Rabu, 14 September 2016

Museum Sandi Yogyakarta


Museum Sandi menampilkan berbagai koleksi persandian bersejarah. Museum ini dibangun atas prakarsa bersama antara Kepala Lembaga Sandi Negara RI, Mayjen TNI Nachrowi Ramli dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2006 dan diresmikan pada tanggal 29 Juli 2008.


Dulunya, Museum Sandi berlokasi di lantai dasar Museum Perjuangan Yogyakarta. Akan tetapi sekarang sudah pindah di gedung sendiri yang beralamat di Jalan Faridan Muridan Noto No. 21, Kota Baru, Yogyakarta. Letaknya sendiri cukup strategis, dekat dengan Tugu Pal Putih Yogyakarta. Diresmikan pada tanggal 29 Januari 2014 oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Kepala Lembaga  Sandi Negara, Djoko Setiadi.

Untuk memasuki museum ini tidak dikenakan biaya sepeserpun. Inilah salah satu hal yang saya senangi ketika berkunjung ke sebuah museum yaitu tiket masuk yang murah dan kadang-kadang gratis. Di Museum Sandi sendiri pengunjung hanya menulis di buku tamu dan diberi sebuah gulungan kertas tanda tiket masuk untuk ditulis nama, alamat, serta pesan dan kesan.


Bangunan museum ini memiliki 2 lantai dengan 9 ruang display.
Memasuki ruangan yang pertama, pengunjung akan mendapati sebuah Ruang Pengenalan. Di dalamnya ada kursi-kursi dan sebuah layar LCD.


Ruangan berikutnya yaitu Ruang Agresi Militer I
Koleksi yang berada di ruangan ini salah satunya yaitu sebuah patung yang menggambarkan pemberian perintah pembentukan dinas kode dari Menteri Pertahanan Mr. Amir Syarifuddin kepada dr. Roebiono Kertopati (yang kelak mendapat julukan Bapak Persandian Negara Republik Indonesia).


Ruang Agresi Militer II
Terdapat replika sepeda onthel yang digunakan oleh kurir pada tahun 1946 untuk mengantar surat-surat rahasia dari Dinas Kode kepada semua alamat di sekitar Yogyakarta.


Juga meja dan kursi (asli) yang merupakan satu-satunya sarana kerja sandi yang berada di salah satu rumah penduduk Dusun Dukuh, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Petugas sandi bergerilya dan masuk Dusun Dukuh untuk tetap dapat menjalankan tugas persandian pada saat Agresi Belanda II ke daerah Yogyakarta tahun 1948.


Maket Dukuh
Di ruangan selanjutnya ada replika rumah sandi yang mengisahkan sejarah pejuang RI yang bertugas di Dinas Kode saat terjadinya perang kemerdekaan RI, pada  Agresi Militer Belanda II.
Maket itu besarnya hampir setengah ruangan penuh. Terbuat dari anyaman bambu. Dimana di dalam rumah tersebut terdapat 3 sekat.


Ruang Merdeka
Berbagai macam mesin sandi ada di ruangan ini, salah satunya adalah telegraf. Telegraf yang orisinil menggunakan 26 kabel, satu kabel mewakili setiap huruf dalam abjad.
 
Selain itu juga ada replika salah satu bagian dari radio komunikasi jenis The Wireless Set No. 19 MK III yang digunakan pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatera. Radio ini turut berjasa dalam menyebarkan berita ke dunia Internasional tentang pemerintah Indonesia yang masih tegak dan berdaulat melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia pasca tertawannya Presiden dan Wakil Presiden RI – Soekarno dan Moh. Hatta – di Yogyakarta.


Ruang Nusantara
Beberapa mesin sandi di ruangan ini dibuat oleh anak bangsa Indonesia. Salah satunya yaitu mesin sandi SRE-KG yang dibuat tahun 1985 yang bertipe semi elektronik walaupun masih menggunakan teknik analog dengan komponen sederhana.

Mesin sandi SN-011 adalah buatan anak Indonesia akhir tahun 1990-an. Merupakan mesin sandi yang berbasis suara berbentuk telepon yang dilengkapi modul penyandi sehingga dapat berfungsi sebagai telepon bersandi.


Ruang Sandi Global
Selain menggunakan mesin, adapun cara lain untuk menyampaikan pesan rahasia menggunakan sandi sederhana. Misalnya Vigenere Cipher (1587 M), pesan dikodekan dengan memetakan huruf-huruf pada nilai numeric. Cardan Grille (1500 M), sebuah tulisan biasa yang tidak terlihat seperti sandi. Untuk mengetahui pesan rahasianya, bisa dibaca melalui lubang pada grille. Skytale Greek yang digunakan oleh Bangsa Yunani Kuno dan Sparta.


Yang paling unik adalah Tattoo. Berita ditulis (tattoo) di atas kulit kepala budak yang sudah digundul, kemudian mengirim budak tersebut ke tempat tujuan setelah rambutnya cukup panjang menutupi tulisan. Si penerima berita juga menggundul kepala budak itu kembali untuk membaca pesannya.

Ruang Edukasi
Beberapa meja dan kursi disediakan di tempat ini. Ada juga beberapa komputer yang digunakan untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang kriptografi.
Ada pun permainan sandi Caesar atau yang dikenal dengan sandi geser. Ini adalah salah satu teknik penyandian yang paling sederhana dan dikenal luas.


Dan yang terakhir adalah Ruang Tokoh
Salah satu di antara koleksi tersebut adalah patung dada dari Bapak Persandian Negara Republik Indonesia, dr. Roebiono Kertopati. Serta beberapa lencana tanda jasa yang beliau peroleh.


Menuju Lantai 2

Bersamaan dengan peresmian Museum Sandi, diresmikan juga Rumah Sandi yang berada di Dusun Dukuh, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Rumah sandi terdiri dari dua bangunan yang dijadikan satu. Bangunan depan merupakan bangunan yang dibangun pada tahun 1970, sedangkan bangunan belakang merupakan bangunan lama yang dahulu digunakan sebagai rumah sandi.

Saya belum pernah berkunjung ke Rumah Sandi. Kalau ada yang berminat ngajak, ayo aja. Jauh dari perkotaan soalnya :D

2 komentar:

  1. Wah senangnya, belajar sejarah, gatis pula masuknya :D

    BalasHapus
  2. ya ampun sumpah gue baru pertama kali tau ada museum ini di Jogja, sayang banget si gue di jogja 1 tahun ga explore jogja bener bener

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)