Sabtu, 16 Mei 2015

Dua tahun setelah kepergianmu, aku bisa apa?


Lama banget nggak ngeblog. Kabar baik, Alhamdulillah.

Ngomong-ngomong soal kabar. Kamu apa kabar? Semoga selalu sehat ya. Seminggu tidak menghubungimu rasanya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dua tahun tanpamu. Sudah lama pula aku tidak menuliskan kegelisahan tentangmu. Bukan berarti segala sesuatu yang menyangkut dirimu sudah tidak ada lagi. Bukan berarti perasaan untukmu telah padam. Tapi aku yang terbenam karena tak kuasa lagi menuliskannya.

Masih ingat tanggal 16 Mei? Clue-nya BANDARA. Ah, tempat itu selalu melukiskan luka setiap aku menyebutnya.

Kita pernah jatuh cinta… Jauh sebelum aku merasakan kecewa karena ditinggalkan. Hingga saat ini, dua tahun semenjak kepergianmu, mungkin hanya aku yang masih cinta.
Kita pernah memiliki… Sebelum kau memutuskan untuk menutup segala komunikasi kita aku dan kamu. Terima kasih untuk 5 bulan terakhir yang indah, telah menjadi temanku (lagi).
Kita pernah merindu… Dulu, jauh sebelum pertengkaran-pertengkaran kecil yang tak semestinya terjadi antara kita.

Beribu kali maaf mungkin tidak akan membawamu kembali padaku. Aku tahu.
Kepergianmu mengajariku untuk lebih dewasa, berubah menjadi lebih baik lagi. Aku sudah berusaha merelakanmu, memaafkanmu tanpa dendam. Tapi rasa-rasanya usahaku tidak sebanding dengan hasil yang (ingin) dicapai.

Setiap orang pasti punya caranya tersendiri untuk melupakan. Kau pikir aku akan diam saja, terus menerus mencintaimu yang sudah pergi begitu saja tanpa mengharapkan balasan?
Tidak. Selama ini aku belajar realistis. Apapun yang sudah pergi, mungkin tidak akan kembali.

Dua tahun setelah kepergianmu, aku bisa apa?
Banyak hal yang aku lakukan untuk membunuh pikiran-pikiran liar yang menggerogoti setiap sel otakku. Ketika mulai memikirkanmu, aku berusaha menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap benih-benih kerinduan itu muncul. Banyak hal yang kulakukan.

·         Aku membunuh waktu bersama buku-buku. Menghabiskan weekend di perpustakaan, meminjam beberapa bacaan untuk dibawa pulang. Sekedar rutinitas supaya tak ada waktu senggang. Kadang membeli setumpuk, membaca satu-dua buku bahkan membuat target bacaan dalam sebulan. Hingga koleksi buku hampir satu lemari penuh, tidak mampu mengalihkan sebersit ingatan tentangmu.

·         Aku jadi suka menonton film. Kadang sendirian, kadang bersama teman-teman. Sama seperti ketika aku membaca buku, aku hanya ingin menggunakan waktu luangku tidak untuk memikirkanmu. Download film-film yang padahal sebelumnya aku nggak suka nonton, sampai menyambangi bioskop – sendirian pun sudah biasa. Akan tetapi, kerinduan juga kerap kali menyapa dengan tidak sopannya.

·         Dari jalan-jalan keliling kota sampai travelling ke luar kota. Dan semua hal yang sekiranya mampu mengalihkan duniaku dari kenangan saat bersamamu. Sayangnya aku (selalu) gagal. Ingatan tentangmu nampaknya begitu kuat menancap dalam memori. Memenuhi setiap sela-sela ruang rindu, berhimpit-himpitan menjadi satu dengan cinta yang masih saja dipersembahkan untukmu.

Dua tahun berlalu, bersama usaha-usaha yang kulakukan untuk mengurangi kuantitas rasaku padamu. Ternyata tak menemukan titik temu. Kamu masih jadi segalanya. Masih berdiam dalam kepala, masih jadi yang paling penting dalam hati. Belum ada seorang pun yang mampu menggantikan hadirmu, atau sekedar menggeser tempatmu yang ‘klik’ di hatiku. Belum ada yang bisa.

Meminjam istilah dari kamu:
“Sekuat apapun salah satu pihak mempertahankan kalau satunya terus-terusan mencoba lari juga nggak bakal nyatu. Dalam hubungan itu tidak bisa salah satu aja yang mempertahankan, harus dua-duanya saling mempertahankan.”




Untuk lelaki ‘Sagittarius’ yang menawan hatiku,

Selamat dua tahun perpisahan.
Hatiku sedih mengingat masa-masa itu.
Tapi aku senang kamu tidak lagi menghindariku.

Entah kapan penantianku ini akan terjawab dan berakhir.
Akankah kamu akan menjemput hatiku kembali?

Berceritalah lewat mata karena mata adalah jendela rasa
dan setiap ceritamu adalah cerita tentang rasa.

Izinkan aku berbagi rasa denganmu, Sagittarius.
Karena setelah dua tahun
semua kenangan bersamamu tak kunjung pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)