Rabu, 01 Februari 2017

Kali Bladon Kendal yang Mendadak Terkenal


Akhir-akhir ini, di instagram sedang hits sebuah foto seseorang yang berpose mengapung dengan laybag biru di sebuah sungai yang dikelilingi pepohonan. Foto ini pertama kali di-upload oleh akun siabdhel yang kemudian di-repost oleh beberapa akun media sosial. Panorama yang menarik ini lalu membuat tempat tersebut menjadi viral dan banyak diburu oleh muda-mudi yang penasaran dan ingin berpose di sana.


Karena penasaran juga, akhirnya saya memutuskan untuk mendatangi tempat itu. Namanya Kali Bladon. Terletak di Dusun Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kebetulan, hari Senin (30/1) kemarin pas ngantor di Kaliwungu. Jadi lumayan dekat kalau pulang kerja langsung ke sana.

Hingga tulisan ini diterbitkan, untuk masuk ke tempat wisata ini, pengunjung akan ditarik retribusi sebesar Rp 2.000,- (tanpa tiket) per orang. Hal ini wajar, mengingat bersihnya sungai dan sekitarnya. Sementara untuk parkir sepeda motor sebesar Rp 2.000,- dan saya rasa belum tersedia tempat untuk parkir mobil.

Ketika sore hari, satu per satu pengunjung datang untuk menikmati panorama yang disuguhkan Kali Blandon yang bersih dengan diapit sawah di sisi kanan kirinya. Banyak yang datang dengan pasangan atau kawan dan beberapa ada yang datang serombongan.


Apa lagi yang bisa dilakukan selain selfie / wefie di tempat ini?
Beberapa tempat duduk disediakan di pinggir sungai. Ada yang menyewakan rakit sederhana dengan biaya sewa Rp 10.000,-. Sedangkan untuk sewa laybag (pelampung) seharga Rp 5.000,-. Setidaknya ada 2 buah rakit dan 3 laybag yang disewakan untuk pengunjung. Hal ini juga bisa digunakan sebagai properti berfoto Anda.

 

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari bertanya ke warga setempat, tempat ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dan belum sepenuhnya selesai dibangun sebagai tempat wisata. Paving block yang dipasang baru setengah jalan, ini terlihat dari gundukan material proyek di tepi jalan. Rencananya akan dibangun juga sebuah rumah makan. Mungkin seperti saung gitu kali ya?

Pekerjaan yang belum selesai

Tumpukan material di tepi jalan

Kali Bladon ini saya rasa seperti rawa-rawa. Cerita dari warga, dulunya di tempat ini banyak tanaman eceng gondok, namun sekarang sudah dibersihkan seluruhnya. Apa iya sih?
Dan ternyata benar, terlihat di google street view bertanggal Juni 2015 masih banyak eceng gondoknya.

Sumber : google street view | Juni 2015

Januari 2017

Perbedaan lain yang bisa dilihat adalah jalan cor di sisi timur, dulunya banyak sekali pepohonan yang sengaja ditanam di kanan kiri. Tapi pohon-pohon tersebut ditebangi oleh warga. Sekarang hanya sisa 1 pohon saja di ujung jembatan. Sayang banget ya?

Sumber : google street view | Juni 2015

Akses jalan yang rusak, berlubang, dan banyak genangan air dimana-mana setelah hujan adalah tantangan yang harus ditakhlukkan para pengunjung. Meski hal ini tak menyurutkan niat mereka untuk mendatangi Kali Bladon. Harapannya nanti kalau Kali Blandon sudah diresmikan sebagai tempat wisata, akses jalan menuju tempat tersebut bisa diperbaiki.

Jalan rusak parah, please diperbaiki :D

Ancer-ancernya dari Semarang / Kaliwungu, sampai di pertigaan SPBU Kebonadem – Brangsong masih lurus ke barat. Setelah bertemu dengan SMP N 1 Brangsong atau SMK N 4 Kendal, di kanan jalan ada gapura Desa Purwokerto. Masuk gang tersebut lalu jalanlah mengikuti sungai, melewati pematang sawah, hingga ada petunjuk arah ke Kali Bladon.

Atau bisa dikunjungi dengan bantuan google maps dengan nama "Wisata Air Sungai BLADON"



8 komentar:

  1. Kendal sekarang banyak tempat yang hitz dan instagramable untuk dieksplore. Ngga cuma di sungai bladon, tempat wisata lain di Kendal sama. butuh perjuangan untuk bisa melihat tempat yang viewnya bagus. Semoga segera diresmiin menjadi tempat wisata baru di Kendal atau setidaknya desa wisata. hehehehe

    Salam Blogger,

    BalasHapus
  2. wih bersih ya sungainya dan tenang airnya, sayang ay jalan ke sana rusak perlu diperbaiki

    BalasHapus
  3. Kendal dari dulu jalanan rusak gak pernah disentuh ya, saya mudik tahun 2014 aja hancur parah. Semoga kendal semakin berbenah deh untuk sektor pariwsata dan infrastrukturnya :)

    BalasHapus
  4. jadi bagus.. tapi sayang ya jalannya gitu

    BalasHapus
  5. Asik ada tempat ngumpul baru kalo soree yaa

    BalasHapus
  6. Aku sing wong Kendal malah belum mrene mbak. Hahaha
    padahal yo gak adoh adoh banget dari rumah..

    BalasHapus
  7. wah mantap bosss mantap...

    BalasHapus
  8. artikelnya bagus, ijin share di https://ksmtour.com terimakasih

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)