Sabtu, 24 Agustus 2013

Damn!



Entah sejak kapan aku mulai berhenti memikirkan segalanya tentang kamu. Kata anak jaman sekarang sih berhenti kepo-in kamu. Ya, kamu yang pernah dan cuma pernah jadi masa lalu buatku. Dengan angka sembilan belas sebagai kuncinya. Yapss, kamu.

Entah sejak kapan ya, aku tak pernah membahasmu lagi. Mungkin sejak kamu pensiun menjadi milikku. Sejak kamu memutuskan untuk pergi menjauh. Ya kah? Ternyata tidak. Lebih tepatnya sejak aku yang mulai menjauhimu. Sejak aku berusaha melupakanmu meski setengah-setengah, tapi berhasil bro! dan sejak saat itu pula aku mulai menutup segala sesuatu yang berhubungan denganmu. Tulisan, kenangan dan segalanya.


Tapi, kenapa kamu tiba-tiba muncul dengan sosokmu yang mengagumkan? Mengapa kau tawarkan lagi cinta yang indah seperti dulu? Kau juga tak mengungkapkan bagaimana mungkin kau hadir dengan rasa cinta yang begitu mempesona.
Dan sepertinya aku tak menolak kedatanganmu untuk kali ini. Aku terbius asmara yang terpancar oleh bahasa tubuhmu. Rasa sendu saat kau tatap mataku, bibir yang bungkam seribu bahasa, peluk erat yang menghangatkan meluluhkanku.

DAMN! Aku terbangun saat hangatnya mentari mulai terasa. Ternyata keindahan yang sesaat itu hanyalah sebuah mimpi. Dan tak akan pernah menjadi nyata, pesanku meyakinkan pada hati dan otak.

Andai saja kau tak datang, aku tak akan memikirkanmu seperti ini.
Andai saja kau tak menawarkan pesona cinta, aku tak akan melamun dalam heningku.
Meski hanya lewat mimpi…


Terima kasih sudah menjengukku,
Saat aku dalam keadaan terlemah karena sakit,
Meski hanya lewat mimpi,
:’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih dan selamat datang kembali :)