Kamis, 05 September 2013

24 jam dalam kenangan

Rasa ngantuk malam ini sepertinya sedang tak berpihak padaku. Tak seperti biasanya, aku terjaga selarut ini (baca : jam 00:01). Padahal minum obat 2x sehari biasanya sudah terkapar lebih cepat, hehee. You’re my caffeine, kali yaa? -_-

Sebenarnya aku tak suka begadang hari ini, pun tiap malam. Terlebih karena tanggal 5, tanggal dimana pernah jadi kenangan. Alasan simple ataukah absurd? Entahlah campur aduk perasaanku. Dag dig dug tak menentu, semakin kencang degupannya dan aku sangat tidak suka.

Dengan tingkat kesadaran yang dikatakan cukup normal, aku mengirimkan text message kepada sebuah nomor yang masih kuhapal 12 digitnya. Dulu deretan angka tersebut sempat bertengger angkuh di kontak favorite kedua ponselku.

“selamat tanggal 5” atau lebih tepatnya selamat 14 bulan hari jadi.  Namun apakah tanggal 5 sekarang masih dianggap hari jadi? Kurasa aku sudah tak terlalu mempedulikannya lagi. Nyatanya, memang tak pernah ada balasan hingga detik ini (baca : jam 23:45)

“jangan lupa senyum yaa :)” mungkin ada yang bertanya-tanya apa hubungannya senyum dengan tanggal 5. Ngaku aja deh, hehee :p Serius, sebenarnya cakep *nggak pake banget sih* kalau senyum. Jatuh cinta dengan senyum tipis di wallpaper handphone. Apalagi mata yang tak terlalu lebarnya itu, bikin speechless. Aw aw aw. Oke cukup!

keep semangat” ini nih yang pengen aku sampaikan tiap saat, semangat! Di semua aktivitasmu aku lihat terpancar semangat yang menggebu-gebu, membara mencapai tujuan. Jangan sampai luntur semangatnya, aku sudah janji pada diriku sendiri tak akan mengusik lagi, as you wish :)

Bersama datangnya beribu-ribu rintik hujan kuucapkan selamat tinggal tanggal 5 yang beberapa detik lagi akan terganti. Kenangan? Tentu saja. Aku masih menuliskan tanggal ini dalam sejarah hidupku. Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan. Seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan, dan rasanya mereka tak perlu tahu. Terima kasih kamu sempat mewarnai hariku.
Mendadak mellow pengen peluk *plak!*


“Aku ingin melupakanmu dengan sederhana
Sesederhana air mata yang mengalir
Sesederhana genggam tangan yang terlepas”
Benzbara_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)