Senin, 02 Februari 2015

Cinta tak bisa memilih


Untuk lelaki perokok yang pernah memikat hatiku,

Jatuh cinta kepadamu adalah hal yang tidak pernah bisa aku jelaskan dengan gamblang.
Aku pernah bilang aku tidak menyukai bau asap rokok. Aku tidak menyukai orang-orang perokok macam kau ini. Tapi entah kenapa mau-maunya saja aku membenarkan rasa yang aku rawat kepadamu.
Ah, cinta memang datangnya tidak bisa diatur.

Cinta tidak bisa disalahkan pula.
Kamu yang membuatku bahagia dengan apa adanya kamu. Kamu yang pernah menyayangiku dengan sepenuh hatimu. Namun sungguh, aku tak suka lelaki perokok macam kau ini. Tapi aku bisa apa jika cinta pernah nyata adanya? Mengelak? Tidak akan pernah bisa.

Terkadang kita tak bisa memilih – kepada siapa dan seseorang yang bagaimana – kita akan menambatkan hati. Karena cinta datangnya tidak terduga. Tumbuh di hati dengan begitu saja. Meskipun mulut berkata “tidak”, kadang hati membenarkan “iya, sesungguhnya aku mencintainya”.


Dari aku yang tak pernah bisa melupakanmu.





Dibuat untuk #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-4

1 komentar:

  1. aw, cinta suka menutup mata telinga ya, kadang nuranipun tak didengarnya. semoga bersatuuu. semangaaattttt

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)