Kamis, 13 Februari 2014

Untuk yang mengalami keterpurukan...


minjem gambar disini

Semua orang di dunia ini pasti pernah merasakan keterpurukan. Bagaimanapun bentuk dan alasannya, keterpurukan itu bukan untuk dihindari tetapi untuk diselesaikan. Seperti masalah yang kadang timbul tanpa kita duga dan sadari sebelumnya.

Oh ya, terpuruk ini adalah suatu keadaan dimana seseorang merasakan kegagalan dalam sebuah tindakan yang dikerjakannya. Atau bisa juga suatu keadaan yang sebenarnya tidak ingin ia alami di hidupnya. Dan terpuruk disini dalam artian tidak mencapai sesuatu yang telah ditargetkan, atau mencapai tapi tidak sesuai dengan keinginnya.

Disaat menemui keadaan seperti inilah sebaiknya kita harus bangkit. Mau nggak mau, ya harus mau. Memang butuh waktu, dan nggak sebentar, tapi HARUS. Bagaimana mungkin kamu bisa menuju ke step selanjutnya jika kamu stuck di kotak yang itu-itu saja. Kotak yang membuatmu makin kehilangan jati dirimu sendiri. Kotak yang membuatmu makin menuju kegagalan, kekecewaan, dan kepahitan yang selanjutnya.

Terpuruk boleh..
Sedih boleh..
Kecewa boleh..
Menangis mengeluarkan air mata pun boleh..

Tapi, bukankah sebaiknya hanya sekejap saja dan tidak berlarut-larut? Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, katanya. Berikut adalah sebagian cara-cara yang bisa saya kemukakan untuk mengatasi depresi, terpuruk, atau apalah itu namanya:

1.   Niat dari masing-masing orang
Bukankah untuk mengerjakan sesuatu memang diharuskan mempunyai niat atau tekad yang kuat? Ya, niat ini berguna untuk memantapkan hati. Pada konteks ‘terpuruk’ ini bisa dipakai untuk memantapkan situasi untuk segera move dari rasa jenuh, rasa malas akibat sebuah kegagalan yang baru saja dialaminya. Ibarat dorongan untuk bisa bangkit seperti sebelum terperosok dalam .

2.   Support dari orang luar
Jika diri sendiri rasanya belum cukup kuat untuk bangkit, sepertinya kamu butuh seseorang yang membangkitkan semangatmu. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah orang yang bisa kamu percaya sepenuhnya, bukan orang yang baik di mulut doang tapi hatinya busuk, bukan. Seperti orang tua atau anggota keluarga lainnya. Tetapi kebanyakan mereka-mereka yang terpuruk itu lebih memilih mengutarakan masalahnya kepada sahabat. Nggak ada salahnya sih, toh itu demi kenyamanan masing-masing orang. Setidaknya orang itu bisa berbagi kesedihan. Sebagai pendengar yang baik, seharusnya pula menjaga privasi dari si pencurhat karena walau bagaimanapun ada sisi yang harus dirahasiakan dan tidak untuk omongan publik.

3.   Ikhtiar dan Tawakkal
Karena pada dasarnya, manusia itu memang bisa merencanakan apa yang menurutnya baik, tetapi Allah bisa saja memberikan hal lain yang menurut-Nya terbaik untuk umatnya yang selalu berikhtiar serta bertawakkal.

Jadi, udah nggak ada alasan lagi untuk galau dan berlarut-larut mengurung diri di kamar atau meneteskan air mata untuk hal-hal yang nggak berguna dong? Stop menyiksa diri sendiri. Gunakan waktu hidupmu di dunia ini dengan sebaik-baiknya karena kehidupan nggak datang 2 kali.


“Bahagia adalah milik mereka yang bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yg dipikirkan orang lain tentangnya”


*Terima kasih untuk sekelebat inspirasi dan rasa perih yang agak mengiris. Ya, cinta itu bukan paksaan dan tidak untuk dipaksakan melainkan dari tulus dari hati.

4 komentar:

  1. Hai, postingan yang bagus. Ijin blogwalking ya :-)
    Ada info lomba seru nih, kamu bisa cek ini dan ini
    Makasih sebelumnya :)

    BalasHapus
  2. Ketrpurukan adalah sebuah fase kehidupan Setiap manusia pernah mengalami yg namanya terpuruk, tinggal pilihan di tangan orang tsb. Mau bangkit atau tetap terpuruk :)
    nice post kak, saya suka kata kata ini "bahagia adalah milik mereka yang bangga menjadi diri sendiri. Tanpa mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentangnya" aku setuju bgt :)



    Mohon bantuannya kak :)) http://fandhyachmadromadhon.blogspot.com/2014/02/mengenal-kampung-fiksi.html :D makasih. Salam anak muda! X)

    BalasHapus
  3. Keep busy. Be positive. It will all go away :))

    BalasHapus
  4. ini kayak yang namanya move on dari keadaan ya? hehe

    mengatasi keterpurukan juga kadang perlu waktu, untuk kemudian berpikir bahwa diluar sana ada begitu banyak hal luar biasa yang bisa bikin lebih bahagia :)

    BalasHapus

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)