Selasa, 12 Januari 2016

Museum Ranggawarsita Semarang - Part 2


Sebelum baca posting tentang Museum Ranggawarsita part 2 kali ini, mungkin ada baiknya terlebih dahulu mengetahui edisi sebelumnya di sini:

Nah, sekarang dilanjut lagi eksplorasinya…

Gedung C lantai 1

Di ruangan ini adalah koleksi museum masa kolonial, yaitu semenjak kedatangan Bangsa Portugis pada tahun 1511. Berbagai macam perlawanan telah dilakukan untuk mengusir bangsa kolonial. Tentu saja berdampak pada kehidupan masyarakat yang dilihat dari tinggalan budayanya berupa benteng, bangunan kantor kolonial, alat transportasi, persenjataan, alat rumah tangga, keramik, dan lain-lain.

Meriam Sulut dan Meriam Kecil

Adapun berbagai diorama yang menggambarkan perlawanan rakyat Indonesia terhadap bangsa kolonial khususnya di Jawa Tengah. Salah satunya yaitu pertempuran 5 hari di Semarang, Peracunan tendon air di Siranda Semarang, Jenderal Sudirman bergerilya, dan lain-lain. Bahkan ada juga tandu yang digunakan Jenderal Sudirman untuk bergerilya pada saat beliau dalam keadaan sakit.

Diorama Pertempuran 5 hari di Semarang

Selain itu juga ada beberapa senjata tradisional yang digunakan untuk mengusir penjajah, bendera kebangsaan, aneka macam peralatan kesehatan, dan lain sebagainya.

Di gedung ini terdapat sekat yang membatasi dengan sebuah ruangan yang sepertinya peninggalan Islam. Terdapat maket Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus. Gerabah, seni hias terakota, jambangan (wadah air), padasan ( tempayan tempat air wudhu), dan mimbar khotbah Masjid Ki Ageng Selo.

Padasan Sunan Bayat, Seni hias Terakota, dan Gerabah

Gedung C lantai 2

Disebut juga koleksi Ethnografika. Koleksi Ethnografika Museum Jawa Tengah Ranggawarsita menyajikan benda-benda atau hasil budaya dari seluruh Jawa Tengah.

Di sini terdapat koleksi berbagai miniatur  seperti pawon / dapur pada masa lalu, orang sedang menumbuk padi, pembuatan gerabah. Adapun miniatur transportasi tradisional seperti saradan (alat yang digunakan sebagai sarana pengangkut batangan glondongan kayu dengan  ditarik oleh dua ekor lembu), gerobak kerangkeng sebagai sarana transportasi darat, serta perahu dan jangkar sebagai sarana trasportasi air.

Miniatur pawon / dapur

Keris menjadi salah satu koleksi di Museum Ranggawarsita. Beraneka ragam bentuk dan fungsinya. Keris mendapatkan penghargaan dari UNESCO sebagai The Masterpiece of Oral and Intangible Haritage og Humanity pada tanggal 25 November 2005.
Adapun miniatur tempat kerja tradisional pembuatan keris, tombak, atau senjata pusaka lainnya, bernama Besalen.


Selain itu, koleksi tekstil yang menampilkan alat tekstil tradisional (alat tenun bukan mesin / ATBM) juga termasuk dalam koleksi Ethnografika.
Di dekatnya, terdapat Pasren (bentuknya lebih sederhana dibanding yang ada di koleksi Museum Sonobudoyo) atau krobongan yang fungsinya untuk menghormati Dewi Sri (Dewi Padi), tempat upacara pengantin, tempat sakral dan menyimpan benda-benda pustaka.

Pasren

Di gedung ini ternyata tembus ke gedung lainnya.

Gedung B lantai 2

Memasuki ruangan ini langsung disambut dengan hamparan berbagai macam keramik yang dinamakan koleksi Keramologika, yaitu berupa benda dari tanah liat yang dibakar. Disebut juga gerabah, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Di sini, koleksi keramik terbagi menjadi Keramik Asia dan Keramik Lokal.



Selain keramik, koleksi batik juga menempati gedung ini. ditampilkan beraneka ragam motif batik Jawa Tengah. Sekaligus ada peralatan yang digunakan untuk membatik.


Di ujung dekat dengan koleksi keramik, terdapat dua buah etalase besar yang isinya koleksi flora dan fauna yang diawetkan. Ada juga fosil di dalam etalase tersebut. Mungkin koleksi ini pindahan dari gedung lain kali ya?


Menyusuri Museum Ranggawarsita dari gedung ke gedung memang menguras tenaga. Luas, bikin capek, dan agak merinding. Lha wong tempatnya agak gelap. Mungkin kalau sendirian jalan-jalan masuk ke ruangan demi ruangan kelihatan singup. Untungnya waktu saya ke sana ada pengunjung lain. Yaudah, dibarengin aja :D

Oh ya, masih ada 3 ruangan lagi yang belum sempat diulas. Disambung ke Museum Ranggawarsita (3) yaa :D

2 komentar:

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)