Jumat, 12 September 2014

[Review] : "Malam Minggu Miko Movie"


Gambar dari malamminggumikomovie.com

Setelah sukses membintangi beberapa film yang diadopsi dari novelnya, Raditya Dika menyutradari sebuah film remaja komedi berjudul Malam Minggu Miko. Tak hanya itu saja, sosok absurd  yang satu ini – Raditya Dika – juga memerankan tokoh Miko dalam filmnya itu, sekaligus penulis cerita. Wihh hebat banget tuh si Radit.

Buat penggemarnya Raditya Dika, pasti udah pernah dong nonton Malam Minggu Miko di youtube? Iya, film yang pendek banget itu. Tapi Malam Minggu Miko yang ini beda. Durasinya 90 menit dan tayang di bioskop mulai 11 September 2014.

Kamis hari pertama tayang Malam Minggu Miko The Movie aku memutuskan untuk menonton di bioskop Citra 21 Semarang. Ambil jam terakhir tayang pukul 20:40. Berdua dong, tapi bukan sama pacar.

Potongan tiket

Jadi Malam Minggu Miko Movie menceritakan tentang Miko (Raditya Dika) yang selalu dilanda kegalauan karena jomblo selamaaaa… (kayaknya nggak usah dibahas), karena sering ditolak cewek. Miko lagi jatuh cinta sama Anna (Mentari De Marelle). Dan berharap malam Minggunya kali ini bakalan lancar.

Rian (Ryan Adriandhy) teman sekontrakan Miko yang sempat berpetualangan dan mempunyai profesi baru yaitu menjadi stand up comedian di perahu-perahu. Tiba-tiba saja datang kembali mengingatkan masa-masa SMP yang katanya ada “kutukan” yang membuat Miko selalu gagal soal percintaan. Maka, Rian membantu Miko melacak siapa teman-teman SMP mereka yang menulis “gak bakal cinta-cintaan” di jas lab biologi milik Miko.

Dan Dovi (Andovi da Lopez) yang bermasalah dengan kuliah hukumnya harus menemani 3 dosen asing untuk persyaratan lulus ujian. Dia mendapatkan tugas dari dosennya untuk menemani Alexandra, Haruki, dan Mamadi untuk berkeliling Jakarta hingga kembali sesuai target.

Sedangkan pembantu setianya, Anca (Hadian Saputra) harus lulus ujian ‘menjadi pembantu yang sempurna’ dari keluarganya untuk bisa menikah dengan Atiek.

Menurutku, film Malam Minggu Miko ini layak banget ditonton. Nggak nyesel deh pokoknya ngeluarin uang buat nonton di bioskop. Yang bikin nyesel tuh kalau nggak bisa nonton. Udah gitu aja sih. Film ini khas Radit banget yang absurd dan kocak. Asli nggak bikin boring. 90 menit dalam bioskop aja nggak berasa lama.

Gambar dari @MikoMovie

Berdua bersama Rian, Miko melacak teman-teman SMP yang satu kelompok dengannya. Dimulai dari Boy (Babe Cabita) yang membuka Wedding Organizer bersama istri. Febby yang dulunya feminim, sekarang menjadi bodyguard. Zeta calon DPR yang punya dukun santet (Arie Kriting). Dan Dira.

Tetapi keempatnya tidak ada yang mengaku. Jadi sebenarnya siapa yang menulis di jas lab biologi milik Miko? Apa benar ada kutukan?

Sementara ujian yang dibebankan kepada Anca satu per satu mulai terlewati. Dovi pun bisa dibilang sukses menemani dosen asing berkeliling Jakarta, walaupun cuma di Kota Tua.

Dimeriahkan pula dengan akting D-VVOW dengan lagu barunya yang masih aneh berjudul semangka. Benakribo dan Uus juga ada lho *skip aja deh ya *hihiipiss ^_^
Scene yang masih nempel banget di kepala yaitu adegan Haruki bersama vas nya yang berasa ‘soulmate’ dan Mamadi yang ketakutan Ondel-Ondel. Bikin ngakak banget deh, yakin.

Walaupun mengangkat tema komedi Indonesia, Radit masih memperhatikan pesan yang ingin ia sampaikan dalam filmnya tersebut. Intinya nggak cuma buat seru-seruan dan kocak-kocakan aja sih. Tapi teteeeup ada makna yang tersirat di dalamnya. Pelajaran untuk hidup yang lebih baik. Nggak cuma buat jomblo ya, tapi untuk universal.

Cuplikan dialog yang nyesss banget:
“Jangan-jangan gue nggak selamanya bener ya?”
“Kalau lo emang ngerasa nggak cocok sama seseorang, ya selamanya lo akan ngerasa nggak cocok terus. Sampai ada yang tiba-tiba ngerasa cocok buat lo”
“Laki-laki sejati harus tahu apa yang pantes buat dia”

Udah deh ya, nggak mau banyak-banyak nulis. Takutnya spoiler ntar. Boleh lho dicobain sensasi ketawa lepas di bioskop nonton Malam Minggu Miko…


“Malam Minggu bisa punya arti yang berbeda-beda.
Buat seseorang, malam Minggu bisa berarti memilih yang terbaik buat kita, yang bisa membuat kita bahagia.
Sebagai orang lain, malam Minggu bisa berarti terwujudnya keinginan lamanya.
Tapi bisa berarti juga bahwa kita butuh hal yang lebih dari sekedar ingin gaya.
Malam Minggu juga bisa berarti kehilangan orang yang kita mau, baru tanpa sadar ketemu orang yang kita butuh.” – dialog by Raditya Dika

6 komentar:

  1. Gue yang nonton aja banyak lupa soal prolog Miko. Gue sih ketawa ngakak pas pacar terakhirnya di malam minggu miko operasi kelamin di thailand.

    BalasHapus
  2. mantap dah resensi filmnya josh dah raditya dika

    BalasHapus
  3. Banyak tayangan yang kurang bagus, tapi ini salah satu yang cukup menghibur :-)

    BalasHapus
  4. ketawan kalo orang semarang nih . nontonnya di citra . hheee .. apal benerr sama dialog nya mbak -___-

    BalasHapus
  5. wah bener nih .. saya penggemar radit dari bukunya saya pernah baca semua ..haha

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)