Minggu, 09 Juli 2017

Berebut Gunungan Sego Kethek di Ritual Sesaji Rewanda


Para peserta kirab Sesaji Rewanda sudah bersiap-siap ketika saya tiba di Kawasan Wisata Goa Kreo, Dusun Talun Kacang, Desa Kandri, Gunungpati, Semarang. Tahun ini, gelaran prosesi Sesaji Rewanda diselenggarakan pada tanggal 5 Juli 2017. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu diselenggarakan setiap H+3 setelah Hari Raya Idul Fitri. Saya antusias sekali menyaksikan prosesi Sesaji Rewanda karena pada event-event sebelumnya tidak bisa datang, bertepatan dengan mudik.


Dalam kirab ketika memasuki gerbang wisata Goa Kreo, terlihat beberapa pria dewasa memanggul tumpeng dan 4 buah gunungan yang terdiri dari gunungan sego kethek, gunungan palawija, gunungan ketupat dan lepet, serta gunungan buah-buahan.





Tak hanya mengarak gunungan saja, akan tetapi ada beberapa yang memanggul replika kayu jati, yang konon katanya kayu jati tersebut akan digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk dijadikan soko guru dalam pembuatan Masjid Agung Demak.


Dibelakangnya beberapa pria mengenakan kostum kera berwarna hitam, merah, kuning, dan putih yang menggambarkan 4 ekor kera yang membantu Sunan Kalijaga ketika menghanyutkan kayu jati yang akan dibawa ke Demak.

Sampai di pelataran parkir Goa Kreo, gunungan-gunungan tersebut diatur berjajar rapi dan rangkaian acara segera dimulai. Ratusan pengunjung segera mendekat ke tengah-tengah untuk menyaksikan pagelaran tari. Setelah pemotongan tumpeng, acara yang ditunggu-tunggu pun dimulai yaitu berebut gunungan. Tiga buah gunungan (sego kethek, palawija, ketupat dan lepet) diperebutkan oleh ratusan orang hingga dalam sekejap hanya menyisakan rangka gunungannya saja. Sedangkan gunungan buah-buahan khusus disajikan untuk para kera penghuni Goa Kreo.

Tak hanya saya, antusias pengunjung lainnya sangat tinggi ketika berebut gunungan, terutama untuk gunungan sego kethek. Sego kethek (atau dalam Bahasa Indonesia berarti nasi kera) merupakan sajian khas Sesaji Rewanda. Sego kethek terdiri dari nasi putih, sayuran (kali ini berisi oseng daun pepaya), tahu dan tempe yang dibungkus daun pisang serta bagian luarnya dilapisi daun jati. Meski sederhana tapi rasanya enak, karena untuk mendapatkannya butuh perjuangan – harus berebut dengan ratusan orang lainnya.



Selanjutnya yaitu memberi gunungan buah-buahan untuk kera ekor panjang. Awalnya mereka malu-malu untuk mendekat ke gunungan, akan tetapi setelah dipancing dengan melempar beberapa potong buah pisang akhirnya sekawanan kera menyantap buah-buahan yang sudah disediakan. Jaim memang si kera kalo ditonton banyak orang :D



Sesaji Rewanda ini sudah menjadi agenda tahunan Kota Semarang. Adapun gelaran Mahakarya Legenda Goa Kreo yang diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2017 pukul 19.00.
Jadi, kalau kamu belum sempat melihat prosesi Sesaji Rewanda atau Mahakarya Legenda Goa Kreo kali ini, bisa menunggu hingga bulan Syawal berikutnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)