Kamis, 27 Februari 2014

[Review] "Jomblo - Sebuah Komedi Cinta"



Agus Gurniwa, pemuda kurus ceking, anak terkutuk jomblo dari Jakarta yang mengidap penyakit kurang percaya diri dan mudah salah tingkah.
Doni Suprapto, tipikal anak gaul dari Jakarta yang kehidupannya dipenuhi dengan seks dan hedonisme. Berkulit cokelat, berbadan gempal, penuh percaya diri.
Olfiyan Iskandar, pemuda asal Langsa – Aceh. Postur tubuh yang tinggi, tegap, dan memiliki otot perut lelaki.
Bimo, makhluk hitam bertampang kriminal dengan rambut keriting gagal.

Dan inilah cerita mereka…

Dimulai dari hobi mereka berempat yang suka nongkrong di kampus UNJAT (Universitas Negeri Jatinangor) yang berbanding terbalik dengan kampusnya di UNB (Universitas Negeri Bandung). Kenapa berbanding terbalik? Karena di UNJAT lebih banyak makhluk bening berinisial cewek daripada di UNB.

“Hal yang paling memalukan di dunia ini adalah terekspos menjadi jomblo dan jual pesona di kampus orang lain” – halaman 5

Olfiyan Iskandar atau sebut saja Olip. Ia naksir dengan anak biologi 96 bernama Asri kurang lebih 2 tahun, tapi nggak cukup punya keberanian untuk ngajak kenalan. Hari Rabu adalah harinya Olip untuk memandangi Asri yang sedang makan di kantin tengah. Cuma memandangi, nggak ngajak kenalan.

Agus, akhirnya menemukan (calon) pendamping yang sesuai dengan kriterianya yaitu bersifat keibuan. Dia adalah Rita, anak jurusan Management UNJAT yang pernah menjadi teman Agus di SMP. Sepertinya keduanya mulai cocok dan berpacaran. 9 bulan bersama dengan Rita, Agus merasa dirinya tidak mampu lagi memenuhi keinginan Rita si ratu drama. Ya, seperti yang dibilang Doni, kadang wanita bisa jadi makhluk yang rumit dan kompleks.

Dalam keadaan seperti ini, Agus bertemu dengan Lani, anak jurusan Teknik Industri 96 yang kemudian membawanya menuju perasaan yang disebut jatuh cinta. Agus yang merasa sudah tidak dimengerti lagi oleh Rita, memutuskan utnuk mendekati Lani. Nekat menggunakan kostum ayam di kampus untuk mendapatkan alamat dan telepon Lani. Lani pun leleh dengan semua yang dilakukan Agus, hingga akhirnya mereka berselingkuh.

**Disini saya baru sadar kenapa cover depan “JOMBLO” bergambar ayam. Kirain hanya sebagai hiasan saja, ternyata ada cerita dibalik covernya. Bagus bagus.

Selanjutnya Bimo, perkenalannya dengan cewek berawal dari telepon salah sambung. Cewek itu bernama Febi. Beberapa hari saling menelepon satu sama lain hingga akhirnya mereka sepakat ketemuan di sebuah tempat les. Bimo menyapa Febi yang bersweater merah tetapi ditolak mentah-mentah dengan bilang “bukan, saya bukan Febi” padahal jelas-jelas itu dia. Patah hatilah manusia itu.

Doni, eh ternyata dia makan teman sahabat sendiri. Diam-diam Doni berpacaran dengan Asri – bidadari pagi Olip – yang dikenalnya pada acara Bubble Party di diskotik. Sebuah hubungan, pengkhianatan kepada sahabatnya.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan persahabatan mereka nggak seperti biasanya. Saling menghilang satu sama lain dengan alasan sibuk. Padahal sibuk pacaran, hehehee.
Meski tanpa nasehat ini itu dari Doni, Olip memutuskan untuk berkenalan dengan Asri tetapi ditolaknya. Asri bilang udah punya pacar. Tanpa Olip tahu kalau pacarnya itu adalah sahabatnya sendiri.

Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
Apakah Doni dan Asri akan berpacaran sembunyi-sembunyi selamanya dari Olip? Dan bagaimanakah persahabatan mereka selanjutnya?
Lalu, bagaimana dengan Agus yang berselingkuh dengan Lani, apakah ia mampu menyelesaikan masalahnya dengan Rita atau selamanya hidup menyembunyikan Lani?
Bimo? Entahlah.

“Dia sadar betul bahwa ketidakcocokan pasti ada. Manusia tidak diciptakan sama. Manusia diberi tantangan oleh Tuhan berupa perbedaan dan diberi kecerdasan dan kedewasaan untuk menyesuaikannya” – halaman 200

**Untuk menghargai karya dari penulis, saya tidak ingin spoiler disini. Bagi yang penasaran dengan cerita selanjutnya bisa ditengok dan dibaca-baca, syukur-syukur kalau mau beli. Eitss, dihimbau untuk yang sudah cukup umur ya? :D

**Menurut saya, 211 halaman untuk novel “JOMBLO” ini rasanya kurang banget. Konfliknya masih menggantung, belum sepenuhnya selesai. Harusnya sih masih ada “JOMBLO” part 2 yang lebih kece. Bang Adhit ayo dong bikin kelanjutannya :p


Keterangan buku:
Judul                     : Jomblo
Penulis                   : Adhitya Mulya
Desain sampul        : Jeffri Fernando
Penata letak           : Landi A. Handwiko
Halaman               : xii + 212 hlm ; 13 x 19 cm
Penerbit                 : Gagasmedia
Cetakan                 : Keduapuluh, 2013
ISBN                      : 979-780-685-5

1 komentar:

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)