Sabtu, 13 Oktober 2012

Mengenang masa lalu


Back to the past,,
Sebenarnya ini kutulis sejak beberapa bulan yang lalu, sebelum aku resmi jadi pacarmu. Hanya menjadi draft dalam file-fileku. Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk membukanya. Yaa, ini cerita tentangmu. Kutulis saat aku sedang mengalami sebuah dilemma dalam diriku sendiri.

Aku mengenalnya melalui jejaring social yang cukup popular. Awalnya biasa, aku hanya mengobrol melalui private message dengannya. Lama-lama aku merasakan kenyamanan dengannya hanya sebagai teman ngobrol. Malam itu aku mulai menelfonnya, dan sejak saat itu pula, aku banyak berkomunikasi dengannya. Setiap malam kuhabiskan waktuku dengan bertukar cerita dengannya. Hmm, aku sering menceritakan pacarku (baca: sudah mantan mungkin) kepadanya.

“tak terbesit di fikiranku walau secuil untuk main2., niat,ku serius.., my last..,” Sebuah status di jejaring social mu yang mampir melalui berandaku.
“ciee siapa lagi ini?” kubilang seperti iti padanya.
“pastinya bukan kamu.., wkwkwkwk :p”

Dan tak lama setelah itu, aku menanyakan tentang yang kau sebut ‘my last’ dalam ceritamu itu. Kau bilang dia kekasihmu. Tahukah kamu, saat itu aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam diriku. Bertanya-tanya dalam hati ‘apakah benar kenyataannya begitu?’ Jatuh cinta? Ah, sepertinya tidak. Terlalu cepat untuk perasaan itu.


Maafkan aku mencintai kekasihmu
by : Rebecca

Teman ada yang ingin kusampaikan
Namun ini tak pantas tuk kau dengar
Ku ada di tempat yang salah
Karna dibutakan
Cinta…

Yang kau lihat tak seperti
Yang kau lihat
Semua telah terjadi di luar kendaliku
Jika bisa kuarahkan saja
Cinta ini ke lain
Cinta..

Reff:
Maafkan Aku mencintai kekasihmu
kekasihmu…
Namun ku tak ingin menjadi
Penyebab kehancuran
Antara kau dan dia dan aku

*Teman takkan kupaksa kau maafkan
Diriku yang terlanjur bersalah
Hanyalah maaf tulus dariku
Takkan pernah kubuat
Lagi…

Untuk kesekian kalinya aku membuka akun social media-mu, kudapatkan sebuah kejutan baru. “In Relationship with….” Dan benar saja kamu memang berpacaran dengannya. Awalnya aku tidak peduli pada status ‘berpacaran’ yang baru saja kamu pajang. Tapi siapa perempuan itu? Perempuan yang kamu bilang sangat dewasa sosoknya. Ah, sudahlah. Bukan urusanku memasuki kehidupanmu lebih jauh dan lebih dalam lagi. Mengenalmu dalm sosok yang semu saja sudah cukup membuatku bahagia.

Apa-apaan ini? Lama-lama aku semakin lesu tanpamu. Aku jadi kehilangan nafsu dan semangatku. Aku juga tidak tahu kenapa jadi rindu. Kenapa tiba-tiba jadi menggebu-gebu. Tidakkah kau merasakan perasaan yang aneh sepertiku? Ah, tidak mungkin. Aku bukanlah tujuanmu. Tidak seharusnya aku merebut hak yang bukan milikku.

Ku Menunggu
by : Rossa

Ku menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu
Tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu
Ku kan selalu di sini untuk menunggumu

Cinta itu ku berharap kau kelak kan cintai aku
Saat kau telah tak bersama kekasihmu
Ku lakukan semua agar kau cintaiku

Reff:
Haruskah ku bilang cinta
Hati senang namun bimbang
Ada cemburu juga rindu
Ku tetap menunggu

Haruskah ku bilang cinta
Hati senang namun bimbang
Dan kau sudah ada yang punya
Ku tetap menunggu

Datang padaku, ku tahu kelak kau kan datang kepadaku
Saat kau sadar betapa ku cintaimu
Ku akan selalu setia tuk menunggumu

Hanya sepotong kata yang ingin aku ucap kepadamu, tapi mungkin ini sangat sulit diucapkan oleh bibirku. “Aku menyayangimu, menyayangimu saat ini, walau aku tau kamu milik orang lain, terima kasih sudah membuat perasaanku menjadi campur aduk seperti ini”


buat kamu yang sekarang menemani hari-hariku,
terima kasih sudah membalas sebuah rasaku padamu,
terma kasih sudah memberi lebih dari apa
yang aku inginkan :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)