Minggu, 05 Juli 2015

Happy (FAILED) 3rd Anniversary


Untuk:
Kamu, dengan semua kesederhanaanmu.
Kamu, dengan masa lalu yang (masih) membelenggu.


Tidak banyak kalimat yang ingin kusampaikan dalam tulisan ini.
Sebagai pengingat dan tulisan rutin tahunan, hari ini kali ketiga tanggal 5 Juli yang hampa setelah kepergianmu.

Mari kita ulas sedikit tentang kenangan yang pernah kita rangkai berdua. Aku dan kamu. Iya kamu, ‘Sagittarius-ku’.

Persisnya 5 Juli tiga tahun lalu aku menemukan seseorang yang kukira dia adalah pemilik tulang rusukku. Aku bahagia ketika dia menjadi bagian dari hidupku. Kesempurnaan hubungan kita yang menganut paham Long Distance Relationship terlihat ketika kita pertemuan dan perpisahan di bandara.
Tapi, sejak saat itu, sejak pertemuan terakhir kita di bandara, 2013 silam. Kamu tidak pernah kembali lagi. Kamu tidak pernah mengirimi kabar maupun pesan singkat. Aku menderita memikirkanmu. Maaf, ini bukan bualan. Berminggu-minggu aku menunggu, hingga aku sempat bosan dan jenuh.

Syukurlah, Tuhan berbaik hati mempertemukanmu lagi denganku. Meski hanya melalui puluhan bahkan hampir ratusan pesan singkat dan puluhan menit percakapan melalui telepon, aku tidak bisa memungkiri perasaanku sendiri. Aku bahagia. sangat-sangat bahagia. Sayangnya, kebahagiaan itu tidak selamanya harus kurasakan. Kenapa kamu pergi lagi akhir-akhir ini? Kamu menghilang seolah tidak ingin mengenalku seperti tahun sebelumnya. Apakah benar-benar sudah tidak ada yang bisa kita pertahankan lagi dari hubungan yang kemarin?

Sungguh, aku tidak pernah menyangka sebelumnya jika aku mampu bertahan selama ini. Dua tahun lebih, waktu yang mungkin istimewa bagiku untuk menunggu dan berharap.

Tanpamu bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Mengingat kebersamaan yang pernah aku jalani bersamamu, walaupun singkat tapi aku menikmatinya. Menikmati semua kenangan yang pernah tertoreh. Suka, duka, bahkan luka sekalipun.

Entahlah, aku selalu ingin membungkus rapi setiap kenangan bersamamu, sekecil apapun itu.
Dan tidak pernah menyesal selama ini pernah dengan bodohnya menunggumu. Walaupun kamu mungkin tidak tahu…

Oh ya, semalam aku bermimpi (lagi) mendengar suaramu – setelah sekian lamanya tidak pernah memimpikanmu. Mungkinkah mimpi itu adalah pertanda jika rinduku sudah terlalu serius padamu?

Only you, My Sagittarius
 

Dari:
Aku yang (belum) lelah berharap meski diabaikan.
Aku yang (belum) lelah menanti meskipun tidak pasti.
Aku yang sangat rindu dan ingin sekali bertemu denganmu.

2 komentar:

  1. Sungguh kerinduan yang teramat dalam.

    BalasHapus
  2. xixixixi jadi ikut terharu juga :( sangat mendalam sekali

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)