Kamis, 23 Januari 2014

Day 28 : Ini tentang kenangan

Halo, selamat siang. Apa kabar kalian? Tentu baik kan?

Akhir-akhir ini sedang marak terjadinya banjir di beberapa ruas kota besar yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Berhari-hari hujan deras tanpa henti. Bagaimana dengan tempat tinggal atau tempat aktivitas kalian berada? Aman atau terkena dampak banjir?
Untuk daerah rumahku Alhamdulillah aman karena termasuk di daerah Semarang atas, jangan tanya bagaimanakah kondisi di Semarang bagian bawah. Tentu saja mengenaskan. Syukur Alhamdulillah sekali lagi karena perjalanan di tempat kerja serta tempat aku bekerja tidak terkena banjir, hanya saja terhambat jalan berlubang dimana-mana.

Sebenarnya sih kali ini aku tidak akan membahas mengenai banjir. Hanya ikut berduka saja atas musibah yang akhir-akhir ini terjadi. Semoga yang menjadi korban selalu diberi kekuatan dan kesabaran.

Oke, lanjut postingan untuk hari ke-28 tantangan ngeblog. Hal ini tentu sangat menggembirakan mengingat 3x lagi menulis dan aku mampu menunjukkan komitmen sebelum deadline *semoga*
Tema kali ini adalah memilih salah satu diantara topik berikut:
1.    Sebuah kenangan yang ingin kamu alami sekali lagi
2.    Pujian paling memuaskan yang pernah kamu terima
3.    Isi dompet / tas kamu

Aku memilih opsi pertama, sebuah kenangan yang ingin aku alami sekali lagi. Karena mungkin aku lebih senang menuliskan kenangan, sebuah moment yang pernah aku alami. Untuk opsi kedua, nggak kepikiran sama sekali karena terlalu aneh menurutku. Dan opsi ketiga aku pernah menuliskannya di blog ini juga, dalam challenge yang berbeda.
 
Dan sebuah yang kenangan yang ingin aku alami sekali lagi yaitu Pertemuan.
Aku benci terkadang kita dipertemukan dengan orang cocok dengan kita, lalu dekat, sangat dekat, sampai akhirnya mempunyai rasa yang sama; jatuh cinta. Mengapa kebencian itu kemudian muncul? Bukankah jatuh cinta itu adalah hal yang indah? Ya benar, jatuh cinta memang berjuta rasanya. Tetapi, adakah yang lebih menyebalkan daripada kehilangan seseorang yang sudah amat kita sayangi namun ia pergi begitu saja? Ya, pertemuan memang satu paket dengan kepergian. Adakah cara lain untuk menolak kepergian orang yang kita sayangi tersebut? Tidak, karena menyangkal hanya akan membuatmu lelah, dan satu-satunya jalan yaitu menerima. Karena Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik untuk kita.
 
Rasanya aku ingin sekali mengulang masa-masa dimana pertama kali aku kenal dengannya. Seseorang yang memotivasiku untuk bangkit dikala aku sedang berada di posisi tingkat depresi akut. Dia seolah menggenggam pundakku erat, tak ingin aku berlarut-larut dalam keterpurukan. Ah, kenangan di dunia maya yang begitu indah. Hingga akhirnya aku dan dia mengikhrarkan untuk saling menyayangi dan menjaga rasa itu bersama-sama.

Perbedaan waktu dan bentangan jarak yang dipisahkan lautan seolah menjadi saksi bisu hubungan manis yang pernah kita jalani. Berbagai masalah kecil yang membuat retak, satu persatu dapat kita minimalisir hanya dengan komunikasi melalui telepon genggam. Rindu yang menumpuk seolah musnah ketika melihat tatap matanya pertama kali di bandara. Bahagia bercampur haru. Serta peluk hangatnya untuk melepaskan kepergiannya lagi untuk sementara.


Sementara? Ya kubilang itu hanya masa lalu. Kini dia telah pergi untuk selamanya. Meninggalkan janji yang pernah diucapnya di tempat terakhir kali kita ketemu. Sedetik pun tanpa pernah kembali ataupun menengok hati yang telah berserakan dibuatnya. Bagaimana bisa aku harus melupakannya? Dia yang mengajariku untuk bangkit dan move on dari seseorang di masa lalu, namun dirinya pula yang lalu menghancurkan asaku berkeping-keping.

Hal yang ingin kuulang, ketika pertama kali kita kenal. Masa-masa indah yang kadang masih terlalu malu untuk berucap. Travelling ke kota Jogja, tempat yang menyenangkan sekali untukku. Dan segala rasa rindu yang acapkali merasuki otak dan hati ketika dirinya tak memberi kabar satupun.

Andai aku bisa mengulang semua itu, aku akan sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah mempertemukan aku dengannya (lagi) dalam hubungan yang indah. Aku juga akan meminta maaf untuk segala perbuatanku yang mungkin membuatnya kecewa, dengan berjanji tak akan mengulanginya lagi. I miss you, my superb S******** :’)


Ps : Postingan ini diikutkan dalam Emotional Flutter 30 Days Blogging Challenge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)