Senin, 23 Januari 2017

Meski Diguyur Hujan Deras, Grebeg Sudiro 2017 Berlangsung Meriah


Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2017 diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 22 Januari 2017, dengan mengangkat tema “Pesona Budaya dalam Warna Kebhinnekaan”. Tahun ini merupakan gelaran kesepuluh sejak Grebeg Sudiro pertama kali pada tahun 2007.
Grebeg Sudiro ini juga menjadi salah satu rangkaian acara Solo Imlek Festival 2017 selain pemasangan gapura imlek dan 5.000 lampion.


Kata grebeg sendiri merupakan tradisi khas jawa untuk menyambut hari-hari khusus seperti: Mulud (kelahiran Nabi Muhammad), Syawal (lebaran), Idul Adha, Suro (Tahun Baru Jawa). Sedangkan sudiro tak lain berasal dari nama Sudiroprajan, sebuah kelurahan di Kecamatan Jebres Kota Solo. Di kawasan ini warga China peranakan sudah puluhan tahun menetap dan berdampingan dengan masyarakat jawa. Seiring waktu, di antara kedua etnis ini terjadi perkawinan campuran dan menciptakan generasi baru. Untuk menunjukkan akulturasi ini mereka membuat tradisi baru, Grebeg Sudiro, yang diperingati 7 hari sebelum Imlek. (sumber: wikipedia)

Rute karnaval dimulai dari Pasar Gede – Jl. Jend Sudirman – Jl. Mayor Sunaryo – Jl. Kapt. Mulyadi – Jl. RE. Martadinata – Jl. Cut Nyak Dien – Jl. Ir. H. Juanda dan finish di Jl. Jend. Urip Sumoharjo. Saya rasa rute ini mengelilingi Kelurahan Sudiroprajan. Iya nggak sih?

Sebagai tanda pemberangkatan peserta karnaval, akan diadakan prosesi pemotongan pita balon terbang. Sebelum para peserta dikirab melalui rute-rute yang telah ditentukan, mereka unjuk kebolehan di depan panggung yang menghadap tugu jam. Meskipun hujan deras mengguyur Kota Solo, para peserta tetap antusias melanjutkan jalannya karnaval. Para peserta pun berasal dari berbagai golongan, laki-laki, perempuan, anak kecil, remaja, dewasa, mereka bersemangat menjalani setiap prosesi dalam Grebeg Sudiro.


Tak terkecuali para penonton yang berduyun-duyun menyesaki jalanan sepanjang Pasar Gede, bundaran Tugu Jam Pasar Gede, Jembatan Pasar Gede, hingga Jl. Jend. Sudirman. Sebagian dari mereka memakai payung agar terlindung dari hujan (termasuk saya), sebagian lagi ada yang memakai mantel / jas hujan, dan banyak yang rela berhujan-hujanan demi menonton karnaval yang setahun sekali diadakan itu.

Sebelum diguyur hujan

Seperti pawai pada umumnya, seperti tak lengkap tanpa adanya marching band. Begitu pula dalam Grebeg Sudiro 2017 ini, Gita Pamong Praja turut serta memeriahkan jalannya acara. Tak ketinggalan paguyuban pedagang Pasar Gede pun turut berpartisipasi.




Turut dikirab pula dua gunungan utama dari kue keranjang yang disusun menjadi replika tugu jam Pasar Gede dan Goju-no-tou, sebuah pagoda kayu tertua di dunia yang berada di kompleks Kuil Horyuji Jepang.



Selain itu juga ada gunungan buah-buahan dan sayuran. Adapun beberapa jodang yang berisi makanan tradisional seperti apem, bakpia balong, bakpao, onde-onde, dan lain-lain.




Kabar baiknya, akan dibagikan sebanyak 4.000 kue keranjang kepada masyarakat. Kata-kata yang tepat untuk pembagian kue keranjang saya rasa terlalu sopan, karena kenyataannya kue-kue tersebut disebar dari lantai 2 Pasar Buah. Bagi siapapun yang ingin mendapatkan kue keranjang tersebut, harus berebut dengan banyak orang. Aksi saling dorong dan saling sikut menjadi wajar di sini, tapi seru.
Kabar buruknya, dalam seharian itu saya kena lemparan dua kali yaitu kue keranjang dan wortel hehee :D

Acara ditutup dengan pemasangan lampion teko di depan Pasar Gede oleh Bapak Walikota Solo.
Yang sangat disayangkan adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan. Ketika acara usai, nampak banyak sekali bungkus makanan dan minuman yang berserakan di jalan raya. Salut untuk bapak-bapak petugas kebersihan yang siaga menyapu jalan raya meskipun kendaran sudah diperbolehkan berseliweran :)

Tak luput dari sampah, salut untuk petugas kebersihan :)

Akhir kata, tahun depan mau nonton lagi!

Oh ya, masih berlangsung Solo Imlek Festival 2017. Berikut agendanya:


Kalau sedang berwisata di Kota Solo, nggak ada salahnya kok mampir di seputaran Pasar Gede. Banyak lampion yang akan menjadi background kece foto selfie kamu. Tapi tetap hati-hati ya karena tempatnya berada di jalan raya :)
#VisitSolo #VisitJawaTengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)