Kamis, 16 Mei 2013

Untung belum terlambat

Aku menemukan seseorang, berdiri dan siap beranjak dari tempat itu. Ya, aku kenal betul dengan tempat tersebut beserta pemiliknya. Di serambi, dengan mantap aku membulatkan tekad untuk sekedar menghampiri. Entah perasaan apa yang muncul waktu itu, takut, was-was, gelisah. Semua beradu menjadi satu. Belum terlambat, dalam hatiku berkata.

Kamu, dan hanya kamu. Hanya ingin bertemu denganmu, berharap semuanya akan berubah lebih baik.

Panasnya mentari siang ini menambah hati yang rasanya semakin gersang. Tak ada obrolan seperti biasanya. Sunyi, diam. Aku semakin tak mengerti apa yang harus kulakukan. Tak mampu berbuat banyak selain memohon agar kita seharusnya baik-baik saja. Apakah aku salah jika aku hanya ingin bertemu denganmu? Terakhir. Sebelum kau pergi meninggalkan kota ini.

Aku benci acuhmu. Aku muak dengan sikap diammu. Segalanya terlihat berubah. Perpisahan ini rasanya semakin menyakitkan. Inginku menentangmu untuk beranjak dari sini, dari kota ini. Tapi aku bisa apa? Kembali ke awal, aku hanya bisa pasrah. Melihatmu berjalan membelakangiku. Semakin jauh, terbang, tinggi.

Air mata, dan tempat ini. Saksi pertemuan kita yang menyakitkan. Semoga bukan untuk yang terakhir kalinya.

Entah aku yang terlalu perasa atau kamu yang tak mau peka dengan perasaan ini. Maaf, aku sudah lelah dengan pertengkaran yang itu-itu saja. Bisa kita perbaiki?


Ahmad Yani Semarang Airport
16-05-2013 15:00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)