Minggu, 15 Desember 2013

[Review] "Pasangan (jadi) Jadian"



Judul buku : Pasangan (jadi) Jadian
Penulis : Lusiwulan
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Genre : Fiksi - Metropop


Aku tahu novel ini dari seorang teman yang suka banget sama novel komedi semacam AKD. Kupikir ini adalah novel yang tepat untuk me-refresh otak yang sedang penat. Kebetulan waktu itu hari Sabtu siang  Jadi, nggak ada salahnya kalau kubaca. Rekor nih, cukup baca selama beberapa jam di hari itu juga. Bangganya diriku :D

 “Pasangan (jadi) jadian”

Sebuah novel genre Metropop tentang seorang tokoh utama bernama Priyayi, atau biasa dipanggil Yayi. Seorang perempuan cantik yang memilih tinggal di rumah sendiri (beda dengan rumah orang tuanya), rumah pemberian sang kakek. Suatu ketika, ia mempunyai keinginan terpendam untuk mengunjungi berbagai tempat di Benua Eropa. Dibujuknya sang ayah dan ibu, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya ia mendapatkan ide segar untuk mencari uang banyak dengan cara menyewakan kamar di rumahnya. Mulailah ia membuat iklan hanya untuk lingkup kecil teman-temannya.

Keesokan harinya datanglah Jagad menemui Yayi. Ia memohon-mohon untuk bisa bertempat tinggal di rumah Yayi, yang katanya kost (tempat tinggal Jagad) sebelumnya sedang bermasalah dalam beberapa bulan. Sambil membawa barang-barang bawaan yang bejibun menggunakan sepeda motor. Dalam hati Priyayi ingin menolak permintaan Jagad, tapi bujuk rayu Jagad semakin membuat Priyayi tak tega dengan permintaan teman dekatnya itu.

“Lantaran mereka semua hidup di alam, maka berlakulah hukum alam, salah satunya adalah manusia boleh berencana, tetap Tuhan-lah yang menentukan. Jadi, ada satu-dua hal meleset di luar rencana.” – hlm.29

Ya, rencananya Yayi hanya menerima cewek sebagai teman serumah, namun akhirnya ia harus merelakan Jagad menghuni kamar belakang di rumahnya. Bahkan Yasmin, sahabat Yayi pun nggak percaya dengan keputusan Yayi untuk menyewakan kamarnya kepada seorang cowok.

Sementara itu hubungan Yayi dengan Jimmy, semakin berantakan semenjak datangnya Jagad di rumah Yayi. Oh ya, Jimmy ini adalah pacar Yayi yang sempat berkenalan dengan Jagad sebelumnya. Namun, untuk menjaga perasaan Jagad, Yayi pun menganggapnya tak terjadi apapun antara ia dengan Jimmy.

Tak hanya Yayi yang kemudian mendapatkan masalah dengan pacarnya, Mila (pacar Jagad) mulai mengendus keanehan pada Jagad. Mila merasa ada hal aneh yang disembunyikan Jagad padanya. Sampai suatu ketika Mila memergoki diam-diam Jagad di supermarket bersama Yayi dan ia menguntitnya sampai di rumah Yayi. Akhirnya? Putus.

Permasalahan makin lama bukannya makin surut malah semakin berkembang. Setelah pesta di apartemen teman Yayi, Yayi dan Jagad pun pulang dalam keadaan setengah mabuk. Dan mereka… Ah ya, kepergok oleh keluarga keduanya sedang tidur bersama di ranjang yang sama. Tamparan kakek Yayi mendarat di pipi mulus cucunya lalu memaksa keduanya harus menikah.

Apa boleh buat, kakek Yayi adalah manusia yang kolot dan Yayi nggak bisa nolak atau melakukan hal lain selain yang diperintah kakeknya. Priyayi dan Jagad tetap menikah. Tetapi, atas ide dari Priyayi, mereka berdua membuat perjanjian di atas materai demi pasangan jadi-jadian yang akan mereka perankan di depan orang-orang. Yayi dan Jagad memang menikah, tapi mereka tetap memiliki dan jalan bersama pasangan masing-masing. Yayi masih berhubungan dengan Jimmy dan Jagad mendapatkan cinta Mila kembali. (Cerita macam apa ini???)

Aku tak akan menceritakan detail peristiwa bagaimana Jagad dan Yayi berpura-pura sebagai pasangan suami istri jadi-jadian. Hingga kejadian bahwa Jimmy memutuskan hubungannya dengan Yayi dan memilih kembali pada mantan pacarnya yang selama ini jadi klien besar Jimmy. Dan Jagad mengakhiri kisahnya dengan Mila setelah merasakan benar-benar jatuh cinta pada sosok Priyayi, istri sah nya.

“Batas kesetiaan itu dimana sih?
Pada emosi dan hasrat khusus.
Kontak fisik yang intens.
Di hati.
Selama tidak melakukan hal-hal yang melukai perasaan.” – hlm.239

*Semoga cukup aku saja yang membaca buku ini, tidak untuk anakku kelak. Kurasa pernikahan adalah prosesi sakral yang tidak bisa dijadikan sebuah permainan. Tetapi, dalam buku ini semuanya terasa absurd. Atau mungkin karena novel MetroPop kali ya? Entahlah.


Cukup apresiasi dengan 3 / 5 stars untuk Pasangan (jadi) Jadian oleh Lusiwulan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)