Jumat, 28 Juni 2013

Firasat


Ia datang dengan bahasa yang kadang tak kita ketahui,
Ia muncul bersama pemikiran-pemikiran yang sedang kita arungi,
Melesat cepat mencapai otak dengan pesan berulang-ulang.

Layaknya manusia biasa pada umumnya,
Aku mempunyai firasat, aku mempunyai kata hati,
Mungkin tak selamanya firasat itu benar,
Namun alangkah baiknya kata hati itu tak diremehkan,

Dan kini aku percaya, firasat itu nyata,
Firasat terkadang menjadi pertanda,
Gejala bisikan alam yang menelusup melalui suara hati.

Terkadang pilihan terbaik adalah menerima,
Batal atau tidak, yang seharusnya terjadi memang akan terjadi,
Seperti kepasrahan awan…

Karena awan selalu berjalan seiring alur yang telah ditakdirkan Tuhan untuknya.
Awan tidak pernah mengeluh untuk menjadi hujan, untuk turun ke tanah memberikan kehidupan bagi seluruh umat manusia di Bumi ini.
Untuk tidak pernah mengeluh mengikuti arah arus sungai membawanya ke laut, lalu dia akan menguap, menjadi awan lagi, cerah sekali, biru dan sangat indah. Lalu dia pun tak pernah mengeluh ketika dia menjadi gelap dan hujan. Lalu kembali lagi menjadi air dan kembali ke laut.” – Dee



NB : Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak komentar,
Big thanks :)

1 komentar:

  1. Bagus tulisannya semoga menjadi kenyataan cita cita nya

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)