Sabtu, 17 November 2012

Cermin


Suatu ketika tatapanku tertuju pada sebuah cermin. Cantik, unik, aku suka. Dulu, aku pernah memakainya untuk melihat bayangan seseorang yang telah memberikan cermin itu padaku.

Kini, aku menggunakannya untuk melihat siapa diriku. Aku, yang memang tak pantas untuknya. Aku yang terlalu terbawa suasana saat bersamanya. Aku yang kini berusaha keras untuk melupakannya. Dan aku tak mau lagi jatuh cinta dengannya saat menatap cermin itu.


Cermin itu, kini menjadi temanku saat bersedih. Saat aku menangis. Saat aku mengeluarkan air mata. Sejenak berfikir, ‘ya, dia memang bukan seseorang yang dititipkan Tuhan untuk menjaga senyumku’


Cermin,
sebuah pantulan dari diri kita,
sama, nyata, namun berkebalikan,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)