Jumat, 14 Agustus 2015

LDR-lah, Jika Gagal Ikhlaskanlah


Kau tahu apa itu LDR?
Benar, Long Distance Relationship
Sebuah hubungan yang mengutamakan komunikasi bukan ego dan gengsi

LDR itu semacam available, tapi terikat komitmen.
Semacam punya gandengan untuk dipamerin, tapi single.

Aku pernah dua kali berpacaran jarak jauh. Yang pertama cuma beda provinsi aja tapi masih satu pulau. Hasilnya, GAGAL!
Stop ya, jangan bahas yang ini lagi. Ntar ada yang tersinggung :p

Yang kedua udah beda pulau, alhamdulillahnya masih di Negara yang sama. Ya walaupun terhalang perbedaan waktu 1 jam, terhanyal signal operator selluler pula. Hasilnya, GAGAL juga.

Kenapa? Setelah instrospeksi diri, banyak masalah dalam LDR yang kebanyakan berasal dari aku sendiri. Orangnya yang ada di dalam hubungan jarak jauh itu sendiri, bukan keadaan atau faktor-faktor lain yang ada di sekitarnya.

Iya, faktor utama penyebab kegagalan Long Distance Relationship adalah pelakunya.

Yang satu maunya minta dihubungin terus, yang satu pengen bebas sama orang-orang yang lain. Bahkan kadang kalau enggak dihubungin duluan, nggak pernah menghubungi. Kalau keduanya nggak ada yang ngalah ya hancurlah hubungan yang mereka bangun. Udah jauhan, marahan pula. Kan enggak enak.

Bisa dibilang masalah komunikasi adalah ukuran berhasil atau gagalnya dalam Long Distance Relationship.

Maaf ya Sagittarius, dulu aku masih labil. Sering ngambek nggak jelas. Bahkan [sok-sokan] minta putus. Pas beneran ditinggalin, nyatanya enggak bisa move on. Bertahun-tahun. Sampai detik ini aku menuliskan kalimat-kalimat ini, aku masih terlalu sering menangis merindukanmu. Maaf.

Tanpamu, hidup harus terus berjalan.
Dengan perpisahan tanpa selamat tinggal darimu, aku belajar untuk tidak meledak-ledak. Aku belajar untuk nggak egois. Ternyata nggak egois sama diri sendiri aja susah, apalagi sama orang lain. Tappi aku mau berubah, bukan semata-mata demi kamu tapi demi diriku sendiri.

Aku pernah berfikir, jika suatu saat nanti aku dan kamu bertemu di suatu tempat pada suatu waktu, akankah kamu atau aku yang akan menyapa terlebih dahulu?

Jika kau lebih memilih untuk tetap pergi meski aku meminta kau kembali.
Jika kau terlebih dahulu memikat janji suci bersama perempuan lain.
Aku masih akan tetap belajar. Belajar bagaimana mengikhlaskan seseorang yang selalu kusebut namanya dalam diamku, untuk bahagia bersama dengan orang yang telah dipilihnya.

Seandainya ada yang nanya, dua kali gagal LDR apakah kapok?
Enggak sih. Kalaupun besok-besok diberi kesempatan buat LDR lagi, mungkin Allah memang kasih jalan terbaik buatku dengan belajar melalui kesalahan-kesalahanku terdahulu.


2 komentar:

  1. Salut buat Mbak yang udah dua kali menjalani hubungan jarak jauh alias LDR, saya sendiri juga menjalai hubungan demikian.

    Alhamdulillah sejak menjalani hubungan jarak jauh sejak 2009 sampai sekarang, aku dan doi tetap memegang komitmen.

    BalasHapus
  2. Banyak banget aral yang harus dilewati, mbak haaaa.
    Dinikmati dan berpikir positif :-D

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)