Jumat, 30 November 2012

Aku, Kamu, Jauh, Semakin Jauh

Sakit memang jika rasa kangen yang lebih lebih itu tak bisa ditebus langsung dengan pertemuan, apalagi harus menunggu berbulan-bulan. Ya, itulah resiko menjadi seorang LDR.

Orang bilang, kunci utama LDR adalah komunikasi. Bahkan akhir-akhir ini marak akan canggihnya teknologi. Akan tetapi, bagaimana dengan seorang yang pacarnya jauh di pelosok sebuah pertambangan? Saya misalnya, pacar jarang dapat sinyal, kalaupun mau telepon harus nunggu berjam-jam baru bisa nyambung.
Jenuh sih. Namun, jenuh itu bisa dibunuh kan?


Sekejap rasanya baru kemarin kita bercanda, tertawa bersama. Dan tanpa terasa, hari ini, detik ini, rasanya kita semakin jauh. Aku lama-lama merasakan kehilangan sosokmu di kejauhan sana. Kamu (terlalu) sibuk dengan hidupmu di perantauan sana. Dan aku di sini harus menunggumu, mengemis waktumu, tidakkah kau menyadari aku butuh kamu? Tak inginkah kau sekedar memberi kabar tanpa ku meminta, tanpa aku yang harus menghubungimu dahulu?

Tolong doakan aku mampu melewati ini semua. Tolong ingatkan aku jika aku mulai lelah dengan ketidakpedulianmu. Tolong kuatkan aku jika aku ingin menyerah mempertahankan cinta kita. Dan tolong ingat aku di setiap kesempatan yang kamu punya.

Tidak ada di dunia ini yang pernah bisa sehebat cinta. Kau memberiku cinta dan membuat hari-hariku pernah berwarna. Janji ya, jangan pernah membuat hatiku mendung.

#DecemberWish tetap bahagia walaupun jauh, semakin dewasa ngejalanin hidup ini dan yg terpenting Longlast sama pacar ˘)ε˘`

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger yang baik selalu meninggalkan jejak.
Terima kasih dan selamat datang kembali :)