reptilia seperti fosil kura-kura dan fosil kepala buaya. Serta ditampilkan pula fosil kayu. Ketiganya berasal dari Sangiran, Kabupaten Sragen.

Adapun beberapa evolusi tengkorak, namun hanya replikanya saja. Di antaranya yaitu fosil kepala Pithecantropus tanpa rahang dan fosil yang ditemukan di Sangiran tahun 1969.
 
Selain itu ada kepala manusia modern yang diambil dari salah satu kuburan di Semarang Tengah tahun 1980. Bentuk kepala lebih besar daripada kepala Pithecantropus Erectus, volume otak juga lebih besar.


Seiring dengan kemajuan aktivitas kehidupan dan perkembangan pola pikir, maka lahir pula budaya material yang mempermudah kehidupan mereka. Budaya material tersebut berupa peralatan-peralatan seperti kapak lonjong, kapak persegi, flake, stone ball.

Di sudut ruangan terdapat replika dua manusia purba yang sedang berburu lengkap dengan sebuah goa.



Masih di gedung B lantai 1, namun ruangan yang selanjutnya yaitu masa klasik Jawa Tengah.
Masa Klasik di Indonesia ditandai dengan masuknya pengaruh Hindu-Budha yang membawa bangsa Indonesia memasuki Jaman Sejarah. Dari masa klasik tersebut banyak sekali peninggalan-peninggalan yang masih tersisa. Selain ditemukan banyak prasasti, ditemukan pula peninggalan seperti candi, arca, dan berbagai macam benda lainnya.



Di dalam Museum Ranggawarsita juga terdapat Maket Candi Prambanan dan Maket Candi Borobudur. Adapun sebuah replika dari Prasasti Canggal yang ditemukan di Candi Gunung Wukir, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Prasasti Canggal (Replika)

Selain di dalam gedung B lantai 1, peninggalan masa klasik Jawa Tengah juga banyak terdapat di halaman dalam museum. Seperti atap candi, kala, yoni, lingga, arca ganesha, nandi, dan lain sebagainya.



Kiranya sudah terlalu panjang untuk postingan ini, padahal masih banyak koleksi-koleksi di Museum Ranggawarsita yang mau saya share. Lain waktu disambung lagi untuk aneka koleksi di dua gedung yang lainnya ya :)

Baca selengkapnya Museum Ranggawarsita Part 2

3 komentar:

  1. Aku belum pernah ke sini heheehheh, ada waktu pengen keliling museum di Jateng :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga kepikiran gitu mas, pengen jalan2 keliling museum. Di Jogja ada banyaaak :)

      Hapus
  2. Sooo beautiful, turis yang suka seni *kayak aku*
    wajib kesini nanti kalau main kesini yah haha

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)