Senin, 16 April 2018

Meriahnya Grebeg Gethuk Memperingati Hari Jadi Kota Magelang


Memperingati hari jadi ke-1112, berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Kota Magelang. Salah satunya yaitu Grebeg Gethuk. Tradisi ini rutin digelar oleh Pemerintah Kota Magelang setiap tahunnya sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran.


Sejak pukul 09.00 WIB para peserta kirab Grebeg Gethuk 2018 sudah bersiap-siap di sepanjang Jl. A Yani Magelang. Mereka akan berjalan hingga Alun-alun Kota Magelang sambil menampilkan potensi dan gunungan palawija dari 17 kelurahan se-kota Magelang. Nantinya gunungan palawija tersebut akan dilombakan untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah.




Sebelum dimulai, penonton sudah banyak yang menunggu di kanan kiri sepanjang jalur kirab Grebeg Gethuk 2018. Dan makin ramai lagi pada saat kirab dimulai dengan rombongan kereta kencana. Dua buah kereta kencana yang dinaiki oleh bapak Walikota Magelang beserta istri dan kereta kencana yang dinaiki oleh Wakil Walikota Magelang, didatangkan khusus dari Keraton Yogyakarta. Tak ketinggalan pula kereta-kereta kencana tersebut dikawal oleh para prajurit bregodo.


Menyusul di belakangnya, berbagai macam ukuran gunungan palawija dihias sedemikian rupa supaya menarik perhatian dewan juri, dikirab dengan cara dipanggul oleh 6 - 8 orang laki-laki dewasa.



Setelah semua gunungan dari 17 kelurahan se-kota Magelang sudah masuk ke alun-alun, prosesi berikutnya adalah upacara. Uniknya dari prosesi upacara ini adalah menggunakan bahasa jawa. Para peserta upacara pun memakai busana adat Jawa. MC turut membawakan acara dalam Bahasa Jawa dari awal hingga akhir.

Prosesi dilanjutkan dengan sendratari kolosal berjudul "Babad Mahardika" yang melibatkan ratusan pelajar dan seniman. Sendratari tersebut intinya menceritakan tentang sejarah Kota Magelang yang tertuang dalam Prasasti Poh dan Prasasti Mantyasih.

Terakhir, yang ditunggu-tunggu adalah 2 gunungan gethuk yang diberi nama Gunungan Jaler / Lanang (Laki-laki) dan Gunungan Estri / Wedok (Perempuan). Gunungan Jaler bentuknya lebih lancip sementara Gunungan Estri lebih tambun. Gethuk sendiri adalah makanan khas Magelang yang terbuat dari singkong.
Setelah 2 gunungan gethuk tiba di tengah alun-alun bersama 17 gunungan palawija lainnya, bapak Walikota Magelang menginstruksikan gunungan-gunungan tersebut untuk digrebeg. Sontak, warga saling berebut untuk memperoleh isi gunungan berupa gethuk atau hasil bumi berupa sayuran dan palawija.

Dari instagram.com/humaspemkotmagelang

Tak selesai di situ saja, agenda acara Hari Jadi ke-1112 Kota Magelang masih berlanjut. Minggu depan, 22 April 2018 akan ada Kirab Budaya.
Review di blog ini, enggak ya? :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)