Kamis, 16 Januari 2014

Day 22 : Future in Imagination...

Sebelum memulai menuliskan tantangan hari ke-22, saya mau minta maaf dulu pada teman-teman yang selama ini stalking blog saya (kepedean : mode on) hahaaa. Maaf kalau 4 hari nggak ada tulisan terbaru di blog ini, itu semua karena saya pergi ke Jogja dan nggak ada fasilitas buat posting :( *nggak penting juga sih diceritain*. Hmmm, ngerasa hambar juga sih nggak ngetik-ngetik gitu, mengingat challenge yang harus diikuti ini kurang 9 hari lagi. Duh, sesuai target nggak ya??

Yaudah lah, mending to the point aja ke tantangan hari ke-22. Sebenarnya males banget mau nulis ini, tapi nggak bisa di skip juga kan? Kenapa males? Ya karena menurut saya, “ini tema macam apa coba?” bikin mikir banget dan berimajinasi. Oke, saya kasih tau temanya yaa…
“Deskripsikan pesta pernikahan yang kamu impikan”

link

Baiklah, saya akan memaksakan diri untuk berimajinasi tentang hal yang belum kepikiran sama sekali. Mungkin sahabat saya akan mencela seperti ini “Jodoh aja belum dapet, gimana mau mikirin pesta pernikahan?” Nyesek diejek begitu? Nggak kok. Bukan belum dapet jodoh sih sebenernya, hanya saja belum ketemu pasangan yang cocok aja sama diri ini. Bagaimanapun juga, hal pertama yang diterapkan untuk pernikahan bagi diri saya peribadi adalah calon suami yang mampu menjadi imam bagi kehidupan, saling mencintai satu sama lain, dan menerima serta memahami pribadi masing-masing.

Untuk konsep, mungkin sederhana aja kali ya? Menyelenggarakan pernikahan di rumah nggak salah kan? Dengan adat Jawa atau Jogja misalnya, siapa tau nanti jodohnya orang Jogja. Kelihatan banget berharapnya nggak sih? Ya kayaknya sih emang pengen banget dapat jodoh orang Jogja, jadinya bisa sering-sering berkunjung ke kota impian. Hehee.
Kenapa saya milih di rumah, biar nggak ribet-ribet amat mempersiapkan acara di gedung dengan segala kerepotannya. Selain itu, supaya prosesi nya nggak terikat waktu. Maksudnya bisa kapan aja semau kita tanpa mem-booking gedung terlebih dahulu. Ya kalau pas gedungnya sepi, kalau sedang musim nikahan kan makin repot menentukan hari-H nya.


Sebagai seseorang yang suka travelling, untuk persiapan pre-wedding pengennya sih outdoor ada bau-bau alam gitu. Entah itu hutan wisata, taman, pegunungan, atau pantai sekalipun. Pasti menyenangkan dan jadi idaman banget tuh moment nya.
Dear jodohku kelak, semoga siapapun Anda menyukai travelling juga seperti saya ya? Jangan bosan-bosan mengajak saya keliling Indonesia yang kaya wisata alam dan budaya, apalagi Jogja. Hehee.

link

Untuk yang lain-lainnya seperti konsep undangan dan souvenir, mungkin terlihat lebih menarik jika menggunakan warna pastel kali ya?
Dan yang paling penting, pada moment yang (pastinya) membahagiakan itu. Harus ada dan harus disaksikan oleh keluarga *kecuali ayah yang udah pergi terlebih dahulu :( beserta sahabat-sahabatku tercinta. Karena kebahagiaanku yang sesungguhnya terletak pada keluarga, sahabat, dan calon suami.

T.N.P.A

Upzz, ternyata saya udah kebanyakan bermimpi. Diaminin aja deh ya… Amiiiinn…


Selamat berimajinasi :)
Mau ngobrol? Boleh follow @nhenie


Ps : Postingan ini diikutkan dalam Emotional Flutter 30 Days Blogging Challenge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)