Sabtu, 26 Oktober 2013

Awesome trip [ part-2 ]

Sebagai lanjutan dari single travelling yang ada di link ini

jalan desa

Malam itu (14 Oktober 2013) aku bersama paman dan keluarganya berniat ingin mengunjungi rumah Budhe (kakaknya ibu) sambil melihat-lihat acara malam takbir keliling di kampung-kampung. Aku yang berkendaraan BEAT bersama anaknya paman. Di tengah perjalanan, kami melihat banyak anak yang niat banget ikutan takbir keliling (nggak kayak di kota). Dan aku tahu, ternyata di daerah ini takbir keliling digunakan sebagai ajang perlombaan. Jadi, yang paling meriah itulah pemenangnya.

Sayang banget, ternyata yang kulihat malam ini hanya sekedar latihan untuk tampil tanggal 16 Oktober 2013. Tapi seru kok, asli. Banyak banget warga sekitar yang menonton, dan anak-anak muda yang berpartisipasi. Mereka jalan beriringan mengelilingi lapangan balai desa yang lumayan luas sambil memperagakan gerakan-gerakan tangan. Unik, aku bilang.

Setelah itu, kami pulang karena sudah terlalu malam dan esoknya menunaikan shalat Idul Adha bersama-sama. Aku pun memakai pakaian berhijab yang kubawa dari rumah. Berangkat ke lapangan jalan kaki bersama saudara dan tetangganya.
Setelah itu, aku hanya berdiam diri di rumah bersama Wahyu (anaknya paman) sambil menunggu sore tiba. Karena sore hari aku rencananya pulang ke Semarang.

*jepret bareng ponakan :)

Alhamdulillah, makan siang dulu sama gulai sapi hasil kurban. Dan siap-siap pulang…
Beep beep beep… beep beep beep…
Handphone bunyi dan ada sms dari seorang teman yang kebetulan lagi di Klaten. Aku balas sms nya dan minta bareng aja. Kebetulan aku cuma kenal di sosial media aja sih, belum liat orangnya langsung. Dan ya dia mau balik bareng. Janjian di depan pabrik gula Gondang Winangun, Klaten.

Nggak susah untuk menemukan tempat janjian kami karena memang letaknya persis di pinggir jalan dan aku pernah melewatinya juga kemarin. Nggak susah pula untuk menemukan dia yang pernah kulihat fotonya di facebook. Setelah ngobrol sebentar, kami pun memulai perjalanan.

link

Nggak lama setelah itu, mungkin kira-kira 10 km aku disuruh menepi sama polisi Klaten. Diminta lihat surat-suratnya (SIM dan STNK) kemudian disuruh ikut ke pos polisi. “Wah, ditilang nih” pikirku. Yaudah aku ngikutin pak polisinya dan temenku ngikutin juga. Sampai pos polisi ditanya macem-macem dan aku baru tahu ternyata aku berhenti di lampu merah yang harusnya belok kiri jalan terus. Oalaaah, mana aku ngerti pak. Baru sekali seumur hidup lewat jalan ini.

Kesalahan tetaplah kesalahan. Baru pertama kali ini 15 Oktober 2013, aku kena tilang sama polisi dan damai aja lah. Karena aku merasa udah ribet kalau urusan di pengadilan, mana hari Jumat pula. Baiklah pak, aku bayar Rp 50.000 :(
Tapi yang bikin nggak enak hati itu waktu si temenku itu yang bayarin, aku kepikiran terus sampai rumah. Baru kenal aja udah nyusahin. Aku ganti uangnya juga dia nggak mau. Hasilnya, yaudah aku pasrah aja. Semoga dia ikhlas dan dibalas di kemudian hari.

Tak hanya disitu, perjalanan pun kami lanjutkan kembali dengan dia yang mengendarai motor di depan dan aku mengikutinya dari belakang. Inget pengalaman hari ini, bikin aku jadi merasa bangga terhadap diriku sendiri. Bayangkan dari Klaten ke Semarang nggak ada acara berhenti sejenak. Pancal terus tanpa lelah. Sekedar isi bensin pun nggak.


It’s WOW travelling. Semoga ke depannya nggak kena tilang lagi, hehee :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)