Sabtu, 31 Januari 2015

Terima kasih, Januari


Untuk Januariku,

Kurasa waktu memang selalu berjalan seirama. Kau nampak begitu istimewa malam itu, menawarkan harapan-harapan baru dan janji-janji indah. Banyak orang berlalu-lalang di antara kita. Suara terompet ramai berseru, diiringi dengan dentum merdu kembang api menghias langit yang sempat mendung. Aku tahu, hadirmu cepat atau lambat akan segera tiba. Aku mengenalmu sebagai Januari 2015.

Pertama kali bertemu denganmu, aku terlalu takut mengenalmu. Aku takut jika aku tidak sanggup menuntaskan resolusi yang telah kubuat sendiri. Di hari pertama setelah bertukar sapa denganmu, aku tidak keluar rumah barang sedikitpun. Mungkin hatiku masih jumpalitan, tak menyangka secepat ini akan memandang fajar pertama persembahanmu.

Aku mencintaimu dimulai dari hari ketiga kebersamaan kita. Januari, walaupun hari itu kau menangis, tetapi senyumku tidak meredup hingga sampailah aku bersama teman-temanku di sebuah tempat yang berjulukan pantai. Terima kasih, saat itu kau sudah memberiku awal kebahagiaan yang tiada terkira. Lelaki itu menyapaku, Januari. Kau tahu? Ya tentu saja kau tahu. Bahkan tanpa aku menceritakannya padamu, kau sudah semestinya tahu. Karena hidupku bersandar sepenuhnya pada pelukmu.

Hingga kesekian hari aku bertemu denganmu, aku benar-benar yakin jika kamu memang tercipta melengkapi hidupku. Menopangku secara tak jemu. Aku pun sadar, Tuhan telah memberiku kebahagiaan juga kesedihan melaluimu. Maaf, aku tidak akan menuliskan kesedihanku bersamamu. Biar saja semua orang tahu jika kau hanya membawa letupan asmara dan tawa untukku, bukan melulu tangis dan rindu. Makanya aku mencintaimu :p

31 hari bersamamu bukanlah hal yang sebentar, bukan pula sesuatu yang sangat lama. Terima kasih sudah berkenan hadir di hidupku. Walaupun aku mencintaimu dengan kadar yang lebih besar dari bulan-bulan sebelumnya, hidupku harus terus berjalan. Aku punya masa depan yang harus kujemput hingga masaku tiba. Perpisahan memang tak selamanya indah, namun perpisahan adalah sebuah keharusan. Jangan khawatir, dalam 334 hari lagi aku akan mengunjungimu kembali, Januari.

Oh ya, terima kasih juga sudah mengenalkanku dengan Februari. Rencananya esok hari aku akan menemuinya.


Sampai bertemu kembali dengan aku yang akan mencintaimu lagi, Januari.





Dibuat untuk #30HariMenulisSuratCinta Hari ke-2

2 komentar:

  1. :D waah, akhirnya janjian ketemu? trus jadian? ihihihi
    nulis lagi yaaaa

    BalasHapus
  2. Keren kak tulisannya, semangat :)

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)