Kamis, 10 Oktober 2013

Cint(eh)a ~ Part II


Previous post : Click Here



Cewek   : “Tenang saja asalkan bisa memandangmu tak masalah bagiku menunggu lama.”
Cowok  : “Semuanya masih baik-baik aja kan?”
Cewek   : “Apanya? Aku? Aku masih mencintaimu seperti biasa.”

**
Cewek  : “Apa kabar temen-temen kamu sekarang? Kayaknya mereka seneng banget rebut kamu dari aku?”
Cowok  : “Udah, nggak usah bawa-bawa mereka dalam rindu ini. cukup bawa kamu dalam rindu aku, karena itu jauh lebih baik.”

**



Cewek   : “Yakin kamu? Tapi apa kamu nggak terlalu sibuk untuk hal itu?”
Cowok  : “Sesibuk apapun aku, hatiku tetap nggak bisa diisi dengan yang lain. Kalau memang aku memikirkanmu, kamu mau apa?”
Cewek   : “Aku mau berterima kasih atas semua rindu yang udah kamu balas dan apa yang kamu juga rasakan.”
Cowok  : “Kamu nggak perlu berterima kasih, dengan melihat kamu tersenyum aja itu udah jauh lebih dari cukup. Kita ini saling memiliki, jadi bukan kamu ataupun aku yang mengalah.”




Cowok  : “Hangatnya teh ini sehangat senyummu.”
Cewek   : “Sama seperti kita. The dan hubungan kita bukan hanya menunjukkan kenikmatan sesaat. Mencoba bersabar kemudian bahagia, apa salahnya? Coba deh kamu minum the disaat panas? Nggak mungkin kan?”

**

Cewek   : “Aku tahu kamu sibuk dan butuh banyak waktu, tapi aku gimana? Kamu mau aku nggak ada? Kamu baca pesanku kan? Terus sekarang kamu nyalahin aku atas sikap aku sekarang? Aku mesti gimana lagi? Aku capek kayak gini terus. Apalagi dengan kesibukan kamu, sikap kamu sekarang yang udah ngubah kamu.”
Cowok  : “Aku nggak bermaksud menggunakan kesibukan aku sebagai alasan biar kamu ngalah. Lain kali kalau kamu merindukan aku, coba kamu cari kesibukan lain. Aku udah berusaha meluangkan waktu aku untuk kamu. Ya, walaupun aku tahu itu masih kurang. Tapi seenggaknya aku udah berusaha kan? Jangan kamu pancing emosi aku di tengah keadaan yang rentan seperti ini.”
Cewek   : “Lalu salahku apa? Aku kurang peka sama kamu? Aku selalu sibuk, itu aja terus urusan kamu.”
Cowok  : “Udahlah, nggak usah ribut-ribut kayak gini lagi. Aku mau kita baik-baik aja. Jangan kamu buang waktu luangku untuk meributkan hal ini.”




Cewek   : “Lalu, aku harus apa? Aku harus kayak kamu? Jauh dari handphone, jauh dari kamu, sibuk terus. Kamu mau aku begitu? Oke, aku juga bisa.”
Cewek   : “Dewasa bagimu itu diam dan nggak banyak bicara kan? Aku kenal kamu, tapi kamu udah nggak kayak dulu lagi. Coba deh kamu liat diri kamu sendiri. Kamu bangga kita bertengkar terus kayak gini? Yaudah sana, aku butuh waktu.”
Cowok  : “Aku sudah berulang kali berkaca pada diri aku dan aku sama seperti dulu, nggak ada yang berubah. Hanya sekarang keadaannya yang sudah berbeda. Dulu aku nggak sesibuk ini tapi aku nggak main-main dengan kesibukan aku dan aku pun nggak main-main sama kamu.”
Cewek   : “Gitu? Dulu kamu bisa kok membagi waktu kamumu dengan baik. Kamu nggak suka aku menginginkan waktu kamu? Kenapa kamu jadi membalikkan keadaan? Kamu maunya apa sih? Kamu mau membuat aku merasa bersalah terus? Jahat kamu.”



A short movie by @LongDistance_R
"Analogi teh dalam hubungan cinta jarak jauh"

Picture from here : bit.ly/1e4l50g
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)