Kamis, 12 Juli 2012

Antara Sahabat dan Cinta


Sahabat ,,
Menghilang tanpa kabar saat dapet pacar baru,,
Datang dengan air mata pas lagi butuh temen curhat,,
Isn’t it? 

Teruntuk sahabatku tercinta, TK,,

Siang yang sangat terik ini menemaniku menulis kisah tentang aku dan sahabatku. Sekedar mengulang kenangan masa lalu kami. Tidak kusangka aku dan sahabatku sudah lama berkawan, kira-kira sejak 14 tahun yang lalu. Tempat tinggal kami berjarak kurang lebih setengah kilometer. Bukan jarak yang jauh, cukup dengan berjalan kaki. Menapaki jalanan yang tidak terlalu bagus, belum beraspal, naik turun, dan tidak rata.

Perkenalan kami berawal dalam masa kanak-kanak. Aku dan sahabatku berada dalam satu kelas yang sama di Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Menyusuri jalanan setapak bersama-sama saat berangkat dan pulang sekolah. Saling mengenal pribadi satu sama lain.

Memasuki sekolah lanjutan, kami memutuskan untuk berpisah. Walaupun tidak terlalu jauh jarak SMP tempat kami menimba ilmu. Kami masih sering bersama. Terkadang belajar bersama-sama, mengerjakan tugas bersama-sama, bahkan jalan-jalan bersama-sama. Hahaa sungguh kenangan yang indah bersamamu sobat.

Pengumuman kelulusan SMP sudah diterima, kami berharap bisa bersekolah di tempat yang sama. Namun takdir berkata lain, lagi-lagi aku dan sahabatku bersekolah di tempat yang berbeda, lebih jauh dari masa SMP. Waktu itu aku sudah kenal pacaran, dan sahabatku belum. Maaf yaa sahabatku, aku mendahului mu heheee.

Hari demi hari kami jarang bertemu, terlalu banyak tugas yang harus kami kerjakan. Tidak ada waktu untuk sekedar bercanda. Sampai pada suatu saat aku memiliki pacar. Sebut saja U, aku mengenalnya karena dia berdekatan tempat tinggal dengan sahabatku. Tidak lama setelah itu, aku mendengar kabar adanya kedekatan U dengan sahabatku. Kedekatan yang sangat tidak wajar. Dari situlah aku tau kalau mereka saling suka. It’s okay, inilah gunanya sahabat. Aku merelakan kebahagiaanku demi sahabatku. Aku rela kalian menjadi sepasang kekasih. Rasa pedih ini lebih sakit lagi ketika mengetahui kalau aku hanyalah pelarian atas cintanya saja. TARUHAN?? Ya itu adalah alasan terbodoh yang pernah ada. Tetapi ya sudahlah, toh aku juga sudah merelakan sahabatku demi dia.

Di sakiti pacar curhat ke sahabat, di sakiti sahabat curhat ke pacar, di sakiti oleh keduanya ? galau di blogger :D

Lambat laun hubungan aku dan sahabatku mulai pudar. Aku sudah punya kekasih lagi, dan sahabatku bersama pacarnya. Tidak banyak hal yang kami lakukan bersama, jarang sekali ada komunikasi bahkan bertatap muka.

Beberapa bulan terakhir dalam hubunganku dengan sahabatku, kami baik-baik saja. Sejak kami pergi bersama-sama teman lainnya. Aku senang sekali waktu itu. Tetapi kenapa kekasihmu tiba-tiba saja menelponku? Dia bilang dia mau balikan sama aku, apakah kamu menyakitinya sahabatku? Maaf, aku tidak percaya semua perkataan kekasihmu yang menjelek-jelekkanmu di depanku. Bagaimanapun juga kamu tetap sahabatku.

Rasanya nggak enak banget kamu diamkan aku sahabatku, aku salah apa? Apakah kamu berfikir kalau aku akan merebut kekasihmu? Tidak! Tidak sahabatku, aku tidak akan pernah sepicik itu padamu. Memang kamu pernah mengecewakanku tapi semata-mata aku menginginkan kamu bahagia, dan aku tidak akan pernah membalas dendam padamu. Jika kamu membaca ini, tolong maafkan aku jika aku punya salah padamu. Aku Cuma mau memperbaiki hubungan kita lewat tulisanku ini, entah kamu menerima atau mengacuhkan. Yang terpenting aku masih menyayangimu sahabatku,,

#Fakta Sahabat : selalu ada alasan untuk memaafkan sahabat, walau kadang ada perbuatannya yg tak kita sukai


Dari seseorang yang masih
selalu menganggapmu sahabat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)